Ringkasan Berita:
- Nama Ibu Ana tidak lagi asing sebagai merek camilan sehat dan alami khas Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Berkat komitmen dan inovasi produk yang tidak menggunakan bahan tambahan, camilan Mama Ana kini semakin disukai karena menyajikan rasa terbaik.
- Bahkan, setelah menembus pasar nasional, Mama Ana mulai memiliki impian untuk berkembang ke tingkat internasional, serta bekerja sama dengan JNE sebagai mitra pengiriman.
, KUPANG –Nama Ibu Ana tidak lagi asing sebagai merek camilan sehat dan alami khas Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berkat komitmen dan inovasi produk yang tidak menggunakan bahan tambahan, camilan Mama Ana kini semakin disukai karena menawarkan rasa terbaik.
Bahkan, setelah menembus pasar nasional, Mama Ana mulai memiliki impian untuk go international, dan bekerja sama dengan JNE sebagai mitra pengiriman.
Kisah keberhasilan merek lokal Mama Ana Kupang dimulai dari gagasan dan semangat Olivira Ballo, pemilik Mama Ana yang akrab dipanggil Kak Ira, dalam memulai usaha kuliner khas Timor-NTT sejak tahun 2013.
Dasar dari ide ini adalah pengolahan bahan baku makanan khas NTT menjadi produk yang dapat dipasarkan dan menghasilkan keuntungan.
Perjalanan bisnis Kak Ira ini ia bagikan melalui podcast Cerita Bersama Brand Lokal di saluran YouTube JNE_ID.https://bit.ly/CeritaBersamaMamaAna.
Tujuan Ira pada masa itu adalah bagaimana mengembangkan ekonomi dengan menggunakan bahan baku lokal.
Namun, dari berbagai bahan baku lokal, Mama Ana khusus memproses kacang-kacangan, gula aren, serta biji-bijian seperti sorgum.
Sementara itu, untuk memberikan identitas produknya, Kak Ira terpikir untuk memberi nama usahanya dengan nama ibunya sendiri, yaitu Mama Ana, yang kini berusia 80 tahun.
Ternyata, pemilihan nama untuk sebuah merek atau produk memiliki makna dan nuansa tertentu.
Nama seperti jiwa, seperti kehidupan, dan memiliki kekuatannya masing-masing.
Di tengah perjalanannya, Mama Ana ternyata melibatkan banyak perempuan dengan semangat wanita Timor dalam proses pembuatan berbagai produknya.
“Dalam kehidupan sehari-hari kita sering bekerja sama dengan perempuan hebat di seluruh Timor, NTT. Mulai dari mereka yang mengelola burung kenari di Alor, petani kacang tanah, sorgum, hingga ibu-ibu kelompok penganyam daun lontar yang menyediakan anyaman dari daun lontar, menjadi semangat Mama Ana yang terwujud dalam kesadaran bawah pikiran sehingga muncul berbagai produk lokal berkualitas,” ujar Kak Ira.
Dengan berjalannya waktu dan menghadapi berbagai tantangan dalam berbisnis, munculah kreativitas, ide, serta inovasi produk sambil tetap mempertahankan ciri khas rasa sebagai nilai budaya.
Usaha Ibu Ana akhirnya berfokus pada camilan yang tidak mengandung bahan tambahan, yang menawarkan rasa paling lezat.
Terdapat produk seperti Kacang Panggang, Selai Kacang, Gula Semut Lontar Timor, Sagu Timor serta paket produk lokal lainnya seperti Kacang Timor Panggang, Kacang Panggang Rasa Manis Pedas, Kacang Timor Panggang Rasa Cokelat dan Kayumanis, Kacang Kenari Alor Oven, Kacang Kenari Alor Oven Rasa Asli, Kacang Kenari Alor Oven Rasa Asin Bawang Putih dan sebagainya.
Kacang lokal berkualitas ini diproses dengan cara dipanggang tanpa menggunakan minyak, tidak mengandung bahan tambahan makanan, renyah dan sangat menggugah selera.
“Semua adalah camilan makanan tradisional yang sedang tren, tetapi tetap mempertahankan rasa khas yang asli. Ciri khas dari penyajian makanan atau kuliner, dengan cara memasak dan bumbu yang sederhana serta tanpa pengawet,” ujar Kak Ira.
Saat ini, produk camilan dari Brand Lokal Mama Ana telah menjangkau pasar nasional dan memiliki pusat penjualan atau toko di Denpasar-Bali, Surabaya-Jawa Timur, Tangerang-Banten, serta DKI Jakarta dan kota-kota lainnya.
Sementara untuk wilayah NTT, pasar terbesarnya masih berada di Labuan Bajo, diikuti oleh Kota Kupang.
“Pesanan dari pasar NTT, yang terbesar di Labuan Bajo, disusul oleh Kupang, dan 30 persen pesanannya untuk Jakarta, diikuti oleh Surabaya serta beberapa tempat kecil lainnya. Untuk luar negeri, kami pernah mengirim produk Mama Ana ke Singapura dan Korea. Harapan kami adalah go international, khususnya ke negara-negara tetangga terlebih dahulu,” ujar Kak Ira.
Sementara itu, untuk keperluan logistik Kak Ira menyerahkan pengiriman melalui JNE. Mama Ana terdaftar sebagai pelanggan korporat JNE Kupang.
“Mengapa memilih JNE sebagai mitra pengiriman, karena keakuratan dan kelancaran komunikasi JNE lebih unggul, sehingga kebutuhan pengiriman Mama Ana dapat terpenuhi dengan baik. Dan sejak 13 tahun lalu kami sudah bekerja sama dengan JNE, bahkan telah menjadi pelanggan tetap JNE,” ujar Kak Ira.
Selain itu, menurut Kak Ira, Mama Ana juga menjual produk secara online, baik melalui Instagram maupun situs web Mama Ana, karena segera akan meluncurkan toko e-commerce sehingga pelanggan dapat membeli produk langsung di situs web Mama Ana.(*)
Ikutlah berita melalui GOOGLE NEWS







