Lebih baik tidak liburan kalau mau hemat, sejatinya healing itu butuh uang

Saya tergelitik dengan Topik Pilihan dari yang mengambil tema “hemat biaya liburan” sehingga saya pun memberanikan diri untuk menuliskan apa yang berada di dalam isi kepala.

Liburan sendiri merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dalam upaya melepaskan rasa penat dari rutinitas keseharian. Liburan biasanya dilakukan seseorang tidak di dalam kota tempatnya berdomilisi. Biasanya seseorang akan memutuskan liburan ke luar kota demi bisa menikmati suasana baru.

Bacaan Lainnya

Memang sih, ada orang yang juga tetap melakukan liburan meski di dalam kota saja. Biasanya mereka yang liburan di dalam kota memilih untuk melakukan beberapa kegiatan seperti staycation, pergi ke mall atau rekreasi ke taman-taman dalam kota yang iconic.

Kurang lebih, makna liburan sebenarnya adalah bebas dari rutinitas harian dan sejenak melupakan tentang rutinitas itu dengan cara melakukan aktivitas lain yang sifatnya rekreasi.

Pekerja kantoran akan mengambil cuti demi bisa liburan ke luar kota, sejenak tidak memikirkan seabrek tugas di kantor.

Ibu rumah tangga yang memilih liburan agar tidak melakukan berbagai kegiatan seperti menyapu, beberes rumah, masak dan lain sebagainya demi menjaga kesehatan mentalnya.

Seorang anak yang diajak orang tuanya liburan dan sejenak melupakan kewajiban sebagai seorang siswa yang harus belajar demi mendapat nilai bagus di sekolah.

Yang jadi pertanyaan, bisa gak sih liburan hemat? Kalau saya pribadi sih gak bisa! wkwkwk. Sebab memang liburan sejatinya memerlukan uang untuk ongkos transportasi, biaya akomodasi selama di luar kota dan masih banyak lagi biaya lain yang diperlukan.

Artikel ini tidak berarti mengajarkan kalian untuk boros ketika sedang liburan. Namun alangkah baiknya jangan lakukan sesuatu yang justru membuat kita stress (berhemat maksimal) ketika berlibur padahal tujuan utama adalah bersenang-senang.

Ketika liburan harus berhemat sedemikain lupa, maka kita justru akan makin kepikiran dab bertanya dalam hati, “sudah berapa rupiah yang dikeluarkan di hari pertama liburan?”

Bukankah ketika memang hendak berniat liburan ke luar kota, sudah dipersiapkan segala sesuatunya? Budget untuk liburan merupakan urutan pertama yang harus kita persiapkan jika ingin pergi berlibur.

Beberapa biaya yang dikeluarkan ketika liburan ke luar kota misalnya saja:

1. Biaya Akomodasi

Biaya akomodasi ini cukup kompleks, salah satunya biaya penginapan dan biaya transportasi.

Kalau liburan nginapnya di rumah saudara mungkin tidak perlu memikirkan biaya hotel. Tapi apa iya kita mau liburan gratisan? Kan sungkan juga. Meskipun nginap di rumah saudara, kita juga setidaknya menyumbang uang untuk konsumsi dan beberapa printilan biaya lain.

Nah, kalau mau liburan mandiri tanpa menggantungkan gratisan dari saudara, maka biaya penginapan merupakan penyumbang budget terbesar ketika liburan ke luar kota. 

Setelah itu biaya konsumsi juga wajib diperhitungkan karena ketika liburan, makan merupakan sumber energi agar bisa menikmati momen liburan secara maksimal. Kalau tidak ingin makan saking hematnya, kamu bisa sakit di kota tujuan berlibur dan pastinya bikin repot orang lain donk!

Selain itu juga ada biaya transportasi yang pastinya wajib diperhitungkan ketika memutuskan untuk liburan ke luar kota bahkan di dalam kota sekalipun.

Biaya transportasi meliputi tiket perjalanan, biaya BBM kendaraan jika menggunakan kendaraan pribadi untuk liburan ke luar kota.

Bahkan jika menggunakan kendaraan pribadi, kalian juga wajib memasukkan komponen biaya service kendaraan, biaya tol luar kota hingga biaya parkir. Hal ini dikarenakan ketika liburan biasanya kita akan berkunjung ke beberapa destinasi wisata dan ada biaya parkir jika bawa  kendaraan pribadi.

2. Biaya Hiburan

Biaya hiburan merupakan ongkos yang harus kita keluarkan ketika ingin mengunjungi beragam destinasi wisata di kota tujuan berlibur. Gak mungkin donk ketika liburan di luar kota, kita hanya berdiam diri di hotel karena takut uang habis saking ingin iritnya.

Biaya hiburan misalnya saja tiket masuk wahana permainan atau destinasi wisata yang diidam-idamkan untuk dikunjungi sejak lama.

Bayangkan dalam satu kota ada 10 destinasi wisata yang ingin kamu kunjungi maka setidaknya harus menyediakan budget untuk membeli 10 tiket masuk.

Lalu masak iya di dalam destinasi wisata tersebut kita tidak makan dan minum? Sambil berjalan menyusuri destinasi wisata pastinya lapar dan haus donk sehingga diperlukan dana segar (baca: uang) untuk beli camilan, minuman hingga makanan berat.

3. Biaya Tak Terduga

Namanya juga biaya tak terduga, kita tak akan pernah tahu kapan dikeluarkan. Misalnya saja kamu tiba-tiba sakit ketika liburan dan harus masuk IGD, maka mau tidak mau harus mengeluarkan biaya yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. 

Biaya tak terduga lainnya adalah biaya bagasi yang overweight manakala kamu liburannya menggunakan pesawat terbang sebagai moda trasnportasi.

Pergi liburan ke luar kota dalam kondisi bahagia banget, akhirnya belanja tak terkontrol. Ketika sudah sampai bandara dan melakukan check in serta menimbang barang bawaan ternyata overweight sehingga kamu harus mengeluarkan biaya ekstra agar barang-barangnya bisa ikut terbang bersamamu.

Mikirin Gimana Caranya Hemat, Liburan Jadi Tak Nyaman

Ketiga biaya di atas tentu sudah kamu persiapkan dengan matang sebelum berlibur ke suatu tempat. Sah-sah saja jika ingin memilih hemat ketika berlibur namun jangan jadikan hal tersebut menyiksamu sehingga tidak bisa mendapatkan esensi liburan sepenuhnya.

Sebab bagi saya, esensi liburan adalah melepaskan sejenak segala beban dari rutinitas harian, mendapat pengalaman baru dan tentu saja pulang dalam kondisi bahagia sehingga siap untuk menghadapi tantangan hidup berikutnya.

Jika masih memikirkan bagaimana caranya agar berlibur dengan hemat maka kita tidak leluasa dalam menikmati momen berlibur tersebut. 

Oleh karena itu persiapkan secara matang dan detail ketika kamu ingin berlibur ke suatu tempat agar tidak menyesal manakala pengeluaran ketika berlibur tidak sesuai ekspektasi. 

Buatlah anggaran untuk liburan jangan terlalu minim sebab kita tidak akan pernah tahu kondisi lapangan di kota tujuan berlibur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *