Lonjakan kunjungan mal saat Nataru, ritel Malang optimistis meski daya beli menurun

Libur akhir tahun kembali menjadi momen yang dinanti pelaku industri ritel di Kota Malang.

Bagi pengelola pusat perbelanjaan, periode Natal dan Tahun Baru bukan hanya sekadar musim liburan, tetapi juga fase penting yang mampu menggerakkan arus kunjungan dan transaksi di pusat belanja.

Bacaan Lainnya

Di berbagai mal di Malang Raya, peningkatan aktivitas masyarakat mulai terlihat sejak memasuki masa libur sekolah dan cuti bersama.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya, Suwanto, menyampaikan bahwa periode Nataru selalu menjadi “big season” yang diandalkan pengelola mal untuk menjaga okupansi serta perputaran ekonomi ritel.

Menurutnya, hampir seluruh mal telah mempersiapkan strategi khusus untuk menarik minat pengunjung, mulai dari dekorasi tematik bernuansa perayaan akhir tahun hingga program promosi yang melibatkan banyak tenant.

Ia menjelaskan bahwa setiap pusat perbelanjaan berusaha menghadirkan konsep berbeda agar tetap kompetitif dan memiliki daya tarik tersendiri di mata pengunjung.

Selain diskon dan promo belanja, sejumlah event hiburan juga digelar untuk meningkatkan traffic.

Meski demikian, Suwanto mengakui bahwa tahun ini tantangan tetap ada, khususnya terkait penurunan daya beli yang turut berdampak pada omzet tenant.

Dibandingkan tahun sebelumnya, tren belanja masyarakat dinilai sedikit melemah.

Hal ini tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi, tetapi juga semakin banyaknya alternatif pilihan konsumsi, mulai dari perkembangan supermarket hingga maraknya platform belanja daring.

Situasi tersebut membuat pengelola mal dituntut lebih kreatif menjaga loyalitas pengunjung.

Sementara itu, Marcomm Manager Mal Malang Town Square, Sasmita Rahayu, mengungkapkan bahwa kunjungan ke pusat perbelanjaan tempatnya bekerja justru mengalami peningkatan cukup tajam selama masa libur Nataru.

Pada hari-hari biasa menjelang libur, jumlah pengunjung sudah mencapai sekitar 30 ribu orang, dan angka tersebut meningkat hingga sekitar 35 ribu pada akhir pekan.

Menurutnya, lonjakan kunjungan dipicu kombinasi antara libur sekolah, momen akhir tahun, serta program promosi besar-besaran yang digelar tenant.

Beragam penawaran menarik seperti potongan harga hingga 70 persen dan program beli satu gratis satu menjadi magnet utama bagi pengunjung.

Selain itu, kehadiran tenant baru dengan konsep unik terutama area selfie spot yang menyasar keluarga dan generasi muda turut memberi warna baru pada pengalaman berkunjung.

Sasmita menargetkan kenaikan kunjungan sekitar 30 persen pada periode liburan ini.

Meski optimistis, ia menyebut bahwa faktor eksternal tetap memengaruhi dinamika pengunjung, seperti kondisi cuaca ekstrem maupun persaingan dengan destinasi wisata dan kafe yang kini juga menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan.

Walau harus berbagi ceruk dengan berbagai alternatif hiburan, pusat perbelanjaan di Kota Malang tetap menunjukkan geliat positif.

Dengan kombinasi promosi, konsep tenant yang lebih segar, dan penyelenggaraan event hiburan, para pelaku industri ritel berharap momentum Nataru mampu menjaga denyut ekonomi mal hingga pergantian tahun.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *