– Kebiasaan pagi yang salah ternyata dapat mengganggu kesehatan tubuh yang tidak disadari oleh banyak orang.
Oleh sebab itu, perlu mengetahui kebiasaan yang salah dan dapat mengganggu kesehatan itu seperti apa? Dan kebiasaan yang benar itu seperti apa?
Agar dapat mengetahui kebiasaan yang salah dan benar di pagi hari, simaklah artikel ini hingga selesai demi terciptanya kesehatan tubuh.
Tidak banyak orang menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari juga bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Banyak yang sudah minum obat secara rutin, tapi kolesterolnya terus naik karena masih banyak melakukan kebiasaan ini.
Penelitian menemukan bahwa melewatkan sarapan dikaitkan dengan tingkat kolesterol yang lebih tinggi, meskipun hal tersebut dapat menyebabkan penurunan berat badan.
Berikut beberapa alasan mengapa tidak makan pagi dapat meningkatkan kadar kolesterol, sebagaimana dilaporkan oleh Eating Well.
1. Mengganggu Ritme Sirkadian
Melewatkan makan pagi bisa mengganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh. Salah satu dari berbagai hal yang diatur oleh ritme sirkadian adalah metabolisme lemak.
Jika jam biologis tubuh terganggu, hal ini bisa mengubah beberapa gen dan enzim yang bertugas mengatur kadar kolesterol.
“Tanpa mengonsumsi sarapan pagi, enzim HMG-CoA reduktase hati yang bertugas mengatur kecepatan produksi kolesterol menjadi lebih aktif, sehingga menghasilkan peningkatan kadar LDL dan kolesterol keseluruhan,” ujar ahli gizi, Michelle Routhenstein.
Di sisi lain, makan pagi bisa membantu mengurangi lonjakan kolesterol yang sering terjadi ketika Anda bangun. “Secara umum, produksi kolesterol mencapai titik tertinggi di pagi hari, tetapi sarapan memberikan nutrisi yang dapat menyeimbangkan proses tersebut,” ujar Routhenstein.
2. Memicu Makan Berlebihan
Jika Anda sering mengemil makanan yang kaya akan karbohidrat atau lemak secara tidak sadar sepanjang hari, melewatkan sarapan bisa menjadi penyebab utamanya.
“Mengabaikan makan pagi bisa memicu perubahan metabolisme yang meningkatkan pembentukan kolesterol serta dapat menyebabkan kebiasaan makan berlebihan pada waktu mendatang,” ujar ahli jantung Dr. Randy Gould.
Ini sebagian disebabkan oleh perubahan hormon yang mengontrol selera makan.
Tubuh Anda merasa lapar kembali akibat kebutuhan nutrisi yang belum terpenuhi pada pagi hari.
Meskipun demikian, temuan penelitian berbeda-beda mengenai apakah melewatkan sarapan benar-benar menyebabkan Anda mengonsumsi lebih banyak makanan sepanjang hari. Beberapa studi menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat mengakibatkan asupan kalori total yang lebih sedikit. Namun, penelitian secara konsisten menemukan kadar kolesterol yang lebih rendah pada mereka yang tidak sarapan, baik mereka mengonsumsi kalori lebih banyak sepanjang hari atau tidak.
3. Kesehatan Pola Makan Secara Keseluruhan Bisa Menurun
Menghindari makan di pagi hari juga bisa memengaruhi kualitas pola makan Anda secara keseluruhan. Melewatkan sarapan sering kali menyebabkan konsumsi makanan yang lebih banyak tetapi kurang bernutrisi pada waktu berikutnya.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak makan pagi cenderung mengonsumsi lebih banyak lemak dan garam sepanjang hari dibandingkan dengan anak-anak yang sarapan. Hal ini penting karena konsumsi lemak jenuh dan garam berlebihan dapat merusak kesehatan jantung.
Selain itu, melewatkan sarapan bisa membuat sulit untuk mengonsumsi biji-bijian utuh dalam jumlah yang cukup, yang merupakan sumber karbohidrat, serat, dan mineral berkualitas tinggi, terutama di Amerika Serikat, di mana sereal gandum utuh adalah makanan sarapan yang umum.







