Isi Artikel
, BATAM– Sejumlah kasus pembunuhan terjadi selama tahun 2025 di Kota Batam. Dari rangkuman . Setidaknya ada enam kasus pembunuhan di Kota Batam.
Kali ini Redaksi akan kembali mengingatkan pembaca dengan peristiwa pembunuhan yang menggemparkan selama tahun 2025 di Batam.
1. Pembunuhan Honorer Pemko Batam
Insiden berdarah terjadi di lingkungan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Senin (14/4/2025) siang. Seorang pegawai honorer tewas setelah ditikam oleh rekan kerjanya sendiri.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di area belakang kantor Dinas Cipta Karya di kawasan Sekupang. Berdasarkan keterangan awal, kejadian bermula dari cekcok mulut antara korban dan pelaku yang sama-sama berstatus honorer.
Pelaku sempat meninggalkan lokasi, lalu kembali dengan membawa senjata tajam dan langsung menyerang korban. Korban mengalami luka serius di bagian leher dan dilarikan ke Rumah Sakit BP Batam, namun nyawanya tidak tertolong.
Kapolsek Sekupang Kompol Benhur Gultom membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pelaku berinisial FK (26) telah diamankan, sementara korban berinisial HR (29).
“Pelaku sudah kami amankan dan masih menjalani pemeriksaan,” ujar Benhur.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pendalaman terkait motif dan kronologi lengkap kejadian penikaman tersebut.
2. Pembunuhan Wanita di Sagulung
Peristiwa berdarah menggegerkan Komplek Pertokoan Saguba, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Senin (2/6/2025) dini hari. Seorang wanita ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar S Kostel setelah ditusuk berkali-kali oleh seorang pria berusia 18 tahun.
Informasi awal menyebutkan, korban dan pelaku sebelumnya berkenalan melalui aplikasi MiChat dan sepakat bertemu di kamar kostel tersebut. Namun, pertemuan itu berujung maut setelah keduanya terlibat cekcok terkait pembayaran tarif yang belum dibayarkan.
Dalam kondisi emosi, pelaku yang telah membawa senjata tajam langsung menikam korban di sejumlah bagian tubuh vital hingga korban tewas di tempat.
Usai kejadian, pelaku sempat berupaya menghubungi rekannya melalui WhatsApp untuk meminta bantuan, namun berhasil ditangkap polisi hanya dalam hitungan jam.
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Aris Anwar, membenarkan penangkapan tersebut. Pelaku berinisial I diamankan sekitar pukul 04.00 WIB tak jauh dari lokasi kejadian dengan bantuan tim Jatanras Polresta Barelang.
“Pelaku sudah kami amankan. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Aris.
Polisi telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk handphone pelaku. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
3. Rahmadani tewas di Kafe Sei Lekop
Insiden berdarah terjadi di sebuah kafe di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Minggu (18/5/2025) dini hari.
Seorang pengunjung bernama Denny (33) tewas setelah ditikam oleh Rahmadani (24), karyawan perusahaan asal Medan.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan keterangan polisi, kejadian bermula dari cekcok antarpengunjung kafe. Korban disebut terlibat adu mulut dengan teman pelaku di luar lokasi hiburan malam tersebut.
Saat korban berupaya melerai pertikaian, pelaku tiba-tiba mendekat dan mengeluarkan pisau lipat yang dibawanya.
Tanpa banyak kata, Rahmadani langsung menikam dada kiri korban hingga mengenai bagian ulu hati.
Korban sempat terkapar dan dilarikan ke Rumah Sakit Santa Elisabeth, namun nyawanya tidak tertolong.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin membenarkan kejadian tersebut. Pelaku telah diamankan dan terancam hukuman pidana hingga 15 tahun penjara.
“Pelaku menusuk dada korban sebelah kiri hingga mengenai ulu hati,” ujar Zaenal saat ungkap kasus, Jumat (23/5/2025).
Jenazah korban telah diterbangkan ke kampung halamannya di wilayah Timur Indonesia. Sementara pelaku kini menjalani proses hukum di Polresta Barelang.
4. Pembunuhan di Batuaji
Kasus pembunuhan berikutnya ditangani polsek Batuaji. Pelaku diketahui berinisial Ds (25).
Ia melakukan penikaman yang menewaskan Rudi (31) di Batuaji, Batam, pelaku mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap di Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, Minggu (5/10/2025) sore.
Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan tembakan di kedua kaki.
Insiden penikaman terjadi di kawasan Perumahan Yose Sade Indah, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 23.20 WIB.
Peristiwa bermula dari cekcok mulut antara korban dan pelaku yang berujung perkelahian.
Dalam kondisi diduga mabuk, Ds menikam Rudi menggunakan senjata tajam hingga korban mengalami luka serius di bagian dada. Rudi sempat dilarikan ke RSUD Embung Fatimah, namun nyawanya tidak tertolong.
Usai kejadian, pelaku melarikan diri dari Batam sebelum akhirnya ditangkap polisi di Jambi. Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang membenarkan penangkapan tersebut.
“Pelaku melawan saat ditangkap, sehingga kami lakukan tindakan tegas dan terukur. Saat ini masih diperiksa penyidik,” ujarnya.
5. Calon LC di Batam Dianiaya Hingga Tewas
Harapan mendapatkan pekerjaan di Batam berakhir tragis bagi Dwi Putri Apriandini (25), wanita asal Lampung Barat.
Ia tewas setelah disiksa selama beberapa hari di sebuah kontrakan atau mess pekerja Ladies Companion (LC) di Perumahan Jodoh Permai, Batuampar, Batam.
Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah mengungkapkan, korban datang ke Batam pada Kamis (23/11/2025) setelah melamar pekerjaan LC yang ditemukannya melalui media sosial.
Korban dijemput dan diwawancarai oleh tersangka berinisial WL alias Koko.
Namun, sejak malam pertama, korban justru mengalami kekerasan.
Diduga tidak kuat minum minuman keras, korban histeris hingga akhirnya menjadi sasaran penganiayaan brutal yang dilakukan berulang kali.
Penyiksaan berlangsung berhari-hari, mulai dari pemukulan, tendangan, hingga penyiksaan menggunakan benda tumpul dan air.
Puncaknya terjadi Kamis (27/11/2025), ketika korban disiksa selama berjam-jam hingga tak lagi memberi respons.
Korban dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (28/11/2025) malam. Namun, pelaku diduga mencoba menutupi kematian tersebut dengan memalsukan identitas korban saat membawanya ke rumah sakit.
“Ini bukan kejadian spontan. Ada rangkaian kekerasan dan upaya menutupi penyebab kematian,” tegas Kompol Amru.
Saat ini, polisi telah menetapkan sejumlah tersangka dan masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam penyiksaan hingga penghilangan jejak tersebut.
6. Bella Dihabisi Kekasih Saat Tengah Malam
Kisah tragis menimpa Siska Bella (21), perempuan muda yang ditemukan tewas membusuk di kamar kosnya di Batam. Pelaku pembunuhan tak lain adalah M Tegar Pratama (20), kekasih korban, yang diketahui bekerja di tempat yang sama dengan Bella.
Kedekatan mereka di tempat kerja rupanya tak selalu berbanding lurus dengan keharmonisan hubungan.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pertengkaran antara korban dan pelaku kerap terjadi sebelum tragedi itu berujung maut.
Dari informasi yang dihimpun polisi dari pihak keluarga, Tegar diduga menghabisi nyawa Bella di kamar kos korban pada Selasa, 16 Desember 2025, sekitar pukul 03.00 WIB.
Setelah kejadian itu, jasad Bella ditinggalkan begitu saja hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi membusuk pada Kamis, 18 Desember 2025, sore.
Sahabat korban, Sisi, yang ditemui di Polsek Lubuk Baja, Jumat (19/12/2025), mengungkapkan bahwa hubungan Bella dan Tegar kerap diwarnai cekcok.
Ia mengaku sempat mendengar kabar bahwa Bella sering mendapat perlakuan kasar dari pelaku.
“Teman saya pernah bilang kalau Tegar ini kalau marah sering main tangan ke Bella. Tapi waktu saya tanya langsung ke Bella, dia bilang aman-aman saja. Seperti menutupi,” ujar Sisi dengan suara lirih.
Sisi juga menyebutkan bahwa Bella sebenarnya berniat pindah dari kos tempatnya tinggal sebelum kejadian nahas itu. Selama ini, Bella dan Tegar tinggal di satu rumah kos, meski menempati kamar yang berbeda.
Kondisi tersebut memungkinkan pelaku leluasa mendatangi kamar korban pada malam hari, hingga akhirnya terjadi peristiwa pembunuhan.
Setelah jasad Bella ditemukan, polisi bergerak cepat. Tegar ditangkap di kawasan Nagoya hanya dalam waktu sekitar 1,5 jam setelah penemuan jenazah.
Fakta lain yang terungkap, Bella dan Tegar tidak hanya memiliki hubungan pribadi, tetapi juga bekerja di tempat yang sama.
Kedekatan di lingkungan kerja ini membuat pelaku mengetahui aktivitas dan keberadaan korban sehari-hari.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku sejak semalam.
“Semalaman anggota kami melakukan pemeriksaan. Selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk menetapkan status pelaku sebagai tersangka. Mohon waktu, nanti hasilnya akan kami sampaikan,” tegasnya.
Semua Berita ini sudah tayang di







