Kim Kardashian dan Kanye West, yang dikenal sebagai pasangan selebritas paling terkenal di dunia, baru-baru ini membuat hari ulang tahun seorang remaja berusia 16 tahun menjadi lebih istimewa. Mereka bertemu dengan putra Alton Sterling, yaitu Cameron Sterling, saat menghadiri konser rapper tersebut di Los Angeles. Justin Bamberg, pengacara Cameron, membagikan foto bersama pasangan selebritas itu di Twitter dan menulis, “Shoutout kepada @kanyewest dan @kimkardashian atas perhatian mereka pada ulang tahun ke-16 klien saya #CameronSterling, putra tertua dari #AltonSterling.”
Meskipun pertemuan ini pasti menjadi momen yang sangat berharga bagi Cameron, ada banyak hal lain yang lebih penting dari sekadar bertemu dua bintang besar. Kim dan Kanye tidak hanya memberi hadiah ulang tahun, tetapi juga menyuarakan dukungan untuk gerakan Black Lives Matter setelah kematian ayah Cameron.
Alton Sterling, ayah Cameron, tewas oleh polisi di luar toko ritel di Baton Rouge, Louisiana, pada Juli lalu. Saat itu, ia sedang menjual CD ketika polisi mendapat laporan bahwa dia mengancam seseorang dengan senjata api. Menurut polisi, Alton terbukti membawa senjata selama interaksi tersebut.
Setelah kejadian tersebut, Kanye mengunggah tweet singkat yang berisi kata “Alton Sterling” beserta tautan video kejadian tersebut. Ia juga menyisipkan referensi tentang Black Lives Matter dalam lagu “Freestyle 4” di album The Life of Pablo. Sementara itu, Kim menulis sebuah blog post di situs resmi miliknya, menjelaskan pentingnya gerakan ini dan mengkritik penggunaan hashtag sebagai bentuk dukungan yang tidak cukup.
Dalam postingannya, Kim menyampaikan rasa marah dan sedih atas kematian Alton Sterling dan Philando Castile, dua pria kulit hitam yang tewas karena tindakan polisi. Ia menulis bahwa ia ingin anak-anaknya tumbuh dengan merasa hidupnya bernilai. Ia juga menekankan pentingnya menggunakan suara secara damai untuk meminta perubahan dalam sistem peradilan agar kekerasan tidak lagi diabaikan.
Kedua pernyataan ini tentu saja memiliki makna besar bagi Cameron, terutama karena ia harus menghadapi kesedihan akibat kematian ayahnya. Pertemuan dengan Kim dan Kanye, yang tidak diam setelah insiden tersebut, mungkin menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti baginya.
Selain itu, Kim juga menjelaskan penampilannya yang mencolok di Met Gala. Ia mengenakan busana Balenciaga dalam warna hitam penuh, yang sesuai dengan tema “American Independence”. Di media sosial, ia menjelaskan bahwa gaya ini merupakan representasi dari apa yang lebih Amerika daripada baju T-shirt dari kepala hingga kaki. Ia juga membagikan foto-foto behind the scene dan beberapa gambar bersama Demna Gvasalia, direktur kreatif Balenciaga.
Penampilan ini mengingatkan pada gaya yang pernah ia gunakan saat mendukung Kanye di acara peluncuran albumnya, Donda. Seorang sumber mengatakan bahwa Kim mengenakan busana ini sebagai bagian dari pernyataan fashion baru, tanpa logo dan tanpa wajah, namun semua orang tahu itu adalah dirinya.
Di acara setelah Met Gala, Kim mengenakan celana leggings hitam dan gaun panjang, serta kacamata hitam besar. Meski tidak mengenakan masker seperti di Met Gala, ia memilih ponytail yang lebih pendek.
Pada Agustus lalu, Kim mengakui bahwa Kanye memberinya kepercayaan diri untuk mengekspresikan diri sendiri. Ia mengatakan bahwa ia dulu khawatir akan dianggap tidak disukai, tetapi hubungan dengan Kanye mengajarkannya untuk menjadi diri sendiri dan hidup dalam momen sekarang.
Tidak hanya itu, Kim dan Kanye juga pernah bertemu dengan Presiden Uganda Yoweri Museveni. Mereka memberi hadiah sepatu Yeezy dan membahas cara meningkatkan pariwisata di negara Afrika tersebut. Namun, mereka tidak mengkritik catatan hak asasi manusia Museveni, terutama terkait hak LGBTQ.










