Korea Selatan Jadi Incaran Wisatawan Tiongkok



Ketegangan diplomatik antara Cina dan Jepang yang semakin memanas telah mengakibatkan perubahan signifikan dalam pola perjalanan wisatawan. Korea Selatan kini menjadi destinasi alternatif utama yang lebih terjangkau dan aman bagi wisatawan Cina, sementara Jepang mengalami penurunan tajam jumlah kunjungan dari negara tetangganya tersebut.

Konflik ini dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang menyiratkan kemungkinan intervensi militer Jepang dalam konflik Selat Taiwan. Beijing segera merespons, termasuk penerbitan peringatan perjalanan yang menyarankan warganya untuk menghindari Jepang sebagai tujuan wisata. Pelemahan nilai tukar won Korea telah menjadikan negara ini sebagai pilihan destinasi bernilai lebih baik bagi wisatawan Cina, sementara Jepang dianggap semakin mahal secara politik.

Bacaan Lainnya

Subramania Bhatt, CEO China Trading Desk perusahaan pemasaran dan teknologi perjalanan, menyatakan bahwa pelemahan won telah menjadikan Korea Selatan sebagai destinasi dengan nilai lebih baik bagi turis Cina. “Sementara Jepang menjadi mahal secara politik,” kata dia.

Pilihan Editor:

Kai Tak Sports Park, Wajah Baru Bandara Lama Hong Kong

Menurut data dari platform perjalanan Tiongkok, Qunar, Korea Selatan telah menggeser posisi Jepang sebagai tujuan penerbangan internasional terpopuler bagi warga Cina pada akhir pekan 15-16 November 2025, tepat setelah Beijing mengeluarkan peringatan tersebut. Ratusan ribu tiket pesawat ke Jepang dibatalkan.

Pengaruh pada Kunjungan Wisatawan

Organisasi Pariwisata Nasional Jepang melaporkan bahwa kedatangan wisatawan Cina pada November 2025 mencapai 562.600 orang, hanya meningkat 3 persen secara tahunan. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kumulatif 40,7 persen selama periode Januari hingga Oktober.

Meski total kedatangan wisatawan asing ke Jepang pada November meningkat 10,4 persen menjadi 3,52 juta orang, dan untuk 11 bulan pertama 2025 telah melampaui 39 juta kunjungan, melebihi rekor tahunan sebelumnya sebesar 36,87 juta. Namun, pertumbuhan dari Cina jelas melambat secara dramatis.

Beberapa agen perjalanan besar di Cina menangguhkan penjualan paket wisata ke Jepang, sementara maskapai penerbangan menawarkan pembatalan tiket secara gratis. Hal ini menyebabkan pengurangan dan penangguhan sejumlah penerbangan antara kedua negara.

Pergeseran Pola Perjalanan

Pergeseran pola perjalanan ini juga membuka peluang bagi negara-negara lain di kawasan Asia Timur, seperti Rusia dan sejumlah negara Asia Tenggara, yang turut mengalami peningkatan kunjungan wisatawan Cina. Namun, Korea Selatan tetap menjadi yang paling menonjol berkat perpaduan antara faktor ekonomi yang menguntungkan dan hubungan diplomatik yang semakin baik.

Data dari Organisasi Pariwisata Korea menunjukkan bahwa selama 10 bulan pertama tahun 2025, sebanyak 4,7 juta wisatawan Cina telah mengunjungi Korea Selatan. Angka ini telah melampaui total kunjungan sepanjang tahun sebelumnya. Tren positif ini semakin diperkuat oleh membaiknya hubungan bilateral antara Beijing dan Seoul, termasuk kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Korea Selatan pada Oktober 2025 untuk menghadiri Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Dengan kondisi saat ini, Korea Selatan diproyeksikan akan tetap menjadi destinasi wisata murah dan utama bagi wisatawan Tiongkok hingga akhir tahun 2025.

Pilihan Editor:

Grafiti-grafiti di Tembok Bogota

PUTRI AZ ZAHRA SUHERMAN

Pilihan Editor:

Dari Gunung ke Gunung di Dieng

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *