Tidak terhubung dengan dunia luar bukan penghalang untuk berkarya hingga menciptakan prestasi.
Hal tersebut terlihat dari semangat para tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Karangintan Kabupaten Banjar.
Sama-sama menyukai musik, sejumlah tahanan membentuk kelompok musik panting yang diberi nama Laskarin Band. Nama tersebut merupakan kependekan dari Lapas Narkoba Karang Intan.
Setelah tampil dalam berbagai kesempatan, Aji bersama rekan-rekannya berhasil memperoleh penghargaan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), yang kini menjadi bagian dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Musik panting, sebuah kesenian tradisional khas Kalimantan Selatan, dipilih oleh Lapas Narkotika Karang Intan sebagai alat pembinaan karena dianggap mampu menjadi sarana ekspresi sekaligus pelestarian adat.
Fasilitas seperti alat musik, ruang latihan, dan pengajar tersedia.
Aji, sebagai vokalis, bersama beberapa temannya memanfaatkannya. Mereka berlatih dan meningkatkan kreativitas mereka.
Lagu yang khas dikombinasikan dengan vokal, biola, gitar, drum elektronik, dan alat musik marawis yang sering mereka mainkan.
Aji menyampaikan bahwa bandnya pernah mengalami kesulitan dalam menciptakan keseimbangan antara musik tradisional dan modern.
“Kami pasti menghadapi kesulitan saat membangun kekompakan di awal pembentukan band ini. Namun berkat bimbingan Pak Ferry dan latihan harian, kami mampu melakukannya hingga mendapatkan penghargaan nasional,” katanya kepada BPost pada Selasa (16/12/2025).
Laskarin Band berhasil meraih Juara II dalam Kategori Inmates Got Talent yang diselenggarakan oleh Dirjen Pemasyarakatan 2024.
Penampilan mereka dianggap istimewa karena menggabungkan permainan panting yang penuh semangat dengan pengaturan kreatif lagu-lagu asli tanpa mengabaikan unsur budaya Banjar yang menjadi ciri khas musik panting.
“Pasti kami senang bisa meraih juara, penampilan band kami pada saat itu juga dapat dilihat di youtube PASTV Ditjenpas,” kata Aji.
Ditambahkan oleh Aji, penghargaan yang diraih serta keterampilan yang diperoleh dari seni panting ini dapat menjadi bekal baginya saat kembali beradaptasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi menyampaikan bahwa kegiatan seni seperti pembentukan Laskarin Band merupakan program yang berkelanjutan dalam menciptakan suasana pembinaan yang produktif, edukatif, dan berwatak, sesuai dengan semangat pemasyarakatan dalam membentuk manusia yang utuh.
Yugo menyampaikan bahwa pihak Lapas akan mendukung kreativitas para tahanan, khususnya dalam melestarikan musik tradisional panting.
“Untuk membuat musik tradisional ini kembali bangkit, ke depannya kami akan melakukan pembaruan pada alat musik, seragam, dan masukan agar musik panting ini menjadi lebih modern,” katanya.
Dengan terus memupuk minat dan bakat para tahanan melalui aktivitas yang terencana dan berkelanjutan, lapas narkotika karang intan berharap mampu menghasilkan individu yang lebih percaya diri, inovatif, serta siap memberikan kontribusi positif ketika kembali ke lingkungan masyarakat.(/Kristin Juli Saputri)







