Semakin banyak orang tua yang tergila-gila menyanyi. Ingin bukti? Coba ikuti acara berkumpul mereka yang termasuk lansia, yaitu yang berusia 60 tahun ke atas.
Mereka mungkin sedang berkumpul karena dulu pernah mengenyam pendidikan di sekolah atau universitas yang sama. Atau, berkumpul bersama para mantan karyawan dari sebuah instansi atau perusahaan tertentu.
Jangan bayangkan mereka seperti orang tua pada masa lalu yang hanya berkumpul saat ada acara pengajian, syukuran, tahlil, atau kegiatan lain yang bersifat agama.
Di acara reuni masa kini, unsur hiburan menjadi prioritas utama, selain sekadar makan bersama. Ya, acara ini agak mirip dengan pesta, sebagai hiburan karena mereka tetap mematuhi acara yang bersifat keagamaan.
Jadi, unsur hiburan biasanya ditunjukkan dengan memperkenalkan seorang pemain organ tunggal yang mengiringi para lansia yang berkumpul dan menyanyi.
Jika tidak ada pemain alat musik organ yang disewa, setidaknya tersedia satu set alat untuk bisa bernyanyi karaoke.
Bahkan, meskipun para penyanyi profesional diberi upah untuk tampil, para lansia yang hobi menyanyi akan memberikan suaranya sekaligus memberi uang sebagai tip kepada pemusik atau pengelola karaoke.
Karena sangat menyukai bernyanyi, dalam sebuah acara pertemuan para pensiunan karyawan bank di Jakarta Pusat, terdapat seseorang yang tampil menyanyi meskipun harus didorong oleh orang lain untuk berjalan.
Seseorang sedang berjalan dengan postur tubuh yang condong ke depan. Ternyata, suaranya masih terdengar indah. Dikabarkan, dulu ketika masih bekerja aktif, ia sering menyanyi dalam berbagai acara kantor.
Terdapat pasangan lansia yang menari dengan gerakan yang tampak lemah, namun semangat mereka tetap menyala.
Jangan melihat orang tua yang bernyanyi sebagai sesuatu yang tidak wajar, terlebih jangan menganggap mereka sebagai orang yang tidak memahami dirinya sendiri, lupa usia, atau mencoba tampil modis.
Dari sudut pandang ilmiah, menyanyi sebenarnya merupakan salah satu bentuk terapi untuk lansia, yang berarti bermain musik ternyata memiliki banyak manfaat.
Menghabiskan waktu dengan musik meliputi mendengarkan lagu, memainkan alat musik, atau sekadar menyanyi atau bermain-main dengan suara.
Berdasarkan pendapat Diane Snyder-Cowan, Direktur Elisabeth Prentiss Bereavement Center for Hospice of the Western Reserve di Cleveland, Amerika Serikat, musik mampu memberikan ketenangan bagi jiwa.
Lansia yang rutin bermain dan mendengarkan musik biasanya memiliki kondisi fisik yang lebih baik serta kesehatan mental yang lebih baik.
Selanjutnya, lansia tersebut juga memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Hal ini karena aktivitas bermain musik dan menyanyi biasanya dilakukan sambil berkumpul.
Sebuah studi pernah dilakukan di Universitas Helsinki, Finlandia, terhadap lansia yang berusia antara 75 hingga 95 tahun yang tinggal di panti jompo maupun rumah sakit.
Kegiatan musik yang dilakukan beragam, seperti menyanyi, menceritakan cerita, mendengarkan lagu, bermain alat musik, menari sesuai irama, serta menghargai seni.
Penelitian tersebut menyarankan agar kegiatan bermain musik dilakukan oleh lansia sepekan sekali, masing-masing berlangsung selama 1 jam dalam jangka waktu 5 bulan.
Akibatnya, lansia yang aktif terlibat dalam kegiatan musik mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri dibandingkan mereka yang tidak mengikuti paparan musik.
Kegiatan musik juga membantu lansia berkomunikasi lebih efektif, memiliki daya ingat yang lebih baik, serta suasana hati yang lebih stabil.
Berikut ini dijelaskan tiga keuntungan bermain musik secara teratur (minimal sekali dalam seminggu) bagi lansia.
Pertama, meningkatkan kualitas kesehatan mental. Musik memiliki kemampuan untuk menghidupkan kembali kenangan dan perasaan yang dalam.
Saat mendengarkan atau menyanyikan lagu yang bernuansa kenangan lama, akan memicu untuk mengingat kembali masa lalu.
Hal ini tentu sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup bagi penderita demensia.
Bukan hanya kesehatan mental, musik juga mampu mengurangi rasa sakit atau perasaan tidak nyaman tanpa memerlukan penggunaan obat.
Kedua, memotivasi untuk bergerak dan menjaga kesehatan fisik. Musik mendorong lansia melakukan aktivitas gerak, seperti menari, meregangkan tubuh, atau berolahraga ringan.
Bergerak secara bersamaan dapat meningkatkan kebugaran lansia, membantu memperkuat otot, serta memberikan manfaat positif bagi kesehatan jantung.
Ketiga, meningkatkan keterampilan komunikasi. Perlu dipahami, bagi sebagian lansia, bertambahnya usia dapat mengurangi kemampuan berkomunikasi.
Dengan rutin mendengarkan lagu dan bermain musik dapat meningkatkan kemampuan berpikir serta kemampuan berbahasa, yang secara bersamaan juga memperbaiki keterampilan berkomunikasi.
Oleh karena itu, jangan terburu-buru menganggap negatif para lansia yang senang berkumpul dan menyanyi. Mereka merasa bahagia untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka.
