ACEH, https://mediahariini.com– Kota Langsa, Aceh, masih gelap karena dampak banjir bandang dan longsoran tanah yang terjadi dua minggu lalu.
Hingga Jumat (12/12/2025) malam, pasokan listrik di sebagian besar daerah masih belum pulih.
Situasi ini mendorong warga mencari kedai kopi yang dilengkapi genset agar bisa mendapatkan pasokan listrik untuk mencharger ponsel maupun perangkat kerja mereka.
Pengamatan di situs https://mediahariini.com pada beberapa lokasi, sebagian besar permukiman penduduk terlihat gelap.
Banyak rumah hanya menggunakan cahaya lilin atau api yang dihasilkan dari pembakaran limbah dan kayu.
Beberapa penduduk bahkan menyalakan sepeda motor atau mobil mereka dan mengarahkannya ke rumah agar lampu kendaraan mereka dapat berfungsi sebagai penerangan sementara.
Di tengah kegelapan kota, beberapa warung kopi justru terlihat terang karena memanfaatkan mesin pembangkit listrik.
Lokasi-lokasi ini selanjutnya menjadi pusat bagi penduduk yang memerlukan pasokan listrik.
Namun, tidak semua toko mampu menyediakan akses karena keterbatasan daya, sehingga penduduk harus mencari tempat yang masih memiliki slot pengisian.
Akibatnya, sebagian besar warung kopi yang menyediakan fasilitas tersebut ramai dikunjungi pelanggan.
“Sudah hampir tiga hari tidak ada aliran listrik,” ujar Zikri (17), seorang pelajar di Langsa, yang menyatakan bahwa pasokan listrik di rumahnya telah terputus selama dua hari terakhir.
Meskipun demikian, beberapa hari sebelumnya, listrik sempat menyala meski hanya di beberapa bagian kota.
Sudah dua hari lampu mati, sekarang sudah tiga hari. Katanya akan berlangsung sampai hari Minggu,recovery, kata Zikri saat diwawancarai di https://mediahariini.com, Jumat malam.
Di sisi lain, Dian (17), teman sekelasnya, mengatakan listrik pernah menyala tetapi tidak stabil.
Ini memicu tindakan protes dari warga, sehingga aliran listrik akhirnya benar-benar diputus.
“Kemarin sempat menyala tetapi tidak merata. Merasa tidak adil, ada di demo warga. Akhirnya, malah mati semua. Jadi sulit,” kata Dian.
Karena situasi tersebut, keduanya hampir setiap hari menyisihkan waktu untuk pergi ke kafe.
Bukan untuk bersantai, tetapi untuk memastikan ponsel mereka tetap menyala.
“Ya mau tidak mau, Bang. Listrik tidak menyala di rumah,” kata Zikri menegaskan.
Peristiwa ini tidak hanya melibatkan kalangan remaja.
Banyak orang dewasa juga terlihat membawa ponsel, baterai cadangan, hingga laptop hanya untuk tujuan mengisi daya.
Pemulihan Masih Jauh Dari Target
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan permintaan maaf atas ketidaksempurnaan sistem kelistrikan di Aceh.
Pemerintah gagal mencapai target pemulihan 93 persen jaringan listrik pada akhir pekan lalu.
“Saya yakin dan percaya bahwa masih terdapat banyak kekurangan, pasti ada hal-hal yang tidak pernah kita bayangkan terjadi di lapangan,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
“Oleh karena itu, pemerintah juga sangat prihatin secara mendalam, dan jika ada yang belum maksimal dalam pelayanan kami, kami mohon maaf,” tambahnya.
Penjelasan PLN
Berdasarkan laporan dari Kementerian ESDM pada 11 Desember 2025, tingkat pemulihan pasokan listrik di Aceh hanya mencapai 36 persen. Proses perbaikan terus dilakukan oleh PLN.
Wakil Presiden Eksekutif Departemen Komunikasi Perusahaan dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan lebih dari 1.400 petugas dikerahkan guna mempercepat proses pemulihan.
“PLN terus mempercepat pemulihan jaringan listrik Aceh di tengah tantangan medan yang sulit pasca-bencana banjir dan tanah longsor. Lebih dari 1.400 petugas gabungan dari seluruh Indonesia dikerahkan ke berbagai lokasi yang terdampak,” kata Gregorius kepada https://mediahariini.com, Jumat (12/12/2025).
Ia mengatakan, terdapat lima menara transmisi yang roboh dan tujuh menara lainnya rusak akibat banjir serta pergeseran tanah.
Situasi ini memutus sistem listrik Aceh dari jaringan koneksi Sumatera.
“Ini menjadi hambatan utama dalam proses pemulihan. Petugas bekerja selama 24 jam untuk membangun dan mengubah menara darurat agar perbaikan infrastruktur transmisi segera selesai,” ujarnya.
Selain perbaikan pada sistem transmisi, PLN juga melakukan perbaikan terhadap Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan Rendah (JTR), serta gardu induk distribusi di area yang terkena dampak.







