Isi Artikel
Kehilangan Pembalap Nasional Awhin Sanjaya di Sirkuit Zabaq
Awhin Sanjaya, pembalap nasional asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, meninggal dunia dalam kecelakaan balap motor yang terjadi di Sirkuit Zabaq National Circuit, Jambi. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (14/12/2025) saat ia sedang berlaga dalam ajang Grand Final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 Piala Bupati Tanjung Jabung Timur.
Awhin Sanjaya dikenal sebagai pembalap yang sangat berani dan ramah di lintasan. Ia pernah menjadi bagian dari tim binaan PT Astra Honda Motor (AHM) di kancah balap motor nasional. Kepergian Awhin Sanjaya mengejutkan seluruh komunitas olahraga balap motor, terutama bagi penikmat otomotif di kawasan Luwu Raya.
Profil Sirkuit Zabaq
Sirkuit Zabaq National Circuit adalah sirkuit balap kelas nasional yang terletak di Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sirkuit ini dibangun sejak tahun 2017 di area lahan seluas 45 hektare dan resmi diresmikan oleh Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, pada 5 Desember 2021.
Sejak diresmikan, Sirkuit Zabaq terus digunakan dalam ajang balap motor nasional. Panjang trek sirkuit ini mencapai 2,5 km dengan lebar antara 12-17 meter. Sirkuit ini mampu menampung balap sport hingga 250cc dan memiliki 14 tikungan yang menantang. Meski telah beroperasi, beberapa fasilitas seperti tribun permanen untuk penonton, klinik, dan paddock masih perlu dilengkapi.
Pada 4-5 Desember 2021, Sirkuit Zabaq digunakan perdana dalam ajang pamungkas Kejurnas Motoprix Sumatera musim 2021. Gelaran ini membuka tiga kelas kejurnas, yaitu Expert, Novice, dan Rookie. Selain itu, One Prix musim 2024 juga digelar di sirkuit ini pada 10-11 Agustus 2024.
Detik-Detik Kecelakaan
Kecelakaan fatal yang menewaskan Awhin Sanjaya terjadi di jalur lurus Sirkuit Zabaq. Menurut informasi yang diperoleh, insiden terjadi saat beberapa pembalap beriringan. Salah satu motor di depan mendadak mengerem, menyebabkan tabrakan tak terhindarkan.
Ketua IMI Luwu Timur, Hardiansyah, mengatakan bahwa kecelakaan tersebut mirip dengan kejadian yang menimpa pembalap MotoGP Simoncelli pada tahun 2011. Dalam kejadian tersebut, Simoncelli tertabrak dari belakang setelah jatuh dari motornya.
Menurut pengurus IMI Sulsel, Musbar, kecelakaan terjadi di lap 10. Awhin Sanjaya, yang menggunakan nomor 198, sempat meraih beberapa podium pada tahun 2025. Ia juga sedang dalam proses negosiasi kontrak dengan tim dari Kalimantan untuk tahun 2026.
Ucapan Bela Sungkawa
Kabar kepergian Awhin Sanjaya menyebar cepat melalui media sosial. Berbagai ucapan bela sungkawa datang dari tokoh dan rekan sesama pembalap. Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, menyampaikan rasa duka cita atas kehilangan Awhin Sanjaya.
“Anakku Awhin Sanjaya, semoga Allah SWT mengampuni segala khilafmu, menerima amal ibadahmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisinya,” tulisnya di media sosial.
Jenazah Awhin Sanjaya diperkirakan sudah tiba di Jakarta. Jenazah akan disemayamkan di Jl Cakalang, Palopo, sebelum dibawa ke Masamba, Luwu Utara. Diperkirakan sesudah isya, jenazah almarhum sampai ke Masamba.
Kesimpulan
Kecelakaan yang menimpa Awhin Sanjaya menjadi duka besar bagi dunia balap motor Indonesia. Sirkuit Zabaq, yang baru saja mulai berkembang, kini harus menghadapi tragedi yang menghilangkan salah satu pembalap terbaiknya. Peristiwa ini mengingatkan para pembalap dan penyelenggara balap motor untuk lebih memperhatikan keselamatan di lintasan.






