Jatim Terpopuler: Banjir Sungai Hancurkan Desa Klitih, Kades Taji Mundur

– Berita mengenai peristiwa yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) dikumpulkan dalam berita Jatim paling diminati pada Senin, 22 Desember 2025.

Liputan pertama tentang banjir yang melanda Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, terjadi pada Sabtu (20/12/2025) malam.

Bacaan Lainnya

Kemudian pemilik toko bernama Sugiarto mengungkapkan munculnya api dari bagian atas bangunan, Sabtu, (20/12/2025) sore.

Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, sosok Kepala Desa atau Kades Taji yang mengundurkan diri setelah bekerja selama 6 tahun. 2. Berikutnya, Kepala Desa Taji yang telah berkhidmat selama 6 tahun memutuskan untuk mengundurkan diri. 3. Sosok Kepala Desa atau Kades Taji yang sebelumnya menjabat selama 6 tahun akhirnya mengundurkan diri. 4. Kades Taji yang sebelumnya bertugas selama 6 tahun kini mengambil keputusan untuk mundur. 5. Setelah 6 tahun berjuang sebagai Kepala Desa, Taji memilih untuk mengundurkan diri. 6. Kepala Desa Taji yang telah lama menjabat selama 6 tahun akhirnya mengundurkan diri. 7. Berikutnya, sosok Kepala Desa atau Kades Taji yang telah bekerja selama 6 tahun memutuskan untuk pergi. 8. Taji, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Desa selama 6 tahun, kini mengundurkan diri. 9. Kades Taji yang sebelumnya menjabat selama 6 tahun akhirnya mengambil langkah untuk mundur. 10. Sosok Kepala Desa atau Kades Taji yang telah berkontribusi selama 6 tahun kini memutuskan untuk mengundurkan diri.

Berikut ini berita Jatim yang paling diminati hari ini, Senin (22/12/2025) di .

  1. Banjir dari Sungai Merendam Desa Klitih Jombang, Warga Tetap Berjaga Sampai Malam

Banjir menggenangi area Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang pada malam Sabtu (20/12/2025).

Banjir air sungai menerjang dusun Pojok dan menyebabkan area permukiman warga terendam.

Peristiwa itu mulai terasa oleh warga menjelang sore. Sekitar pukul 17.15 WIB, air sungai yang berada di sekitar desa tidak lagi bisa dikendalikan dan meluap ke jalanan desa.

Dalam waktu singkat, aliran air meningkat dan mengakibatkan genangan semakin meluas.

Seorang warga dari Dusun Pojok, As’ad, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi kali ini memiliki tingkat intensitas tertinggi dibanding peristiwa sebelumnya sepanjang tahun 2025.

Ia mengatakan, banjir ini adalah peristiwa keenam dalam jangka satu tahun terakhir, namun yang paling menimbulkan kekhawatiran.

“Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, dan arusnya cukup kencang,” katanya saat dikonfirmasi terpisah pada hari Minggu (21/12/2025) pagi.

Menurut As’ad, hujan lebat telah turun sejak siang hari dan berlangsung cukup lama. Keadaan ini menyebabkan sungai tidak mampu menampung aliran air, sehingga meluap ke permukiman.

Berbeda dengan banjir sebelumnya yang relatif cepat menghilang, kali ini genangan air berlangsung lebih lama daripada biasanya.

“Biasanya satu atau dua jam sudah reda. Ini sudah lebih dari tiga jam air masih belum turun,” katanya melanjutkan.

Baca Selengkapnya

2. Sugiarto mengalami kerugian sebesar 2,5 miliar rupiah setelah muncul api di atas tokonya, tidak ada aset yang bisa diselamatkan

Pemilik toko bernama Sugiarto mengungkapkan munculnya api dari bagian atas bangunan, Sabtu, (20/12/2025) sore.

Toko bangunan yang terletak di Jalab Mastrip No 38, Kelurahan Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur tiba-tiba dengan cepat terbakar hebat.

Api pertama kali terlihat oleh pemilik toko yang berada di lantai dua.

Di atas bangunan terdapat api yang mulai muncul, dengan cepat api tersebut berkembang dan menghabiskan seluruh isi toko.

Api yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik di lantai dua dengan cepat membesar karena di dalam bangunan terdapat banyak bahan yang mudah terbakar.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.10 WIB, pada sore hari Sabtu.

Mengikuti laporan tersebut, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri Pos Pare segera berangkat ke lokasi pada pukul 15.11 WIB dan tiba empat menit setelahnya.

Selama proses pemadaman, empat kendaraan milik Damkar Kabupaten Kediri dikerahkan bersama 16 anggota personel.

Petugas berjuang keras mengendalikan api yang terus membara karena banyaknya bahan konstruksi yang mudah terbakar, hingga akhirnya api berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 21.45 WIB malam.

Warga sekitar sempat merasa cemas karena api yang disertai asap tebal muncul tinggi.

Baca Selengkapnya

3. Kepala Desa Taji Mengundurkan Diri Setelah 6 Tahun Bertugas Karena Tidak Mampu, Dinas PMD Belum Menangani

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Ini dia wajah Kepala Desa atau Kades Taji yang mengundurkan diri setelah enam tahun berkhidmat. 2. Inilah profil Kepala Desa atau Kades Taji yang memutuskan untuk mundur setelah bekerja selama enam tahun. 3. Berikut ini sosok Kepala Desa atau Kades Taji yang mengundurkan diri setelah enam tahun menjalankan tugasnya. 4. Ini adalah gambaran Kepala Desa atau Kades Taji yang telah mengundurkan diri setelah enam tahun berkontribusi. 5. Berikut ini rincian tentang Kepala Desa atau Kades Taji yang mengundurkan diri setelah enam tahun bekerja di desa tersebut.

Kepala Desa Taji, Kabupaten Magetan, Jawa Timur bernama Sigit Supriyadi.

Kondisi terkini diungkapkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Apakah dia bisa langsung berhenti bekerja?

Diketahui bahwa Sigit secara resmi mengajukan permohonan pengunduran diri dari posisinya.

Sigit mengakui tindakan ini diambil karena merasa tidak mampu lagi memikul tanggung jawab memimpin desa tersebut.

Surat permohonan pengunduran diri telah disampaikan kepada Bupati Magetan guna mendapatkan pertimbangan lebih lanjut.

Sigit menekankan bahwa keputusannya murni didasari oleh faktor kemampuan pribadi.

“Saya mengajukan permohonan untuk mundur karena merasa tidak mampu melanjutkan tugas sebagai kepala desa. Surat pengunduran diri sudah saya serahkan kemarin,” kata Sigit Supriyadi melalui panggilan telepon, Sabtu (20/12/2025).

Sigit memastikan bahwa permohonan izin tersebut tidak terkait dengan kebijakan perpanjangan masa jabatan kepala desa selama dua tahun berikutnya.

Baca Selengkapnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Google News

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *