Makna Kesiapan Perempuan di Tengah Perubahan Peran

– Peran wanita semakin kompleks. Di satu sisi, terdapat tanggung jawab rumah tangga dan pekerjaan. Di sisi lain, ada harapan untuk tetap dalam kondisi sehat, tenang, serta mampu membuat keputusan penting untuk masa depan.

Bacaan Lainnya

Tekanan ini sering kali memengaruhi kondisi fisik dan mental. Banyak perempuan yang mengabaikan kesehatannya sendiri untuk memenuhi tugas di rumah maupun dalam lingkungan publik.

Pada saat yang bersamaan, muncul rasa cemas, kelelahan batin, hingga kebingungan dalam mengambil keputusan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dan kondisi keuangan keluarga.

Isu tersebut menjadi fokus dalam acara “Momspiration Day” yang diadakan pada hari Minggu (14/12/2025) di T-Space Bintaro, Tangerang Selatan.

Acara ini merupakan inisiatif dari Indonesia Women Fest Go To Community yang bertujuan menjadi ruang diskusi bagi para ibu dalam berbagi dan belajar bersama.

Great Eastern hadir dalam kegiatan ini guna memberikan penguatan di bidang ekonomi, kesehatan, serta perlindungan masa depan.

Sebagai informasi, Indonesia Women Fest Go To Community adalah bagian awal dari Indonesia Women Fest 2026, sebuah wadah yang menghubungkan perempuan Indonesia melalui berbagai kegiatan komunitas, pendidikan, dan diskusi.

Pembahasan mengenai kesiapan wanita dalam menghadapi berbagai risiko dalam kehidupan, mulai dari kesehatan, kondisi psikologis, hingga pengelolaan keuangan, disampaikan oleh Certified Financial Planner sekaligus Chief Partnership Distribution Officer Great Eastern Life Indonesia, Wieke Yunita.

Menurut Wieke, tekanan dari berbagai peran yang diemban sering kali membuat wanita mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Kesehatan fisik dan mental sering kali menjadi prioritas terbawah, padahal merupakan dasar penting dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Keadaan ini juga memengaruhi cara perempuan dalam mengambil keputusan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dan keuangan rumah tangga.

Rasa lelah, kecemasan berlebihan, hinggaoverthinkingdapat membuat wanita menjadi kurang tenang saat merencanakan masa depan.

Jika tidak segera ditangani, keadaan ini berisiko memengaruhi kesejahteraan keluarga serta lingkungan sekitarnya.

“Perempuan menghadapi berbagai bahaya, baik yang terlihat maupun yang sering kali tidak diketahui,” katanya.

Tiga dasar yang harus dimiliki oleh seorang wanita

Berdasarkan pendapat Wieke, terdapat tiga dasar pokok yang menunjukkan kesiapan wanita dalam menghadapi berbagai peran dalam kehidupan.

Dasar pertama adalah kesehatan. Kondisi tubuh yang terjaga dianggap sebagai fondasi agar perempuan mampu melakukan berbagai aktivitas, mengambil keputusan, serta menjalani tanggung jawab dengan lebih tenang.

“Kondisi tubuh yang sehat memungkinkan perempuan untuk bergerak, berpikir, dan merencanakan masa depan dengan lebih baik,” kata Wieke.

Pilar kedua ialah menjadi seorang perempuan yang senantiasa memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan. Literasi dianggap sangat penting karena perempuan memiliki peran kunci dalam membentuk generasi, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Perempuan harus terus belajar dan meningkatkan pemahaman mereka, termasuk melalui kelompok yang saling mendukung,” ujar Wieke.

Pilar ketiga ialah kesiapan menghadapi ancaman dalam kehidupan. Menurut Wieke, ancaman selalu muncul, baik yang berkaitan dengan kesehatan, kondisi psikologis, maupun tantangan-tantangan lainnya. Oleh karena itu, kesiapan merupakan hal yang tidak boleh diabaikan.

“Kita memahami adanya risiko dan tantangan yang akan datang, oleh karena itu perempuan perlu lebih siap menghadapinya,” katanya.

Selain dasar tersebut, Wieke juga menekankan pentingnya menjaga pikiran sebagai langkah pertama. Ia menyoroti kecenderungan perempuan mengalami kecemasan berlebih yang memengaruhi kesehatan.

Overthinkingdan rasa cemas dapat memicu keluhan fisik. Merawat pikiran merupakan tindakan kecil yang penting,” kata Wieke.

Menurutnya, mengurangi kecemasan dan mulai memenuhi diri dengan hal-hal yang baik dapat membantu perempuan menjalani kegiatan dengan lebih mudah. Lingkungan yang mendukung, komunitas yang baik, serta akses terhadap pendidikan dianggap memiliki pengaruh besar dalam proses ini.

Kesiapan seorang perempuan juga tidak dapat dipisahkan dari kemampuan dalam mengelola keuangan. Wieke menganggap disiplin keuangan sebagai bagian dari upaya untuk menurunkan risiko di masa depan.

“Prinsipnya mudah, pengeluaran tidak boleh melebihi pemasukan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan yang disiplin sebaiknya dimulai dari awal, termasuk di dalam keluarga, agar menjadi kebiasaan yang dapat bertahan lama.

Money managementitu penting, agar perempuan dan keluarga tidak terbiasa hidup dengan kesenjangan yang terlalu besar,” ujar Wieke.

Melalui Indonesia Women Fest Go To Community: Momspiration Day, perempuan di ajak untuk lebih menyadari, lebih siap, dan lebih percaya diri menghadapi masa depan. Dengan bekal kesehatan, literasi, serta kesiapan mental dan finansial, perempuan diharapkan mampu berjalan dengan lebih tenang dalam menjalani berbagai peran dalam kehidupan.

“Kesiapan yang lebih baik memungkinkan perempuan menjalani berbagai tugas dengan rasa percaya diri yang lebih besar,” ujar Wieke.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *