Setelah bulan lalu, Koteka Trip 11 mengunjungi Museum Nasional atau yang lebih terkenal dengan nama museum Gajah serta pesta jajan pasar di Sarinah, maka kali ini Koteka Trip 12 mengunjungi Pasar Natal di Blok M Hub, Jakarta Pusat.
Acara ini cukup bikin calon peserta deg deg plas, karena hingga hari Jumat jam 18.00 belum diumumkan yang terpilih. Baru jam 21.00 datang WA dari mbak Gana bahwa saya terpilih bersama 6 teman. Teman yang sudah kenal dan sering ketemu, seperti Amelya, Inong, Hida, serta Hani dan Bayu Fitri yang jarang ketemu. Uniknya di stasiun Kebayoran kita bertemu, tetapi karena mengenakan masker, saya kurang mengenalinya. Lalu ketemu satu teman baru, Olga. Esok harinya ada tambahan Riap Windu yang sudah saya kenal baik, dan pak John yang baru saya kenal saat ke Rangkas Bitung bersama Click.
Seharusnya panitia atau admin Koteka melakukan survey lokasi sebelum hari H, agar peserta tidak masuk dari akses masuk berbeda. Sebagian dari halte TJ, sebagian kumpul di gerbang Blok M Hub (Gojek) dekat Circle K.
Meski akhirnya kita ketemu, karena yang dituju adalah lorong yang dibangun dibawah terminal bus Blok M. Hanya sebagian dari sisi kiri, sebagian dari sisi kanan.
Menuruni tangga menuju lorong Blok M Hub, kita melihat hiasan dinding bermotif Betawi, sungguh menampilkan kearifan lokal.
Berjalan sebentar, kita sudah menemukan gerbang Pasar Natal (Christmas Market).
Pasar Natal ini adalah inisiatif dari Gubernur DKJ saat ini, Pramono Anum, guna menanamkan iklim toleransi di provinsi yang dipimpinnya.
Hanya saja, saat kita meninjau Pasar Natal ini, kita agak kecewa, karena tidak sesuai dengan bayangan kita.
Dari sekitar 60-70 gerai yang menggelar produknya di Pasar Natal ini sama sekali tidak ada yang menjual pernak-pernik Natal. Pasar Natal hanya diisi oleh pedagang UMKM binaan Disparekraf DKJ yang memamerkan dagangannya seperti busana, kosmetik, craft, kuliner dan lain-lain.Yang membedakan dari bazaar UMKM sebelumnya hanyalah hiasan daun dan lampu Natal pada setiap gerai dan adanya panggung besar di ujung belakang ruangan bernuansa Natal.Kita datang pada hari Sabtu 27 Desember 2025 pagi jam 10 WIB, ternyata Pasar Natal yang diselenggarakan dari tanggal 26-30 Desember 2025 ini masih sepi pengunjung, bahkan beberapa gerai nampak belum membuka gerainya saat kami datang. Mungkin sebaiknya berkunjung di sore hari sehingga semua gerai sudah terisi penuh.Sebagian dari kita tertarik pada gerai busana, ada yang mencoba, ada yang bersedia menjadi model untuk difoto, dan ada pula yang membeli.Beberapa gerai kuliner yang menawarkan contoh (sample) kuliner, juga sempat dikunjungi. Beberapa peserta membeli camilan untuk oleh-oleh keluarga di rumah.Tak banyak yang bisa dieksplor, akhirnya kita berburu kuliner karena sudah menjelang waktu makan siang. Ada yang mengusulkan mencoba kuliner viral, namun antrenya panjang. Akhirnya, kita memilih Bakmi Berkat.Gerai Bakmi Berkat ini cukup minimalis, dengan kursi indoor untuk 20 pengunjung dan 10 pengunjung disisi outdoor.Menu pilihan cukup minimalis hanya bakmi ayam dan bakmi daging. Yang berbeda gerai ini menyediakan teh kembang lawang, enak juga karena baru pertama kalu mencobanya. Biasanya teh kembang telang.
Gerai ini rupanya perlu mendapat teguran dari Bank Indonesia, karena tidak menerima uang tunai, hanya QRIS.Akibatnya karena kita menerima uang jajan dari Koteka berupa uang tunai, maka terpaksa pemesanan dilakukan oleh wakil peserta yang memiliki QRIS, alias uang tunai masuk ke dompetnya, karena dia yang membayari peserta lain dengan saldo QRIS miliknya.Makanan cukup enak, not bad-lah dengan harga sekitar 29-39 ribu Rupiah plus pajak.Selesai bersantap, kita bubar, pulang ke rumah masing-masing. Demikianlah keseruan acara Koteka Trip 12, sampai jumpa lagi di Koteka Trip berikutnya.







