Isi Artikel
- 1 1. Dugaan Awal Sumber Api hingga Panti Werdha Disebut Tak Ada Penjaga Saat Kejadian
- 2 2. Para Korban Dioper Lewati Pagar dan Dinding Samping Panti
- 3 3. Daftar Nama Korban Selamat dari Kebakaran Panti Werdha Damai Manado
- 4 4. Kesaksian Oma Rolin, Lansia yang Selamat dari Kebakaran Panti Werdha Manado
- 5 5. Ketukan Pintu Selamatkan Nyawa Ci Hoa
Ringkasan Berita:
- Empat jasad korban kebakaran Panti Werdha Damai dimasukkan ke dalam peti jenazah.
- Keempat jenazah tersebut tampak masih berada di ruang jenazah RS Bhayangkara Manado, Selasa (30/12/2025).
- Sejumlah keluarga juga tampak telah mendatangi area rumah sakit.
Empat jenazah korban kebakaran Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) telah dimasukkan ke dalam peti jenazah.
Keempat jenazah berada di ruang jenazah RS Bhayangkara Manado, Selasa (30/12/2025), setelah proses identifikasi oleh Polda Sulawesi Utara.
Pantauan langsung, seluruh jenazah ditempatkan dalam peti putih.
Masing-masing telah diberi label identitas.
Sejumlah keluarga korban mendatangi area tersebut, memastikan identitas dan melihat peti jenazah anggota keluarga mereka.
Dari empat peti, satu masih memperlihatkan jenazah melalui kaca kecil.
Sementara tiga lainnya telah ditutup dari bagian dalam.
Sebelumnya, identitas korban diumumkan dalam konferensi pers Polda Sulut di RS Bhayangkara Manado.
Mereka adalah:
- Herry Lombogia (70).
- Jansen Maringka (65).
- Oli Klara Kemur (85).
- Merry Baramuli Dengah (83).
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan melalui Kabid Dokkes Kombes Pol Tasrif menyatakan identifikasi telah selesai.
Ia menjelaskan, identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem oleh tim forensik.
Dari informasi yang dihimpun, sebelum diserahkan ke keluarga, jenazah akan melalui prosesi penyerahan resmi oleh pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Manado.
Berikut ini 5 fakta kebakaran Panti Werdha Damai yang berhasil dirangkum , Selasa 30 Desember 2025.
1. Dugaan Awal Sumber Api hingga Panti Werdha Disebut Tak Ada Penjaga Saat Kejadian
Api diduga muncul dari bagian belakang bangunan dan dengan cepat menyebar ke seluruh area, menyebabkan kepanikan dan kesulitan evakuasi.
Petugas pemadam kebakaran, relawan, dan warga sekitar bekerja sama untuk memadamkan api dan menyelamatkan para lansia.
Dalam hitungan menit, asap tebal dan kobaran api mengepung bangunan, membuat proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh risiko.
Di tengah kepanikan, petugas Damkar berjuang keras memadamkan api sekaligus membuka akses evakuasi.
Suasana haru dan tangis pecah saat satu per satu penghuni berhasil diselamatkan, meski tak semua dapat tertolong.
Sejumlah warga yang turut meninjau punya tanggapan beragam terkait terbakarnya panti jompo ini.
Kata mereka, sistem keamanan panti buruk. Jalur evakuasi hanya satu.
Bagian belakang ditutupi rumah. Pagar kiri kanan tinggi, bagian atasnya ditutupi duri dan ada beling.
Bahkan kesaksian sejumlah penghuni, tak ada penjaga malam itu.
Yang ada hanyalah dua juru masak.
Informasi yang dihimpun , Panti tidak memiliki alat pemadam api ringan.
2. Para Korban Dioper Lewati Pagar dan Dinding Samping Panti
Relawan, warga sekitar, hingga petugas pemadam kebakaran bahu-membahu menyelamatkan para lansia yang terjebak.
Sejumlah penghuni yang dalam kondisi lemah dan menggunakan kursi roda harus dibopong keluar.
Mereka dievakuasi melalui pagar dan dinding samping panti dengan cara saling mengoper tubuh korban agar bisa segera menjauh dari api.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, penuh kepanikan dan air mata.
Di tengah api yang terus membesar dan asap pekat yang menyelimuti ruangan, Reki mengaku berhasil mengevakuasi tujuh orang dari dalam panti.
“Kami angkat satu per satu, ada yang sudah di kursi roda, kami naikkan ke pagar,” ujar Reki dengan suara bergetar.
Namun, perjuangan itu tak selalu berakhir bahagia.
Beberapa penghuni yang sempat dikeluarkan akhirnya meninggal dunia akibat terpapar asap terlalu lama.
Peristiwa itu meninggalkan luka mendalam bagi Reki dan warga yang malam itu menjadi saksi bisu kebakaran maut di Panti Werda Damai Manado.
“Ada yang sudah di kursi roda, kami naikkan ke pagar,” kata dia.
Seorang opa berhasil ia selamatkan.
Namun meninggal dunia karena terpapar banyak asap.
Hal sedih lainnya yang ia alami adalah seorang oma.
“Oma itu katakan ia akan bersama keluarganya pada tanggal 5, tapi ia meninggal dunia, itu yang sesali,” katanya.
Ia mengaku shock dengan kejadian itu. Sembari mengevakuasi penghuni, air matanya menetes
3. Daftar Nama Korban Selamat dari Kebakaran Panti Werdha Damai Manado
Terbakarnya Panti Werdha Damai Manado ini menewaskan 16 penghuni panti lansia, sementara 16 lainnya berhasil diselamatkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Manado, 16 korban selamat saat ini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Manado.
Sementara itu, jenazah 16 korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam, sekaligus menjadi pengingat pahit akan pentingnya sistem keselamatan dan kesiapsiagaan di fasilitas sosial yang menampung kelompok rentan.
Identitas 16 korban yang selamat dari peristiwa kebakaran Panti Werdha Damai Ranomuut:
- Ibu Olfa Sumual (76 tahun) Ketua / Pengurus Panti Werda
- Oma Rike Kaligis (73 tahun)
- Oma Meiske Merke (60 tahun)
- Opa Christian Yusuf (52 tahun)
- Opa Petrus Fredy (83 tahun)
- Oma Stien Walelenh (80 tahun)
- Oma Chia Chin Hin (92 tahun)
- Oma Olin Kopalit (61 tahun)
- Opa Joppy Wahani (70 tahun)
- Opa Paulus Kaonang (70 tahun)
- Oma Jetty Kandou (86 tahun)
- Oma Stien Gerungan (70 tahun)
- Oma Yutindam (70 tahun)
- Oma Kean She Poe (68 tahun)
- Oma Rolin Rumeen (64 tahun)
- Oma Lao Kim Hoa (73 tahun)
Sementara itu sebanyak 16 jenazah ditemukan dalam proses evakuasi setelah kebakaran.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Kami masih melakukan olah TKP,” kata dia.
Sekda Manado Steven Dandel menuturkan, sebanyak 16 jenazah ditemukan di TKP.
Menurut dia, jenazah kini dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk keperluan identifikasi.
4. Kesaksian Oma Rolin, Lansia yang Selamat dari Kebakaran Panti Werdha Manado
Mujizat itu nyata, hal ini dengan lantang dikumandangkan oleh Rolin (64).
Saat ditemui TribunManado.com di ruang lantai 6 RSUD Manado, Senin (29/12/2025), oma Rolin tengah beristirahat.
Ia berbaring di ranjang rumah sakit dengan dijagai keponakannya.
“Saya tak apa apa, hanya shock,” kata dia kepada Tribun manado.
Selain Oma Rolin, ruangan itu diisi dua penghuni panti lainnya.
