Jumlah pengunjung naik 20 persen saat Nataru 2025, Dirut Pasar Atom Surabaya: Kuliner paling ramai

Ringkasan Berita:

  • Kunjungan Pasar Atom Surabaya naik 15–20 persen saat libur Nataru 2025/2026, dari sekitar 9.000 jadi 12.000–13.000 pengunjung per hari.
  • Lonjakan terlihat dari parkir kendaraan, roda empat meningkat dari 2.700 unit jadi lebih dari 3.000 unit saat akhir pekan/libur.
  • Tenant kuliner paling ramai, sementara area Pasar Atom lama dan sebagian mal masih sepi akibat barang seragam dan persaingan online.
  • Pengelola lakukan peningkatan fasilitas dan event, serta buka peluang memperpanjang jam operasional.

 

Bacaan Lainnya

, SURABAYA – Jumlah pengunjung Pasar Atom Surabaya mengalami peningkatan selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Direktur Utama Pasar Atom, Halim Hermanto, menyebut lonjakan kunjungan mencapai sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan hari biasa.

“Kalau hari biasa itu pengunjung sekitar 9.000 orang. Saat akhir pekan atau hari libur bisa naik jadi 12.000 sampai 13.000 pengunjung,” kata Halim kepada , Kamis (25/12/2025).

Ia menjelaskan peningkatan juga terlihat dari jumlah kendaraan yang parkir.

Pada hari biasa, kendaraan roda empat tercatat sekitar 2.700 unit, sementara pada akhir pekan atau hari libur meningkat hingga 3.000 unit lebih.

Meski demikian, Halim mengakui tidak semua tenant merasakan dampak positif dari peningkatan kunjungan tersebut.

Kuliner yang Ramai

Menurutnya, pengunjung cenderung terpusat pada tenant tertentu yang dinilai menarik, terutama sektor kuliner.

“Tenant-tenant yang ramai itu biasanya kuliner, seperti food court, kaki lima, bubur Madura, dan area pojok kuliner. Itu pasti ramai,” ujarnya.

Sementara itu, tenant di area Pasar Atom lama dan beberapa bagian mal dinilai masih relatif sepi.

Halim menyebut hal tersebut disebabkan jenis barang yang dijual cenderung seragam dan kurang mengikuti minat pasar.

“Kita akui memang barang-barangnya relatif sama, sehingga kurang menarik bagi pengunjung,” ucapnya.

Halim juga menyoroti dampak pandemi Covid-19 yang masih terasa hingga kini.

Setelah sempat mengalami pemulihan, kondisi pasar kembali melemah seiring menurunnya daya beli masyarakat.

“Pertama karena kondisi ekonomi yang masih lesu, dan kedua karena persaingan dengan penjualan online. Harga online jauh lebih murah dan itu sangat berpengaruh,” jelasnya.

Terkait harga jual barang yang dijual para pedagang, kata dia, pihak pengelola tidak menetapkan standar harga secara langsung karena Pasar Atom berstatus sebagai pengelola penyewaan lahan.

Operasional dan penentuan harga diserahkan kepada masing-masing pedagang.

Saat ini, jam operasional Pasar Atom berlangsung dari pukul 10.00 hingga 18.00 WIB.

Namun, ke depan pihak pengelola membuka peluang untuk memperpanjang jam operasional hingga pukul 22.00 WIB.

“Kalau memungkinkan, kita ingin buka sampai jam 10 malam seperti mal-mal lain. Dengan jam operasional sekarang yang hanya delapan jam, tenant branded juga belum mau masuk,” katanya.

Peningkatan Fasilitas

Sebagai upaya menarik pengunjung, pengelola Pasar Atom juga melakukan peningkatan fasilitas, salah satunya dengan membangun Atom Sport Center di lantai 8.

Fasilitas tersebut memiliki dua lapangan basket dan rutin menggelar kejuaraan.

“Bulan lalu sudah ada kejuaraan kota, dan rencananya tanggal 15 bulan depan ada kejuaraan lagi. Kita buka event-event supaya pasar tetap hidup,” ujarnya.

Halim berharap adanya dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kota Surabaya untuk menghidupkan kembali kawasan Surabaya Utara, termasuk Pasar Atom.

Ia juga mengungkapkan tantangan lain, yakni mayoritas pedagang di Pasar Atom merupakan pengelola mandiri dengan usia yang tidak lagi muda.

“Banyak pedagang yang sudah berusia lanjut, bahkan ada yang sampai 70 tahun lebih. Berbeda dengan mal modern yang dikelola secara profesional dengan karyawan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *