King Cup 2025 – Terganggu di kaki tetap bisa ke final, Shi Yu Qi belajar dari performa rival seangkatan Alwi Farhan

Pebulu tangkis tunggal putri China, Shi Yu Qi, melaju ke final King Cup 2025 setelah mengalahkan Alex Lanier (Prancis).

Shi mengalahkan Lanier 21-15, 21-17 pada laga semifinal yang berlangsung di Shenzhen Bay City Sports Center, Shenzhen, China, Jumat (26/12/2025)

Bacaan Lainnya

King Cup adalah turnamen khusus tunggal putra yang digagas legenda tunggal putra China, Lin Dan, untuk para pemain terbaik tunggal putra dunia.

Namun, tidak semua pemain diundang dalam laga yang langsung memainkan babak perempat final sejak 26 Desember itu.

Hadiah uang besar, pelayanan berkualitas terhadap atlet yang bertanding, dan penyelenggaraan yang profesional menjadi cara Lin Dan untuk menarik para pemain top untuk berpartisipasi.

“Secara keseluruhan, kami membuat cukup banyak kesalahan. Tetapi, dalam banyak reli panjang ada permainan yang sungguh spektakuler,” kata Shi dalam wawancara setelah laga dilansir dari Instagram King Cup.

“Saya rasa pemain muda khususnya Lanier secara keseluruhan penampilannya sangat baik. Dia terlihat sangat tenang baik saat menyerang maupun bertahan di lapangan. Saya juga berusaha keras untuk bersaing dengannya dan belajar darinya.”

Shi pernah dikalahkan Lanier pada perempat final Japan Open 2024 (Super 750) yang mengantar rival seangkatan Alwi Farhan menjadi juara saat berusia 19 tahun.

Namun, Shi membalasnya pada final Japan Open 2025 dengan menjadi juara dan Lanier harus puas menjadi runner-up.

Shi yang sempat kakinya melepuh pada final BWF World Tour Finals 2025 mengaku menahan rasa sakit selama bertanding.

Namun, dia mengatasinya dengan menggunakan paint killer demi bisa bertemu dengan Kento Momota (Jepang) sampai bisa melaju ke final.

“Secara keseluruhan, alur dan tata letak (turnamen) sangat bagus. Atmosfer penonton sangat baik dan pengaturan logistik secara keseluruhan sangat baik. Saya juga merasa sangat terhormat telah diundang oleh Lin Dan,” tutur tunggal putra nomor satu dunia itu.

King Cup menghadirkan hadiah uang sebesar 3 juta yuan (7,1 miliar rupiah) dengan 1,2 juta yuan (Rp2,8 miliar) diberikan kepada pemenang.

Hadiah juaranya lebih besar dari hadiah juara China Open 2025 sebagai turnamen terbuka dengan level tinggi dengan hadiah 140 ribu dolar AS (Rp 2,3 miliar).

“Saya mencoba tidak memikirkannya meski saya menang atau tidak. Saya melihatnya sebagai pengalaman berharga untuk saya sendiri. Saya belajar banyak dari dua pertandingan saya,” ucap Shi saat ditanya soal uang hadiah King Cup.

Shi akan menghadapi Anders Antonsen (Denmark) yang merupakan juara edisi tahun lalu. Antonsen melaju ke final setelah menundukkan Jonatan Christie, 21-13, 21-19.

Sementara itu, Lanier akan memperebutkan peringkat ketiga dengan Jonatan.

“Ini bukan pertandingan terbaik saya. Bagaimanapun saya merasa sedikit tertekan. Sudah lama saya tidak bermain di turnamen,” aku Lanier.

“Saya senang dengan beberapa pukulan dan reli yang berhasil saya lakukan, tetapi secara keseluruhan cukup membuat frustrasi.”

Lanier juga menjelaskan persiapannya menghadapi perebutan peringkat ketiga.

“Pertama, saya akan melakukan recovery. Menurut saya, intinya hanya bermain sedikit lebih baik, sedikit lebih rileks, dan berusaha untuk menjadi lebih baik,” ucap Lanier.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *