Kisah Kades Aunul Hias Belangian Aranio, Warga Gotong Royong Bangun Toilet Umum

https://mediahariini.com, MARTAPURA– Kondisi Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar kini terasa berbeda. Rasa kampung pegunungan yang sejuk dan hijau semakin kental, seiring perubahan besar dalam sikap masyarakat. Warga tidak lagi buang air besar di sembarang tempat. Hal ini terjadi setelah dibangunnya toilet umum serta adanya pasokan air bersih.

Perubahan ini tidak muncul secara tiba-tiba. Dengan kepemimpinan Pembakal Aunul Khair, Belangian secara perlahan melakukan penyusunan diri melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Bacaan Lainnya

Satu tindakan kecil, tetapi dampaknya terasa hingga ke setiap sudut desa yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Banjarbaru.

Belangian memiliki riwayat yang panjang. Nama desa ini berasal dari bahasa Dayak yaitu Balai yang artinya tempat berkumpul dan Nian yang mengacu pada makhluk halus.

Wilayah yang berada di sekitar Waduk Riam Kanan, yang dahulunya merupakan lahan pertanian milik warga Desa Kalaan dan sekitarnya, diresmikan pada tahun 1985. Saat ini, dengan jumlah penduduk sekitar 350 jiwa, Belangian tidak hanya dikenal sebagai Geopark Meratus ke-36, tetapi juga sebagai desa yang secara perlahan menunjukkan peningkatan kualitas hidup.

Kepala Desa Belangian, Aunul Khair, mengenang masa lalu ketika warga masih memiliki kebiasaan buruk yaitu buang air besar sembarangan (BHBS). “Melihat situasi tersebut, pemerintah desa melakukan perbaikan dan mengubah pola perilaku masyarakat desa,” ujar Aunul Khair, Jumat (12/12)

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi penduduk yang belum memiliki fasilitas toilet. Selanjutnya, pemerintah desa memberikan bantuan berupa bahan material. Sementara itu, pembangunan toilet dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat.

Perubahan mulai terlihat. Kebiasaan berubah menjadi kesadaran. “Dulu, orang-orang buang air besar di jamban di tepi sungai, sekarang tidak lagi. Karena di desa kami sudah memiliki sedikitnya 11 toilet. Ada yang milik umum dan ada yang dibangun bersama oleh warga secara bertahap sejak tahun 2017,” jelas Aunul Khair.

Selain itu, program STMB menyediakan fasilitas keran di depan rumah guna mempermudah kebiasaan mencuci tangan dengan sabun. “Kami berharap kebiasaan ini benar-benar terlaksana, bukan hanya sekadar teori,” ujar Aunul Khair.

Sosialisasi juga dilakukan terhadap para ibu rumah tangga agar bahan makanan seperti sayur, ikan, atau lauk lainnya dicuci secara benar sebelum dimasak. Bahkan, menurut Aunul Khair, dalam hal air minum, masyarakat memiliki dua pilihan. Sebagian memilih menggunakan air dari tempat isi ulang yang dianggap lebih bersih. Sementara itu, sebagian lainnya memilih merebus air di rumah. “Yang terpenting adalah air yang dikonsumsi harus aman dan sehat,” ujar Aunul Khair.

Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari teks tersebut: 1. Masalah sampah juga mendapat perhatian khusus. Pemerintah desa secara rutin memberikan sosialisasi, baik melalui pertemuan warga maupun pengajian. Terdapat sebuah bank sampah yang dibentuk untuk mendorong warga memilah sampah rumah tangga. Meski belum menghasilkan dampak ekonomi signifikan, bank sampah ini membuat lingkungan lebih bersih. Warga juga mulai membawa tas belanja sendiri saat berbelanja. 2. Selain itu, isu sampah juga menjadi fokus pemerintah desa. Penyuluhan dilakukan secara berkala melalui pertemuan warga dan pengajian. Sebuah bank sampah didirikan guna meningkatkan kesadaran warga dalam memilah sampah rumah tangga. Meskipun belum memberikan manfaat ekonomi besar, bank sampah ini telah membantu menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat juga mulai menghindari penggunaan plastik saat berbelanja. 3. Permasalahan sampah juga mendapatkan perhatian serius. Pemerintah desa rutin melakukan sosialisasi, baik melalui pertemuan warga maupun pengajian. Adanya bank sampah diharapkan dapat mendorong warga untuk memilah sampah rumah tangga. Meski belum memberikan dampak ekonomi yang besar, bank sampah ini berhasil menjaga kebersihan lingkungan. Warga juga mulai membawa tas belanja sendiri ketika berbelanja. 4. Sampah juga menjadi perhatian pemerintah desa. Sosialisasi dilakukan secara berkala melalui pertemuan warga dan pengajian. Untuk meningkatkan kesadaran warga, dibentuklah bank sampah sebagai upaya memilah sampah rumah tangga. Meski belum memberi dampak ekonomi yang signifikan, bank sampah ini membantu menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat juga mulai mengurangi penggunaan plastik saat berbelanja. 5. Masalah sampah juga mendapat perhatian dari pemerintah desa. Penyuluhan dilakukan secara rutin, baik melalui pertemuan warga maupun pengajian. Bank sampah dibentuk untuk mendorong warga memilah sampah rumah tangga. Meski belum memberikan dampak ekonomi besar, bank sampah ini telah membantu menjaga kebersihan lingkungan. Warga juga mulai membawa tas belanja sendiri saat berbelanja.

Sebaliknya, mereka memakai kantong dari kain bekas yang diperbaiki kembali.

Bahkan, terdapat pula pengelolaan air limbah. Dulu, air bekas dari dapur dan cucian dibiarkan mengalir tanpa pengendalian. Namun sejak tahun 2017, pemerintah desa memberikan insentif untuk pembuatan lubang penyerapan. Warga yang membangun resapan mendapatkan subsidi dari pemerintah desa sebesar Rp 500 ribu.

Perubahan tingkah laku masyarakat bukan hanya terkait dengan jamban atau sampah. Namun, bagaimana sebuah desa kecil di kaki Pegunungan Meratus menciptakan kesadaran hidup bersih yang berasal dari diri sendiri.

“Harapan kami sederhana, Belangian bersih, sehat, dan nyaman bagi semua,” kata Aunur Khair.

Bahkan, karena hal itu, Desa Belangian meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu GERMAS Award tingkat Kabupaten Banjar dan STBM Award tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang secara langsung diserahkan oleh Bupati Banjar, pada 17 November lalu.

Sa’diah, penduduk Belangian, bersyukur kini desanya telah lebih stabil dan memiliki fasilitas yang memadai. “Jadi meskipun ada pengunjung datang, mereka bisa berwisata ke Kahung melalui Belangian dengan lebih nyaman, karena air bersih tersedia di beberapa titik depan rumah warga secara gratis,” ujarnya.(https://mediahariini.com/nurholis huda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *