Klarifikasi Camat Air Periukan Terkait Penggerebekan dengan Guru PPPK Seluma Bengkulu

Inspeksi Mendadak Wakil Bupati Seluma ke Kantor Kecamatan Air Periukan

Wakil Bupati Seluma, Gustianto, melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Kecamatan Air Periukan. Inspeksi ini dilakukan setelah seorang Camat Air Periukan, Hajar Asmara, digerebek oleh warga karena dugaan perselingkuhan dengan seorang guru PPPK. Kejadian tersebut memicu reaksi dari masyarakat dan tokoh setempat.

Penggerebekan yang Menghebohkan

Penggerebekan Camat Air Periukan, Hajar Asmara (43), terjadi di sebuah kamar kos di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja, Seluma. Saat itu, Hajar Asmara ditemukan berduaan dengan Guru PPPK berinisial YR (35). Keduanya tidak lagi mengenakan pakaian lengkap, sehingga memicu kemarahan massa. Warga setempat langsung mengamankan keduanya ke Balai Desa.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, kecurigaan suami YR memicu penggerebekan. Informasi menunjukkan bahwa hubungan antara Hajar Asmara dan YR diduga telah berlangsung lama. Pada hari penggerebekan, Hajar Asmara sempat hadir di Kantor Kecamatan Air Periukan, lalu meninggalkannya menggunakan mobil dinas untuk bertemu YR. Setelah berganti kendaraan, keduanya menuju kosan di Desa Riak Siabun.

Penjelasan Camat dan Permintaan Maaf

Setelah penggerebekan, Hajar Asmara sempat tidak mau keluar ruangan saat Wakil Bupati Seluma, Gustianto, tiba di Kantor Kecamatan Air Periukan. Namun, akhirnya ia memberikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada Pemkab Seluma serta masyarakat. Ia menyatakan bahwa dirinya hanya berada di dalam kosan bersama guru PPPK tersebut, tanpa melakukan perbuatan seperti yang disebutkan warga.

Wakil Bupati Gustianto mengatakan bahwa camat akan menyampaikan pembelaan ini kepada tim Adhoc Inspektorat, karena proses perkara sedang berlangsung. Ia juga menegaskan bahwa pelayanan di Kantor Kecamatan Air Periukan harus tetap berjalan maksimal, meskipun ada kendala yang muncul.

Pernyataan Sekretaris Kecamatan

Sekretaris Kecamatan Air Periukan, Yengki Nasrul Hermawan, menegaskan bahwa pelayanan di kantor kecamatan tetap berjalan maksimal tanpa kendala. Ia menyebut bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap dilaksanakan sesuai tugas pokok dan standar operasional prosedur yang berlaku.

Reaksi Masyarakat dan Tokoh

Tokoh masyarakat Kecamatan Air Periukan, Kirman Efendi, menyayangkan tindakan Hajar Asmara. Ia menilai tindakan tersebut mencoreng nama baik Kecamatan Air Periukan dan tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin. Kirman meminta Camat Air Periukan dikenai sanksi adat untuk membuang sial dan membersihkan nama Kecamatan Air Periukan.

Ia juga mendukung langkah Bupati Seluma yang menonaktifkan Hajar Asmara sebagai Camat Air Periukan. Menurut Kirman, keputusan tersebut perlu diambil karena tindakan sang camat bukan hanya mencoreng Kecamatan Air Periukan, tetapi juga nama baik Kabupaten Seluma.

Kesepakatan Mediasi

Setelah penggerebekan, HA dan YR sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan. Mereka juga diminta untuk melakukan ritual cuci kampung. Kesepakatan ini disepakati saat mediasi di Balai Desa Riak Siabun.

Harapan dan Pelajaran Bersama

Wakil Bupati Gustianto menekankan agar peristiwa yang terjadi di Kecamatan Air Periukan dapat dijadikan hikmah dan pelajaran bersama. Ia menegaskan bahwa sebagai ASN, tindak dan tanduk harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Ia juga meminta agar pelayanan di Kantor Kecamatan Air Periukan tetap berjalan maksimal.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *