—Kaleidoskop 2025, pawai pemain asing Super League 2025/2026, bakat Brasil mengumpulkan 114 gol menjadi gambaran paling mencolok dari wajah kompetisi sepak bola elite Indonesia musim ini. Super League 2025/2026 bukan hanya panggung persaingan klub, tetapi juga ajang tampilnya pemain asing yang memberi nuansa kuat, khususnya dari Brasil.
Musim 2025/2026 menunjukkan kembali peran pemain asing sebagai daya tarik utama liga, baik dari segi kualitas bermain maupun minat terhadap kompetisi.
Dari ratusan pertandingan yang berlangsung, kontribusi pemain asing terlihat sangat penting dalam menentukan jalannya persaingan di papan atas hingga zona degradasi. Bakat Brasil menjadi tokoh utama dalam perayaan ini dengan torehan mencolok 114 gol dari total 68 pemain.
Catatan tersebut tidak hanya menunjukkan keunggulan teknis, tetapi juga menggambarkan betapa klub-klub Super League masih sangat tergantung pada kreativitas dan insting gol pemain Samba.
Regulasi Baru Pemain Asing
Di balik kecerahan tampilan pemain asing, aturan Super League 2025/2026 mengalami perubahan signifikan.
I. Liga menentukan batas maksimal enam pemain asing per klub, terdiri dari lima pemain asing umum non-Asia dan satu pemain asing dari kawasan ASEAN.
Aturan ini dibuat untuk menjaga keseimbangan antara mutu kompetisi dan kesempatan berkembang bagi pemain lokal.
Klub tetap diberi kesempatan untuk menghadirkan bintang internasional, tetapi tidak sampai menghalangi perkembangan bakat lokal Indonesia.
Dalam penerapannya, setiap klub hanya diperbolehkan mengirim lima pemain asing sekaligus ke lapangan.
Seorang pemain asing dari ASEAN yang terdaftar harus masuk dalam susunan lima pemain asing tersebut saat pertandingan berlangsung.
Aturan ini menjadi dasar awal sebelum adanya perubahan lebih lanjut yang akan diumumkan oleh operator kompetisi. I.League akhirnya mengubah jumlah pemain asing yang diperbolehkan tampil di lapangan mulai musim 2025/2026.
Jika sebelumnya delapan pemain asing diizinkan tampil dalam satu pertandingan, kini jumlahnya berkurang menjadi tujuh.
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan masukan dari PSSI serta berbagai pihak terkait sepak bola nasional.
Sementara itu, jumlah pemain asing yang dapat dimiliki oleh klub tetap sebesar 11 orang.
Dari jumlah tersebut, maksimal sembilan pemain dapat masuk dalam daftar susunan pemain, sementara dua lainnya harus puas menjadi penonton dari tribun.
“Ya 7-9-11, itu sudah final. Jadi per musim depan, aturan pemain asing kami – tujuh yang bermain, sembilan yang terdaftar di DSP, sebelas yang boleh diajukan,” kata Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, Senin (28/7/2025).
Pengurangan jumlah pemain asing di lapangan dianggap oleh Ferry sebagai tindakan strategis guna memberikan ruang lebih luas bagi pemain lokal.
Aturan ini sesuai dengan petunjuk Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menginginkan kompetisi lebih menguntungkan kepentingan tim nasional.
“Jika dilihat dari penggunaannya, memang tujuh lebih ideal karena pemain nasional nanti akan memiliki kesempatan yang lebih besar dibandingkan jika delapan. Kemarin itu bisa dikatakan keinginan klub saja,” ujar Ferry Paulus.
Menurutnya, kebutuhan tim nasional menjadi prioritas yang tidak dapat dikompromikan. Aturan ini bukanlah kemunduran, tetapi penyesuaian agar liga dan tim nasional dapat berjalan seiring.
“Tetapi kita semua juga sepakat bahwa kebutuhan tim nasional menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diwujudkan. Oleh karena itu, ini bukanlah mundur, tetapi tentu saja kita mengikuti apa yang menjadi kebijakan dari PSSI,” lanjutnya.
Di sisi lain, penambahan kuota pemain asing sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kompetitifitas klub-klub Indonesia di Asia. Klub-klub memerlukan tim yang lebih tangguh agar mampu bersaing dengan kesebelasan papan atas di tingkat benua.
Jika perwakilan Indonesia tampil mengesankan di Asia, tingkat kompetisi akan meningkat. Akibatnya, peringkat liga nasional meningkat dan kesempatan tambahan kuota untuk berlaga di kompetisi antarklub Asia semakin terbuka.
Namun, dalam kompetisi lokal, batasan dianggap tetap diperlukan. Pemain lokal memerlukan jam terbang yang cukup agar regenerasi berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
“Semua klub menerima. Ya, harus diterima karena aturannya ada di PSSI,” kata Ferry Paulus. Pernyataan ini memperkuat kesepahaman antara operator, federasi, dan peserta liga.
Selain pemain asing, aturan mengenai pemain muda tetap berlaku. Setiap klub harus mendaftarkan paling sedikit lima pemain U-23 dan memasukkan setidaknya satu pemain U-23 dalam pertandingan selama 45 menit.
“Pemain muda yang berusia U-23, yang terdaftar harus paling sedikit lima orang. Kelahiran tahun 2003 agar sesuai dengan kebutuhan tim nasional Indonesia yang berusia U-23. Nanti yang bermain satu orang, selama 45 menit,” tambahnya.
Tim Liga Super Mendapatkan Pemain Asing
Pendaftaran pemain pada periode awal musim Super League 2025/2026 secara resmi berakhir pada Senin (1/9/2025). Seluruh klub memanfaatkan pasar transfer untuk menyempurnakan komposisi tim, khususnya di bagian pemain asing.
Dari 18 klub peserta, hanya Arema FC, Persija Jakarta, dan Persib Bandung yang memenuhi batas maksimal 11 pemain asing. Sebagian besar klub memutuskan berhenti pada angka 10 pemain asing.
Bali United dan Semen Padang FC merupakan dua klub yang memiliki jumlah pemain asing paling sedikit, yaitu delapan orang. Kondisi ini akan dipertahankan setidaknya hingga separuh musim berlangsung.
Komposisi pemain asing dalam Super League 2025/2026 menunjukkan variasi dari berbagai negara. Namun, keunggulan Brasil tetap sulit untuk ditandingi dengan jumlah total sekitar 67 hingga 68 pemain yang tersebar di hampir semua klub.
Arema FC adalah salah satu klub yang memiliki nuansa Brasil paling kuat. Dari 11 pemain asing, sebagian besar berasal dari Negeri Samba dan mengisi berbagai posisi dalam tim.
Persija Jakarta hampir seluruhnya mengandalkan pemain asal Brasil di lini asingnya. Dari 11 pemain asing, sepuluh di antaranya berasal dari Brasil dengan satu pemain Jepang sebagai pelengkap.
Persib Bandung juga tidak ketinggalan dalam memanfaatkan bakat dari Brasil. Kombinasi pemain asal Amerika Selatan dan Eropa membuat skuad asing Maung Bandung menjadi seimbang.
Klub-klub seperti Malut United, PSM Makassar, dan Persebaya Surabaya memilih pemain Brasil sebagai tulang punggung. Sifat agresif, teknik yang baik, serta insting menyerang menjadi alasan utama klub-klub tersebut tertarik.
Performa Pemain Asing
Bukti kinerja menunjukkan dominasi tersebut tidak berlebihan. Pemain Brasil menciptakan total 114 gol dari 729 pertandingan, angka tertinggi dibandingkan negara lain.
Argentina berada di posisi berikutnya dengan sembilan pemain yang mencetak 21 gol. Jepang dan Spanyol juga memberikan kontribusi penting meskipun jumlah pemainnya lebih sedikit.
Portugal adalah negara yang memiliki jumlah pemain terbanyak kedua setelah Brasil. Namun, produktivitas gol pemain Portugal masih jauh tertinggal, dengan hanya sembilan gol dari 171 pertandingan.
Belanda tampil cukup efisien dengan mencetak 11 gol dalam 128 pertandingan. Sementara itu, Jepang mencatatkan 12 gol dari 72 laga, menunjukkan keefektifan yang layak diperhitungkan.
Spanyol mencatatkan rasio gol yang cukup tinggi. Enam pemain Spanyol berhasil mencetak 14 gol dari 72 pertandingan.
Montenegro, Kolombia, dan Burundi mengisi peringkat sepuluh besar negara paling produktif. Meskipun jumlah pemain terbatas, kontribusi mereka tetap berdampak di tingkat klub.
Kaleidoskop 2025 akhirnya memperkuat satu hal yang penting. Super League 2025/2026 menjadi ajang penampilan kualitas pemain asing sekaligus ujian bagi keseimbangan kompetisi lokal.
Bintang-bintang Brasil dengan 114 gol menjadi simbol keunggulan sekaligus tantangan. Tantangan bagi pemain lokal untuk tampil lebih baik, serta tantangan bagi pihak pengatur untuk tetap menjaga keseimbangan antara prestasi dan pengembangan generasi berikutnya.
Di tengah keramaian stadion dan sorotan kamera, pawai pemain asing ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah sepak bola Indonesia.
Liga Utama 2025/2026 tampaknya akan menjadi ajang yang penuh dengan warna, kontroversi, dan harapan baru.
