, JAKARTA—Olahraga panjatsemakin diminati oleh masyarakat seiring dengan prestasi atlet Indonesia yang semakin dikenal secara internasional.
Menangkap momentum tersebut, jumlah climbing gymdi Jakarta semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Perkembanganclimbing gymterutama di dalam mall atau pusat perbelanjaan, sebagai salah satu pilihan aktivitas rekreasi bagi pengunjung.
Olahraga mendaki bisa dijadikan sebagai hiburan sekaligus alat latihan, termasuk bagi anak-anak. Bahkan, anak yang berusia kurang dari lima tahun (Balita) dapat melakukan kegiatan tersebut, dengan syarat dilakukan di bawah pengawasan dan pendampingan yang profesional.
Salah satu climbing gymyang menyediakan layanan pendampingan bagi balita adalah Climb On Indoor Climbing Gym Jakarta. Bahkan, sebagai yang pertama di Indonesia, Climb On Indoor Climbing Gym menghadirkan “Toddler Climb On Climbing Contest 2025” yang khusus ditujukan untuk anak berusia 2,5–5 tahun.
Dian Tri Anggraeni, pemilik Climb On Indoor Climbing Gym, menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu (15/12/2025) ini merupakan langkah awal dalam memperkenalkan olahraga panjat tebing sejak usia dini dengan pendekatan yang aman, menyenangkan, dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
“Kontes Panjat Tebing untuk Balita Tahun 2025 diikuti oleh 21 anak berusia 2,5 hingga 5 tahun, yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan bimbingan dan perlindungan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta,” katanya kepada Bisnis, Jumat (19/12/2025).
Menurutnya, melalui kegiatan ini, anak diajak untuk mengembangkan keberanian serta meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu, membiasakan anak menghadapi tantangan dan melakukanproblem solving sederhana.
Kegiatan mendaki juga membentuk sifat positif melalui proses mencoba dan belajar, memperkuat ketahanan mental anak dalam menghadapi tantangan baru, serta mendorong perkembangan kecerdasan emosional.
Dian menyampaikan dalam penerapannya, keselamatan menjadi prioritas utama. Anak-anak diawasi langsung oleh belayer yang memiliki sertifikat lisensi South East Asia Climbing Federation (SEACF). Sistem perlindungan disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta.
Menurutnya, Climb On Indoor Climbing Gym menawarkan berbagai program unggulan, salah satunya adalah program pembinaan anak yang berusia 2,5 hingga 12 tahun dengan pendekatan yang inklusif, personal, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Program ini juga dirancang untuk mendampingi anak yang memiliki kebutuhan khusus, seperti anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (ASD) dan Gangguan Defisit Perhatian dan Hiperaktivitas (ADHD). Setiap anak diberikan bimbingan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan sensorik, tingkat konsentrasi, serta ritme belajar masing-masing, menggunakan metode yang fleksibel dan lingkungan yang nyaman.
“Melalui program ini, diharapkan pemahaman tentang panjat tebing tidak terbatas pada satu kegiatan saja, tetapi menjadi bagian dari proses pengembangan minat dan bakat anak sejak usia dini,” katanya.
Ia menilai bahwa dukungan masyarakat menjadi aspek krusial dalam mempertahankan semangat kebersamaan, kelangsungan komunitas, serta pertumbuhan olahraga panjat tebing di Indonesia, baik di area alami maupun di pusat latihan indoor climbing.
Orang tua dari salah seorang peserta lomba, Yulanda Niagara, mengakui bahwa olahraga panjat tebing melatih kebugaran fisik serta perkembangan mental. Anak akan diajarkan untuk konsentrasi, sabar, percaya diri, mampu menyelesaikan masalah, dan tidak mudah menyerah.
“Melalui kompetisi ini, anak-anak dapat mengalami pengalaman baru sambil menemukan minat dan bakat awal mereka,” katanya.
Selain itu, putrinya yang berusia 3,5 tahun ikut serta dalam lomba tersebut. Ia berharap agar lomba serupa dapat diadakan agar anak-anak bisa aktif berolahraga sejak dini melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.
“Sekaligus mampu mengurangi penggunaan perangkat elektronik selama liburan,” tambahnya.
Olahraga panjat menurutnya mampu menciptakan kebiasaan hidup sehat dalam jangka panjang, baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Hal ini dikarenakan putrinya yang lebih tua, berusia 8 tahun, telah aktif melakukan olahraga panjat sejak usia 5 tahun.
Semoga olahraga panjat semakin diminati dan berkembang secara profesional, sehingga mampu menghasilkan atlet berbakat yang mampu meraih prestasi gemilang.go global.
“Semoga semakin terkenal, mampu meraih prestasi di berbagai kategori mulai dari kecepatan hingga boulder dalam kompetisi olahraga internasional,” tambahnya.






