Mesir dan Qatar Sepakat Investasi Produksi Avtur dari Minyak Bekas

Jakarta, IDN Times –Mesir akhirnya menyetujui perjanjian dengan perusahaan asal Qatar, Al Mana Holdings, terkait pembangunan fasilitas produksi avtur dari minyak goreng bekas. Investasi yang diberikan oleh Qatar mencapai 200 juta dolar AS (Rp3,9 triliun).

Beberapa tahun terakhir, Mesir berupaya menarik modal asing ke dalam negerinya. Tindakan ini dilakukan guna menghadapi tantangan ekonomi, seperti utang luar negeri dan defisit anggaran yang dialami negara Afrika Utara tersebut.

Bacaan Lainnya

1. Fasilitas pengolahan avtur akan dibangun di dekat Terusan Suez

Fasilitas pengolahan avtur dari minyak goreng bekas direncanakan akan dibangun di Zona Ekonomi Khusus Terusan Suez yang berada di Ain Sokhna. Proyek ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap dan fasilitas tersebut akan dibangun di area seluas 100 ribu meter persegi.

Dilansir Business Insider Africa,Fase pertama dari fasilitas tersebut mampu menghasilkan 200.000 ton avtur setiap tahunnya. Selain itu, investasi ini merupakan bagian dari komitmen Qatar dalam membangun kawasan ekonomi khusus di Terusan Suez.

Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly mengatakan, proyek ini merupakan tanda baik dari hubungan antara Kairo dan Doha. Proyek ini menunjukkan bahwa kedua negara memiliki ikatan politik dan perdagangan yang kuat.

2. Mesir dan Qatar memperkuat hubungan perdagangan

Saat yang bersamaan, Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Mesir, Hassan El-Khatib, meresmikan Forum Bisnis Mesir-Qatar. Forum ini dibentuk guna memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, serta investasi antara kedua negara.

Dilansir Daily News Egypt, ia menjelaskan, hubungan perdagangan antara kedua negara terus meningkat dalam setahun terakhir. Perdagangan antara Mesir dan Qatar naik dari awalnya 80 juta dolar AS (Rp1,3 triliun) pada 2023 menjadi 143 juta dolar AS (Rp2,3 triliun) pada sepuluh bulan pertama 2025.

3. Sektor pariwisata Mesir mendapat pendanaan dari Uni Emirat Arab dan Kerajaan Saudi Arabia

Pada bulan September, Mesir berhasil mendapatkan investasi dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi sebesar 18,5 miliar dolar AS (Rp308 triliun) dalam sektor pariwisata. Dengan demikian, kedua negara Timur Tengah tersebut sepakat untuk mengembangkan kompleks pariwisata di sepanjang pantai Laut Merah.

Kompleks wisata ini meliputi area seluas 10 juta meter persegi dan diperkirakan mampu menyerap 170 ribu tenaga kerja serta 25 ribu posisi tetap. Proyek ini memiliki ciri khas dalam perencanaan dan pelayanannya, dikutip dariGulf News.

Madbouly mengatakan, investasi ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor pariwisata dan perkotaan di Mesir. Proyek kompleks pariwisata ini akan dilengkapi dengan marina yang penuh dengan kapal mewah.

Tanzania Akan Membangun Pabrik Pengolahan Avtur dengan Nilai Rp6,9 Triliun Apakah Rumput Laut Dapat Digunakan Sebagai Bahan Bioavtur? Ini Pernyataan Trenggono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *