Informasi terkini mengenai Brigjen Endra Zulpan, mantan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel.
Saat menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Endra Zulpan masih berpangkat Komisaris Besar, yang setingkat lebih rendah dibandingkan dengan Brigadir Jenderal.
Pergantian tugas Zulpan dari Polda Sulsel berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/2279/X/KEP./2021.
Pada hari Kamis (4/11/2021), Irjen Pol Drs. Merdisyam masih menjabat sebagai Kapolda Sulsel.
Merdisyam memimpin serah terima jabatan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel di ruang Lobby lantai I Mapolda Sulsel.
Saat itu, Kombes Pol E Zulpan dipindahkan sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya menggantikan Kombes Pol Yusri Yunus.
Terbaru, saat Brigjen Endra Zulpan dipindahkan ke Baharkam Polri.
Ia menjabat sebagai auditor sispamobvitnas tingkat II Baharkam Polri.
Petugas Sispamobvitnas adalah anggota khusus yang memiliki kemampuan dan wewenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional (Sispamobvitnas).
Tugas ini berada di bawah pengawasan Baharkam Polri (Badan Pemelihara Keamanan), khususnya Direktorat Pamobvit (Pengamanan Objek Vital).
Promosi Brigjen Endra Zulpan berdasarkan Surat Telegram Nomor: ST/2781/XII/KEP/2025 mulai tanggal 15 Desember 2025.
Surat pemindahan ditandatangani oleh Kapolri atas nama Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AS SDM) Irjen Pol Anwar.
Pangkat sebelumnya Brigjen Endra Zulpan adalah Direktur Program Sarjana STIK Lemdiklat Polri.
Endra Zulpan mengalami kegagalan pada akhir Desember 2023.
Siapa Brigjen Endra Zulpan?
Brigadir Jenderal Endra Zulpan merupakan perwira tinggi (Pati) di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Zulpan pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya.
Let’s see, the user provided a sentence in Indonesian: “Brigjen Pol Endra Zulpan lahir pada 5 Juli 1972.” My task is to paraphrase this while keeping the meaning, context, and tone. The original sentence states the birth date of Brigjen Pol Endra Zulpan as July 5, 1972. First, I need to make sure that the name “Brigjen Pol Endra Zulpan” remains unchanged since it’s a proper noun. The date format “5 Juli 1972” should also stay the same because it’s a specific date. However, I can rephrase the structure of the sentence. Possible paraphrases could be: – “Brigjen Pol Endra Zulpan dilahirkan pada tanggal 5 Juli 1972.” – “Tanggal kelahiran Brigjen Pol Endra Zulpan adalah 5 Juli 1972.” – “Endra Zulpan, yang berpangkat Brigjen Pol, lahir pada 5 Juli 1972.” I need to check if any of these maintain the original meaning without altering the information. Also, ensure that there are no other languages mixed in, which there aren’t here. The user didn’t mention any specific constraints beyond the standard paraphrasing rules. Since the original text is straightforward and factual, the paraphrases should reflect that. I’ll provide a few options to show different ways to rephrase the same information while keeping the key details intact. </think> Brigjen Pol Endra Zulpan lahir di tanggal 5 Juli 1972. Brigjen Pol Endra Zulpan dilahirkan pada 5 Juli 1972. Tanggal kelahiran Brigjen Pol Endra Zulpan adalah 5 Juli 1972.
Zulpan adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1995.
Di Akademi Kepolisian, ia seangkatan dengan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Beberapa jenjang pendidikan kepolisian yang pernah diikuti oleh Zulpan antara lain adalah PTIK (2002), Program Magister Kajian Ilmu Kepolisian (2005), Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (2011), serta Sekolah Staf dan Komando TNI (2020).
Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Selanjutnya, Pendidikan Dasar Perwira Lalu Lintas (1995), Pelatihan Lanjutan untuk Perwira Registrasi dan Identifikasi Lalu Lintas (1998), serta pelatihan bahasa Inggris dalam bidang Pertahanan dan Keamanan. 2. Setelah itu, Pendidikan Dasar Perwira Lalu Lintas (1995), Program Lanjutan untuk Perwira Registrasi dan Identifikasi Lalu Lintas (1998), dan pendidikan bahasa Inggris di bidang Pertahanan dan Keamanan. 3. Berikutnya, Pendidikan Dasar Perwira Lalu Lintas (1995), Pelatihan Lanjutan bagi Perwira Registrasi dan Identifikasi Lalu Lintas (1998), serta pengembangan kemampuan bahasa Inggris dalam Pertahanan dan Keamanan. 4. Selanjutnya, Pendidikan Dasar Perwira Lalu Lintas (1995), Pelatihan Lanjutan untuk Registrasi dan Identifikasi Lalu Lintas (1998), dan program pembelajaran bahasa Inggris terkait Pertahanan dan Keamanan. 5. Setelah itu, Pendidikan Dasar Perwira Lalu Lintas (1995), Pelatihan Lanjutan dalam Registrasi dan Identifikasi Lalu Lintas (1998), serta kursus bahasa Inggris untuk Pertahanan dan Keamanan.
Zulpan juga berhasil memperoleh gelar doktor S3 dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
Nama lengkap serta gelarnya adalah Brigjen Pol. Dr. Endra Zulpan, S.I.K., M.Si.
Perjalanan karier
Brigjen Endra Zulpan memulai perjalanan karier di Kepolisian RI dengan posisi sebagai Pama Polda Sumbangsel pada tahun 1995.
Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, perkembangan karier dia terus mengalami kemajuan. 2. Setelah itu, jalannya kariernya terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. 3. Berikutnya, kariernya terus berkembang pesat. 4. Kemudian, kariernya terus mengalami pertumbuhan yang positif. 5. Sesudahnya, perkembangan kariernya terus meningkat. 6. Setelah itu, kariernya terus mengalami kemajuan yang pesat. 7. Selanjutnya, jalur kariernya terus mengalami peningkatan yang mengesankan. 8. Berikutnya, kariernya terus bergerak naik secara stabil. 9. Setelah itu, kariernya terus mengalami perbaikan yang terlihat jelas. 10. Selanjutnya, kariernya terus mengalami progres yang baik.
Ia pernah menjabat sebagai Pamapta Polresta Bandar Lampung (1996), Kapolsek Pagelaran, Lampung Selatan (1997), Kapolsek Penengahan, Lampung Selatan (1998), serta Kasat Lantas Polres Lampung Barat.
Selain itu, ia juga pernah melaksanakan tugas di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.
Di Jakarta, Zulpan pernah menjabat sebagai Kapolsek Metro Kebon Jeruk, Jakbar (2006), serta Kapolsek Metro Gambir, Jakpus (2008).
Sejak saat itu, karier Zulpan semakin menanjak.
Zulpan pernah menjabat sebagai Kasubdit Regident Polda Papua (2011), Kapolres Sorong (2012), serta Kapolres Gresik (2013).
Pada tahun 2015, lulusan Akpol angkatan 1995 ini kemudian ditunjuk sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Bali.
Dua tahun setelahnya, ia ditugaskan sebagai Dirlantas Polda Kalimantan Selatan.
Kemudian, Zulpan ditunjuk sebagai Kepala Bagian TIK Korlantas Polri pada tahun 2019.
Zulpan pernah dipindahkan tugas sebagai Anjak Madya Bid Kamsel Korlantas Polri pada tahun 2019.
Baru kemudian ia diangkat menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel pada tahun 2020.
Tidak lama kemudian, Zulpan ditunjuk sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya pada tahun 2021.
Nama tersebut semakin terkenal di kalangan publik karena sering tampil di televisi dan media saat memberikan informasi mengenai kasus yang menimpa artis ibu kota.
Di akhir tahun 2022, Zulpan kemudian dipindahkan tugasnya menjadi Kabagjiantekpol Waketbid PPTIK STIK Lemdiklat Polri.
Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, ia ditunjuk sebagai Direktur Program Sarjana STIK Lemdiklat Polri pada bulan Desember 2024. (*) 2. Ia kemudian diangkat sebagai Dirprog Sarjana STIK Lemdiklat Polri pada Desember 2024. (*) 3. Pada Desember 2024, ia menjabat sebagai Direktur Program Sarjana STIK Lemdiklat Polri. (*) 4. Berikutnya, ia mendapatkan posisi sebagai Dirprog Sarjana STIK Lemdiklat Polri pada bulan Desember 2024. (*) 5. Dalam Desember 2024, ia diangkat menjadi Direktur Program Sarjana STIK Lemdiklat Polri. (*)







