Isi Artikel
Pengujian Nyata Jetour T2: Menguji Kapabilitas SUV di Berbagai Medan
PT Jetour Sales Indonesia (JSI) tidak hanya memperkenalkan Jetour T2 melalui pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW), tetapi juga memilih jalur pembuktian nyata. Dengan menggelar Media Test Drive, perusahaan menguji langsung kemampuan SUV pendatang baru ini dalam berbagai kondisi jalan, mulai dari perkotaan hingga lintasan off-road yang berlumpur akibat hujan.
Vice President PT JSI, Caroline Ling, menegaskan bahwa filosofi Travel+ menjadi DNA dari Jetour T2. Menurutnya, SUV ini tidak hanya mengejar gaya hidup modern, tetapi juga memberikan ketahanan kendaraan saat menghadapi kondisi jalan nyata di Indonesia.
“Jetour T2 bukan hanya untuk mobilitas harian, tapi juga menemani perjalanan yang menantang. Kami ingin setiap perjalanan terasa seperti petualangan,” ujarnya saat acara di BSD City, Tangerang Selatan, Kamis (18/12).
Rute Uji Coba yang Beragam
Dalam sesi test drive, sebanyak enam unit Jetour T2 dilepas dari Cilandak Town Square menuju Sirkuit Off-road Pagedangan. Jarak yang ditempuh mencapai sekitar 30 km, meliputi jalan perkotaan dan tol sebelum masuk ke trek tanah merah. Kondisi lintasan berubah ekstrem setelah diguyur hujan deras, sehingga pengujian tidak lagi simulatif, melainkan situasi lapangan yang nyata dan berisiko.
Marketing Director PT JSI, Moch Ranggy, menyebut ini sebagai pembuktian bahwa fleksibilitas medan tidak boleh mengorbankan kenyamanan harian. “Jetour T2 dirancang agar adaptif dan relevan untuk konsumen Indonesia, baik di jalan macet, jalan tol, maupun jalur licin,” katanya.
Fitur Teknologi yang Mendukung Performa
Pada lintasan terjal dan berlumpur, sistem penggerak All Wheel Drive (AWD) full-time menjadi perangkat paling krusial. Sistem ini secara otomatis membagi tenaga ke roda yang membutuhkan traksi, sehingga kendaraan mampu mempertahankan kendali di permukaan licin.
Selain itu, Jetour T2 dilengkapi dengan XWD adaptive traction system, 7+X Intelligent Driving Modes (Eco, Normal, Sport, Mud, Sand, Rock, Snow), serta Wading Radar System yang memantau ketinggian air hingga 700 mm. Fitur ini sangat relevan dengan risiko genangan dan banjir di berbagai wilayah Indonesia.
Ketahanan Struktur Bodi yang Kuat
Ketahanan struktur bodi juga menjadi perhatian utama. Jetour T2 menggunakan Hardtop Cage Body berbahan 80% high-strength steel, dengan torsional stiffness 31.000 Nm. Atap kendaraan mampu menahan beban hingga 300 kg, serta dilengkapi underbody metal shield untuk melindungi komponen ketika berbenturan dengan batu atau gundukan.
Spesifikasi ini disasar untuk pengguna aktivitas outdoor, rooftop tent, dan overlanding. Selain itu, terdapat sistem Hill Descent Control, Vehicle Stability Control, kamera 540 derajat, indikator kemiringan, kompas, serta menu informasi off-road, yang melengkapi perangkat keselamatan dan navigasi.
Penyesuaian Kondisi Medan
Terdapat pula extra-fan mode yang dapat diaktifkan manual saat mesin bekerja keras di medan berat. Hujan deras yang mengubah trek menjadi kubangan lumpur justru menjadi momen pembeda. Alih-alih sesi demonstratif, Jetour T2 menjalani stres fisik kendaraan yang riil, memberi ruang bagi media untuk menilai apakah klaim “SUV gaya hidup petualangan” sekadar jargon, atau benar-benar mampu bertahan di arena risiko.







