Mencari Saham Propektif Saat Santa Claus Rally: BMRI, ASII, ANTM



JAKARTA — Pasar saham Indonesia memiliki peluang untuk mengalami penguatan pada akhir tahun, yang didorong oleh momentum Santa Claus Rally. Beberapa saham diproyeksikan akan mengalami kenaikan signifikan, seperti BMRI, ASII, hingga ANTM.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan yang signifikan sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd). IHSG naik sebesar 21,61% dari perdagangan perdana 2025 hingga perdagangan pekan lalu, Jumat (19/12/2025), dengan level di angka 8.609,55.

Bacaan Lainnya

IHSG masih berpotensi meningkat lebih lanjut, terutama menjelang akhir tahun atau saat momen Santa Claus Rally. Momen ini merujuk pada tren kenaikan harga saham yang biasanya terjadi pada pekan terakhir Desember.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan menyatakan bahwa peluang terjadinya Santa Claus Rally tahun ini masih cukup terbuka. Reli akhir tahun biasanya dipengaruhi oleh faktor likuiditas, arus dana asing, dan window dressing. Selama arus dana asing tetap positif dan volatilitas global menurun setelah pemangkasan suku bunga The Fed, ruang penguatan tambahan masih ada.

  • Indikator utama yang perlu diperhatikan adalah keberlanjutan inflow investor asing ke bank jumbo dan sektor-sektor berkapitalisasi besar.
  • Stabilitas rupiah menjelang akhir tahun juga menjadi faktor penting dalam memprediksi penguatan pasar.

Pemangkasan suku bunga The Fed memiliki dampak signifikan terhadap arus dana asing ke Indonesia. Dengan biaya modal global yang lebih rendah, aset emerging markets seperti Indonesia menjadi lebih menarik.

“Dalam 1–2 bulan ke depan, saya melihat peluang aliran dana asing kembali meningkat, terutama jika rupiah stabil dan outlook penurunan suku bunga BI pada semester I/2026 semakin kuat,” ujar Ekky.

Untuk saham-sahamnya, dia menilai saham berkapitalisasi besar atau big caps masih punya ruang mengejar ketertinggalan di akhir tahun. Saat ini, saham-saham big caps tertinggal dibandingkan IHSG. Meskipun IHSG melonjak, indeks LQ45 hanya tumbuh 1,95% ytd. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa reli lebih banyak ditopang oleh saham lapis kedua dan ketiga, bukan oleh emiten berkapitalisasi besar.

Ekky menilai bahwa ketika likuiditas asing kembali masuk, rotasi ke big caps biasanya menguat. Saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Astra International Tbk. (ASII), dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), serta emiten energi besar berpotensi mendapatkan aliran dana menjelang window dressing karena kapitalisasi besar menjadi tujuan utama investor institusi.

“Mid small caps kemungkinan tetap bergerak, tetapi kontribusi penggerak indeks menjelang akhir tahun biasanya kembali didominasi oleh big caps,” kata Ekky.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta juga menyatakan bahwa secara historis, IHSG cenderung menguat pada Desember, terutama pada beberapa hari jelang perdagangan terakhir.

Terdapat sejumlah faktor pendorong Santa Claus Rally, antara lain aktivitas window dressing ataupun rebalancing portofolio akhir tahun, di mana investor institusi mengambil posisi dan mengubah alokasi. Volume perdagangan yang rendah karena musim liburan juga mendorong harga lebih mudah bergerak naik jika ada pembelian. Sentimen positif liburan atau suasana gift giving investor ritel juga lebih optimis.

“Hal ini tentunya didukung berita ekonomi yang positif jelang tahun baru. Stimulus fiskal atau kebijakan yang memacu pasar pada tahun depan bisa memancing anticipation rally,” kata Nafan.

Dia mencatat sejumlah saham bisa menjadi pilihan investor saat momen Santa Claus Rally, antara lain saham tambang PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS).

Selain itu, terdapat potensi penguatan di saham bank jumbo seperti BBCA hingga BMRI. Lalu, saham minyak dan gas seperti PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), hingga PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *