Kecelakaan selama uji coba pramusim Moto3 di Spanyol tidak terlalu memengaruhi keyakinan diri Hakim Danish menyambut musim penuh pertamanya dalam Kejuaraan Dunia Moto3 tahun ini.
Persiapan pembalap asal Malaysia di Sirkuit Jerez sempat terhambat pekan lalu akibat kecelakaan yang terjadi saat sesi berlangsung.
Kecelakaan ini merusak sepeda motor milik tim MSi Racing dan mengurangi waktu latihannya.
Namun, remaja berusia 18 tahun itu berhasil terhindar dari cedera parah dan berkomitmen untuk mengubah pramusim yang terganggu menjadi awal yang baik dalam Grand Prix Thailand pekan depan di Sirkuit Internasional Chang di Buriram.
Danish menyebut kejadian tersebut sebagai bagian dari proses belajar dalam balapan Grand Prix junior.
Ia menyatakan bahwa balapan di Asia dapat memberikan tingkat keakraban tertentu terkait iklim ketika ia beradaptasi dengan musim kompetisi dunia yang penuh.
“Uji coba sangat penting bagi saya dan tim dalam mengumpulkan data serta membangun kepercayaan diri dan menyesuaikan diri dengan motornya,” kata Danish dilansir dari News Straits Times.
Pada putaran pertama di Thailand, saya memperkirakan perbedaan iklim dan kondisi sirkuit, serta berharap lingkungan di sana akan mendukung saya dalam terus beradaptasi dan meningkatkan kinerja saya.
Putaran Thailand akan menjadi tampilan penuh musim pertama Hakim Danish di kelas Moto3 setelah ia mendapatkan peringkat ketiga dalam Red Bull Rookies Cup tahun lalu.
Ia akan bermitra dengan pembalap Jepang Ryusei Yamanaka dalam Tim MSi Racing pada musim ini.
Atlet Denmark menyelesaikan ujian terakhir dengan berada di posisi terbawah di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (15/2/2026).
Pembalap asal Malaysia tersebut ketinggalan 2,274 detik dari pembalap tercepat, Maximo Quiles yang berasal dari CFMoto Aspar Team.
Hasil tersebut juga membuatnya belum mencatat rekor waktu dari pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama.
Dari kesempatan uji coba di Portimao dan Jerez, Danish selalu kalah dalam catatan waktu dibanding pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta.
Di Portimao, Danish hanya tampil satu hari dari dua kesempatan dan ketinggalan 0,9 detik dari Veda.
Pada ujian di Jerez, Veda kembali mengungguli Hakim Danish. Veda unggul 0,5 detik dibandingkan Danish pada hari pertama, dan pada hari kedua lebih cepat sekitar 1,2 detik.
Danish dan Veda akan menjadi pembalap pemula di Moto3 2026, dengan penampilan mereka paling dinantikan karena keduanya berasal dari kawasan Asia Tenggara.
Pada hari terakhir di Jerez, Danish mengalami kecelakaan yang cukup serius di Tikungan 13, sehingga membuatnya terlempar ke permukaan berkerikil dan menabrak pagar pembatas.
Sang pembalap berusia 18 tahun memerlukan waktu yang cukup lama sebelum akhirnya mampu bangkit dan berjalan menjauhi tempat kecelakaan.
Beruntung, Danish berhasil menghindari cedera parah dalam kecelakaan itu.
“Saya dalam keadaan baik dan tidak mengalami luka parah dari kecelakaan itu,” ujar Danish, dilaporkan oleh NST.
Danish mengakui bahwa masih memerlukan waktu untuk memahami mesinnya.
“Setelah dua hari pengujian di Jerez, masih banyak hal yang perlu saya tingkatkan, khususnya dalam memahami motor dan menyempurnakan gaya berkendara saya,” kata Danish.
Uji coba ini sangat berarti bagi saya dalam mengumpulkan data serta menciptakan perasaan menyeluruh terhadap kendaraan tersebut.
Uji coba pramusim tidak berjalan sesuai rencana bagi Danish.
Namun, Danish berharap situasi yang berbeda dalam balapan pembuka di Sirkuit Buriram, Thailand pada 27 Februari hingga 1 Maret mendatang.







