Ringkasan Berita:1. Idui (44), pedagang pakaian di Pasar Lemahabang, hanya bisa terpaku saat tiba di lokasi kebakaran karena kios miliknya sudah hangus tak tersisa.
2. Ia mengetahui kebakaran dari media sosial dan datang dengan harapan menyelamatkan barang, namun api sudah melalap seluruh kios yang berada di bagian tengah pasar.3. Kebakaran tersebut menghanguskan beberapa kios milik keluarga Idui, termasuk milik uwak dan adiknya. Api menyebar cepat sehingga para pedagang tidak sempat menyelamatkan harta benda.
Laporan Wartawan , Eki Yulianto
, CIREBON- Langkah Idui (44) terhenti begitu tiba di Pasar Lemahabang, Desa Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/12/2025) malam.
Api masih menyala, asap hitam membumbung dan kios yang selama ini menjadi tumpuan hidup keluarganya sudah tak berbentuk.
Ia datang dengan harapan bisa menyelamatkan barang dagangan.
Namun kenyataan berkata lain.
“Saya datang ke sini sudah habis semua, Pak,” ujar Idui lirih saat ditemui di lokasi kebakaran, Selasa (30/12/2025) malam.
Idui mengaku mengetahui peristiwa kebakaran bukan dari teriakan atau kabar langsung, melainkan dari media sosial.
“Tahunya dari medsos tadi. Kejadiannya sekitar jam 8.45-an kurang lebih,” ucapnya.
Kios pakaian milik keluarganya berada tepat di bagian tengah pasar, yang disebut-sebut sebagai titik awal munculnya api.
Posisi tersebut membuat kobaran api cepat merambat dan melahap seluruh isi kios tanpa ampun.
“Jualan pakaian, Pak. Kiosnya di tengah. Terbakar, habis semua,” jelas dia.
Tak hanya satu kios, kebakaran ini menghanguskan beberapa lapak milik keluarganya.
“Kalau saya sendiri satu kios, punya uwak satu, terus punya adik satu. Semuanya kena,” katanya.
Cepatnya api membuat para pedagang tak punya waktu untuk menyelamatkan harta benda.
Saat Idui tiba, api sudah membesar dan situasi tak lagi memungkinkan untuk masuk ke area kios.
“Cepat sekali apinya. Nggak sempat nyelametin apa-apa. Habis semua,” ujarnya.
Idui hanya sempat membantu menyelamatkan sebagian kecil barang milik kerabatnya.
“Cuma punya adik aja tadi, adik ipar, itu yang sempat diselamatin. Kalau punya saya, habis semua,” ucap Idui.
Soal kerugian, Idui belum bisa menaksir.
Seluruh dagangan ludes, sementara jumlah pasti barang yang terbakar belum dihitung.
“Kerugian belum tahu, Pak. Ini belum ditotal semuanya,” jelas dia.
Ia memperkirakan, jumlah kios di Pasar Lemahabang mencapai lebih dari 100 unit dan sekitar setengahnya terdampak kebakaran.
“Ada kali 100 lebih kios di sini. Yang terbakar mungkin setengahnya. Sekarang juga api masih terus merambat,” katanya, saat kejadian berlangsung.
Terkait penyebab kebakaran, Idui mengaku hanya mendengar informasi dari warga sekitar.
“Katanya ada yang bilang petir. Tapi saya juga nggak tahu pastinya,” ujarnya.
Kebakaran ini menjadi peristiwa yang tak pernah dibayangkan keluarganya.
Idui menyebut, kakaknya telah berjualan di Pasar Lemahabang sejak usia muda.
“Kakak saya sudah jualan sejak kecil. Umurnya sudah 40 tahunan, ya sudah jualan hampir 40 tahun. Dari kecil itu, baru kali ini terbakar,” ucap Idui.
Kini, yang tersisa hanya puing-puing kios dan bau hangus yang masih menyelimuti area pasar.
Bagi Idui dan keluarganya, kebakaran ini bukan sekadar musibah, melainkan titik terendah dalam perjalanan panjang mencari nafkah.
Diberitakan sebelumnya, hujan yang turun sejak sore tak mampu meredam kepanikan warga Desa Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/12/2025) malam.
Sekitar pukul 18.30 WIB, kobaran api tiba-tiba muncul dari bagian tengah Pasar Lemahabang, memecah kesunyian menjelang tutupnya aktivitas jual beli.
Dalam hitungan menit, api membesar. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat jelas dari Jalan Penghubung Lemahabang–Japura.
Warga sekitar dan pengguna jalan berkerumun menyaksikan api melalap kios-kios pasar tradisional tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengungkapkan dugaan sementara kebakaran berkaitan dengan cuaca ekstrem.
“Dari hasil wawancara di lapangan, ada dugaan sambaran petir sebanyak dua kali yang mengenai instalasi listrik pasar, sehingga menyebabkan hubungan arus pendek atau korsleting,” ujarnya.
Sebanyak 9 unit mobil pemadam dari total 11 pos Damkar diterjunkan dengan melibatkan sekitar 45 personel.
Pemadaman dilakukan dari empat arah untuk melokalisasi api.
Hingga sekitar pukul 22.00 WIB, api dilaporkan telah padam sepenuhnya dan proses pendinginan masih dilakukan.
Tidak ada laporan korban jiwa, sementara jumlah kios terbakar dan total kerugian masih dalam pendataan.
Penyebab pasti kebakaran Pasar Lemahabang masih diselidiki pihak berwenang.







