Kisah Harry Maringka, dari ring tinju ke pelayanan gereja, sudah 4 bulan di panti werdha

Ringkasan Berita:

  • Korban meninggal kebakaran Panti Werdha Ranomuut, Paal Dua, Manado teridentifikasi.
  • Sebanyak 4 jenazah teridentifikasi akan diserahkan ke pihak keluarga
  • Salah satunya yakni Yansen Harry Maringka

 

Bacaan Lainnya

– Jenazah Yansen Harry Maringka (65), salah satu korban kebakaran di Panti Werda Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, kota Manado, Sulut, diserahkan pada pihak keluarga di ruang jenazah RS Bhayangkara Manado, Selasa (30/12/2025). 

Isak tangis keluarga dan handai taulan mengiringi penyerahan tersebut. 

Salah satu yang terlihat berduka adalah Roy. 

Roy adalah sahabat kekal dari Harry. 

Terlihat ia memegang peti jenazah Harry dengan penuh kasih sayang, seperti layaknya memegang sang sahabat.

Dari kaca peti jenazah, ia melihat sang sahabat masih dalam keadaan utuh. Bahkan mengenakan jas. 

Roy tiba lebih awal di RS Bhayangkara. 

Ia tak ingin kehilangan momen sedetik pun bersama sang sahabat, meski sudah terbujur kaku. 

Harry adalah satu satunya korban yang ditemukan dalam keadaan utuh dalam kejadian kebakaran itu. 

Harry terinformasi ditemukan dalam kamar mandi. 

Kepada Tribun manado Roy bercerita tentang sahabatnya itu. 

“Saya kenal dia dari lama sekali,” kata dia. 

Ia menuturkan, Harry semasa mudanya adalah seorang petinju. 

Kemudian ia jadi tukang parkir. 

“Lalu ia bertugas sebagai Panji Yosua di Gereja GMIM Bethesda Manado,” kata dia. 

Setahunya, tugas Harry sangat krusial sebagai Panji Yosua. 

Ia kerap mengatur parkir di Gereja plus lalu lintas. 

“Dia kerja sangat rajin,” kata dia. 

Menurut dia, anak Harry telah meninggal beberapa waktu lalu. 

Dia tak terlalu tahu alasan Harry dipindah ke Panti. 

Beber dia, Harry kerap menetap di Gereja. 

“Dia sudah empat bulan di Panti, lantas kejadian itu terjadi,” katanya. 

Dirinya bercerita, terakhir kali bertemu sahabatnya itu pada beberapa bulan lalu. 

Kala itu, Harry membawa sepeda motor. “Ia membonceng saya,” karanya.

Di mata Roy, Harry adalah orang yang sangat baik. Dia suka menolong.

“Baik sekali, suka senyum, suka tegur orang,” katanya. 

Grace Maringka keluarga terdekat Harry mengatakan, pihak keluarga bersyukur karena jenazah Harry akhirnya bisa diidentifikasi. 

Sebut dia, pihaknya akan menggelar ibadah pemakaman untuk Harry. 

Dikatakannya, Harry memang sudah sebatang kara. 

Seorang anggota keluarga lainnya membeber, Harry sesungguhnya sudah agak pincang. 

Tapi itu tak menghalangi pekerjaannya sebagai anggota Panji Yosua. “Dia figur yang sangat rajin,” katanya. (Art) 

4 Jenazah Teridentifikasi

Sebanyak empat jenazah korban jiwa dalam kebakaran Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulut, berhasil 

diidentifikasi oleh Polda Sulut.

Empat nama tersebut disebut dalam konferensi pers di rumah sakit Bhayangkara Manado, Selasa (30/12/2025).

Keempatnya adalah Herry Lombogia (70) alamat Kelurahan Winangun Satu, Kecamatan Malalayang, Manado, Jansen Maringka (65) alamat Kelurahan Ranotana, Kecamatan Sario, Oli Klara Kemur (85) alamat Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua Merry Baramuli Dengah (83) alamat Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan melalui Kabid Dokkes Kombes Pol Tasrif menuturkan, identifikasi berhasil dilakukan setelah pihaknya berhasil mencocokkan ante mortem dan post mortem.

“Kami bekerja sejak pukul delapan malam untuk mencocokkan data ante mortem dari keluarga dan pos mortem dari hasil penyelidikan dan selanjutnya dilakukan rekonsiliasi,” katanya.

Ia menuturkan jenazah keempat korban teridentifikasi melalui medis dan properti dengan jenazah.

Ungkap dia, keempat jenazah akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di pekuburan Pemkot Manado.

Untuk 12 jenazah lainnya, kata dia, tengah dalam proses identifikasi.

“Kami tengah memeriksa DNA,” kata dia.

Ia menuturkan, waktu pemeriksaan selama dua pekan.

Daftar Nama Jenazah Korban Kebakaran Panti Werda Damai Manado Yang Berhasil Diidentifikasi:

– Herry Lombogia (70) alamat Kelurahan Winangun Satu, Kecamatan Malalayang, Manado,

– Jansen Maringka (65) alamat Kelurahan Ranotana, Kecamatan Sario,

– Oli Klara Kemur (85) alamat Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua

– Merry Baramuli Dengah (83) alamat Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua.

(/Art)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *