Isi Artikel
Persiapan Libur Nataru di Tiga Kawasan BUMN PT ITDC
Jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Libur Nataru), tiga kawasan yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) menggelar sejumlah aktivitas yang memfokuskan aspek keamanan dan kenyaman pengunjung. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk empati terhadap situasi bencana alam yang terjadi di beberapa daerah, termasuk Sumatera.
Menurut Direktur Operasional ITDC Troy Reza Warokka, kegiatan yang disiapkan tidak terlalu bombastis atau glamor. Hal ini dilakukan agar sesuai dengan kondisi saat ini. “Kami sudah menyampaikan ke tiga kawasan untuk membuat suatu rangkaian acara yang tidak terlalu bombastis, glamor karena harus berempati dengan situasi yang ada,” ujarnya dalam acara media gathering ITDC yang digelar di The Westin Resort Jumat 19 Desember 2025.
Tiga kawasan pengelolaan BUMN itu adalah The Nusa Dua, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, dan Golo Mori di Nusa Tenggara Timur. Masing-masing kawasan memiliki persiapan khusus untuk menyambut liburan Nataru.
The Nusa Dua: Siap Beroperasi 24 Jam
Salah satu destinasi yang dikelola ITDC, The Nusa Dua, telah mendirikan Posko Layanan Natal dan Tahun Baru di Bale Kulkul The Nusa Dua. Posko ini akan beroperasi mulai 24 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024. Kawasan The Nusa Dua juga akan beroperasi penuh selama 24 jam dengan pengawasan menyeluruh.
General Manager The Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika menjelaskan bahwa seluruh tenant, petugas keamanan, layanan kesehatan, serta unsur pecalang dilibatkan untuk mendukung kelancaran operasional. “Rumah sakit di kawasan juga selalu standby. Kami tidak mengharapkan hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas,” katanya.
Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa kesiapan Nataru merupakan agenda rutin tahunan, namun tetap membutuhkan antisipasi ekstra mengingat dinamika cuaca dan potensi bencana. “Kami mempersiapkan seluruh aspek, mulai dari keamanan, kenyamanan, hingga pelayanan, agar tamu merasa aman dan nyaman selama berada di The Nusa Dua,” ujarnya lagi.
Mandalika: Sebagai Mesin Penggerak Ekonomi
Sementara itu, General Manager The Mandalika Agus Setiawan menekankan peran strategis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai sportstainment destination sekaligus value creator bagi perekonomian nasional. Pertamina Mandalika International Circuit menjadi traffic puller di kawasan tersebut.
Mandalika tidak hanya posisikan sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan. Setiap aktivasi di sirkuit dan kawasan dirancang untuk menciptakan multiplier effect yang nyata. “Tak hanya berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat lokal, juga peregerakan ekonomi nasional,” jelas Agus.
Ia berharap aktivitas di kawasan The Mandalika bisa terus berlangsung secara berkelanjutan, yang tercermin antara lain dari peningkatan okupansi hotel pendukung. Contohnya, tingkat hunian hotel berkembang sejak awal berdiri hingga saat ini, terutama ketika digelarnya sejumlah event.
Golo Mori: Fokus pada Wisata Berkelanjutan
Sedangkan General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwi, menjelaskan bahwa pihaknya masih terus berupaya memperkenalkan The Golo Mori sebagai Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination unggulan. Pihaknya ingin memperkuat reputasi NTT sebagai tuan rumah berbagai event nasional maupun internasional.
“Sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia Timur, The Golo Mori terus berkembang dengan fasilitas kelas dunia. Sesuai rencana tahun depan The Golo Mori akan mulai pembangunan akomodasi untuk menunjang fasilitas yang telah ada saat ini,” tandas Aji.







