Suara Flores – Meski usianya sudah lebih dari satu dekade, pamor Honda CBR 150R CBU Thailand tahun 2013 belum juga meredup. Motor sport 150 cc ini masih menjadi incaran para pecinta roda dua di Tanah Air.
Tak hanya karena desainnya yang sporty, performa mesin dan efisiensi bahan bakarnya juga jadi daya tarik utama. Bahkan, harga bekasnya per Desember 2025 masih bertengger di angka belasan hingga puluhan juta rupiah.
Pantauan di sejumlah platform jual beli daring menunjukkan, harga bekas CBR 150R CBU Thailand 2013 berkisar antara Rp 14 juta hingga Rp 25 juta, tergantung kondisi unit dan kelengkapan surat-surat. Unit dengan cat orisinal dan kilometer rendah bisa dihargai lebih tinggi.
Desain Agresif, Kualitas CBU Jadi Nilai Tambah
CBR 150R versi CBU (Completely Built-Up) dari Thailand dikenal dengan desainnya yang agresif dan aerodinamis. Fairing depan dengan lampu ganda simetris menjadi ciri khas yang membedakannya dari versi rakitan lokal. Garis bodi yang tajam dan ramping memberikan kesan sporty yang kuat, cocok untuk pengendara muda yang ingin tampil beda.
Karena merupakan unit impor langsung dari Thailand, kualitas perakitan dan materialnya dinilai lebih unggul. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa motor ini tetap diminati meski sudah tidak diproduksi lagi.
Mesin DOHC, Irit Tapi Bertenaga
Di balik tampilannya yang garang, CBR 150R CBU Thailand dibekali mesin 149,4 cc DOHC 4-katup berpendingin cairan. Tenaga yang dihasilkan mencapai 17,6 dk pada 10.500 rpm dengan torsi puncak 12,66 Nm di 8.500 rpm. Mesin ini dipadukan dengan transmisi 6-percepatan yang memberikan akselerasi halus dan responsif.
Sistem bahan bakar Programmed Fuel Injection (PGM-FI) membuat konsumsi BBM motor ini tergolong irit. Dalam penggunaan normal, motor ini mampu menempuh jarak 40–45 km per liter. Efisiensi ini menjadi nilai tambah bagi pengguna harian yang menginginkan motor sport tanpa harus sering ke SPBU.
Nyaman untuk Harian Maupun Touring
Meski masuk kategori motor sport entry-level, CBR 150R CBU Thailand menawarkan kenyamanan berkendara yang cukup baik. Posisi stang clip-on tidak terlalu rendah, membuatnya tetap nyaman untuk digunakan harian maupun perjalanan jauh. Suspensi depan teleskopik dan monoshock di belakang memberikan kestabilan saat melibas jalanan bergelombang.
Panel instrumen semi-digital menyajikan informasi penting seperti kecepatan, putaran mesin, odometer, dan indikator bahan bakar secara jelas. Fitur ini sudah cukup mumpuni untuk motor keluaran 2013.
Jadi Incaran Kolektor dan Komunitas
Tak hanya sebagai kendaraan harian, CBR 150R CBU Thailand juga menjadi buruan para kolektor dan anggota komunitas motor sport. Komunitas pengguna motor ini masih aktif di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Karakter mesin DOHC yang “galak” di putaran atas serta suara knalpot yang khas membuat pengalaman berkendara terasa lebih menyenangkan. Tak heran jika motor ini dianggap sebagai salah satu motor sport 150 cc terbaik di masanya.
Harga Stabil, Nilai Investasi?
Dengan harga bekas yang masih stabil dan cenderung naik, banyak yang menganggap CBR 150R CBU Thailand sebagai motor dengan nilai investasi. Apalagi unit dengan kondisi mulus dan orisinal kini semakin langka.
Bagi yang ingin membeli, disarankan untuk memeriksa kondisi mesin, kelistrikan, serta kelengkapan surat-surat sebelum transaksi.***
