Jalan Pagal-Beamese Manggarai rusak berat, Anton: Sudah banyak mobil jatuh ke jurang

Ringkasan Berita:

  • Jalan Kabupaten Pagal-Beamese, di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai rusak parah sekitar 4 kilometer (KM).
  • Dari Pagal Ibu Kota Kecamatan Cibal sampai cabang Desa Barang tidak separah saat memasuki wilayah Desa Gola.
  • Meskipun terdapat sejumlah titik badan aspal mulai terkelupas dan beralaskan bebatuan. 
  • Sedangkan ketika memasuki wilayah Desa Golo hingga memasuki Kampung Ringkas, Desa Perak ruas jalan rusak parah.

 

Bacaan Lainnya

Laporan Reporter, Robert Ropo

, RUTENG — Jalan Kabupaten Pagal-Beamese, di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai rusak parah sekitar 4 kilometer (KM).

Pantauan , Minggu (28/12/2025), dari Pagal Ibu Kota Kecamatan Cibal sampai cabang Desa Barang tidak separah saat memasuki wilayah Desa Gola.

Meskipun terdapat sejumlah titik badan aspal mulai terkelupas dan beralaskan bebatuan. 

Sedangkan ketika memasuki wilayah Desa Golo hingga memasuki Kampung Ringkas, Desa Perak ruas jalan rusak parah.

Sekitar 4 kilometer badan jalan yang terbuat dari aspal itu sudah terkelupas semua. 

Terkelupasnya badan aspal ini menyebabkan jalan berlubang-lubang.

Selain itu, di sejumlah titik tanjakan aspalnya sudah terkelupas semua dan sangat menyulitkan bagi kendaraan apalagi kendaraan mobil, sebab jalan penuh tebing dan jurang yang curam. 

“Sudah banyak mobil yang jatuh ke dalam jurang, apalagi motor karena jalan rusak ini. Untung ada beberapa titik kerusakan di tanjakan yang sudah diperbaiki dengan semen,”ujar Anton, salah satu warga kepada wartawan, Minggu (28/12/2025) pagi.

Anton mengatakan, sementara dari Kampung Ringkas sampai di Desa Beamese sudah dibangun aspal hotmix. 

“Kalau dari kampung Ringkas sampai Beamese itu sudah mulus jalanya. Kami pengguna jalan berharap agar Pemerintah dan DPRD sebagai wakil rakyat kami perhatikan jalan yang rusak ini,” ujar Anton. 

Warga lainya, Pankrasius juga menambahkan, masyarakat berharap agar jalan itu segera diperbaiki karena merupakan jalan strategis untuk akses masyarakat dari sejumlah desa seperti Desa Golo, Perak dan Desa Beamese.

Tentang Kampung Ringkas

Kampung Ringkas di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, adalah sebuah kampung di Desa Perak, Kecamatan Cibal, yang terkenal dalam penelitian sosial karena sistem kekerabatan Woe Nelu (tiga kelompok kekerabatan) yang mengatur hubungan pernikahan antar keluarga, terutama antara keluarga penerima istri (Anak Wina) dan keluarga pemberi istri (Anak Rona), menunjukkan struktur sosial yang kuat dengan tanggung jawab adat yang jelas. 

Masyarakatnya dikenal memiliki keunikan sosial budaya, termasuk tradisi adat, tarian, dan arsitektur khas Manggarai seperti Mbaru Niang, serta agama Katolik yang kuat, mencerminkan warisan budaya Flores Barat yang kaya akan tradisi leluhur dan pengaruh kolonial. 

Mata pencaharian utama penduduk Kampung Ringkas di Desa Perak, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai adalah sebagai petani dan pekebun. 

Berikut adalah rincian aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut:

 

1. Pertanian dan Perkebunan

Sebagai sektor utama, sebagian besar warga mengandalkan hasil bumi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Komoditas yang umum dihasilkan meliputi: 

Tanaman Pangan: Padi (sawah maupun ladang) serta jagung sebagai makanan pokok.

Tanaman Perkebunan: Komoditas andalan wilayah Manggarai secara umum adalah kopi dan cengkih yang menjadi sumber pendapatan utama bagi petani setempat. 

 

2. Peternakan

Selain bertani, penduduk juga memelihara hewan ternak untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual. Ternak yang umum dipelihara antara lain:

Babi, kerbau, dan sapi, yang juga memiliki peran penting dalam berbagai ritus adat Manggarai seperti upacara Sida atau acara kekeluargaan lainnya. 

 

3. Kerajinan Tangan

Para wanita di kampung-kampung Manggarai, termasuk di wilayah Cibal, seringkali memiliki keterampilan menenun Kain Songke. Meskipun biasanya dilakukan sebagai pekerjaan sampingan, hasil tenunan ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan dijual ke pasar atau melalui pesanan khusu. (rob)

Ikuti Berita di GOOGLE NEWS

Pos terkait