Keduanya, sebut dia, pikun.
Oma Rolin terlihat sangat peduli dengan keduanya.
“Ini ada makanan,” kata dia kepada keduanya saat dibawakan makanan oleh pengantar makanan dari Pemkot Manado.
Oma Rolin bercerita, saat kejadian tersebut, ia sedang hendak tidur.
Obat baru saja ditelannya.
“Kamar saya berada dekat dapur, tiba tiba saja ada api,” katanya.
Oma Rolin segera bergegas keluar kamar.
Sesungguhnya oma dalam keadaan stroke.
Ia berjalan dengan dibantu tongkat.
Jalannya sangat lambat.
Karena itulah, cerita selamatnya Oma seperti di luar nalar.
Oma berjalan keluar di tengah kobaran api dan semburan asap dan berhasil selamat.
Oma menyebutnya mujizat.
“Ini semua karena pertolongan Tuhan, saya tak tahu dapat kekuatan apa, tapi saya berjalan dan selamat,” katanya.
Namun teman oma tak beruntung.
Sebut dia, sang teman tak selamat.
Oma menyebut ia teman sehatinya.
“Biasanya kami sering main gaple,” katanya.
5. Ketukan Pintu Selamatkan Nyawa Ci Hoa
Di atas ranjang ruang IGD RSUD Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Lao Kiem Hoa (73) terbaring lemah.
Lansia yang akrab disapa Ci Hoa itu masih menyimpan trauma usai lolos dari insiden kebakaran Panti Werdha Ranomuut, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Minggu (28/12/2025) malam.
Peristiwa mencekam itu terjadi saat Ci Hoa sudah berada di dalam kamar dan bersiap untuk tidur di Panti Werdha.
Kepada Tribun Manado, ia bercerita. saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 20.00 Wita.
Ia tak pernah menyangka malam itu akan menjadi salah satu pengalaman paling menegangkan dalam hidupnya.
“Saat itu saya sudah di kamar, sudah mau tidur,” ucap Ci Hoa lirih saat ditemui, Senin (29/12/2025) siang.
Belum sempat terlelap, ketukan keras tiba-tiba terdengar di pintu kamarnya.
Dari luar, terdengar suara panik memanggil namanya.
Ternyata penjaga panti, Om Inyo.
Dengan nada panik, Inyo berteriak menyuruhnya segera keluar.
“Ada yang panggil dari luar, Ci Hoa keluar, keluar,’” katanya menirukan suara tersebut.
Awalnya Ci Hoa tak terpikir akan terjadi kebakaran.
Namun perasaan tak enak membuatnya bergegas membuka pintu.
Ia terkejut saat melihat api sudah membesar di bagian luar kamar.
Kepanikan pun tak terhindarkan.
Dengan kondisi fisik yang sudah renta, Ci Hoa hanya bisa berjalan menggunakan walker.
Ia berusaha keluar kamar dengan susah payah, sementara api terus membesar.
Di tengah situasi genting itu, pertolongan datang.
Seorang penatua panti bernama Jhony langsung menggendongnya keluar dari area berbahaya.
“Dia pikul saya keluar dari sana,” ujarnya sambil menirukan dengan tangan.
Di kamar tersebut, Ci Hoa tidak sendiri.
Ia tidur bersama seorang penghuni lain bernama Oma Rini.
Menurut Ci Hoa, Oma Rini menderita sakit dan hanya bisa terbaring di kasur tanpa mampu bergerak.
Ci Hoa selamat, namun kerabatnya tak bisa bisa tertolong.
Kebakaran itu membuat Ci Hoa kehilangan segalanya.
Ia keluar hanya dengan pakaian yang melekat di badan.
Tak satu pun barang pribadi berhasil diselamatkan.
Meski demikian, rasa syukur masih terucap dari bibirnya.
Ia meyakini keselamatannya adalah anugerah Tuhan.
“Yang penting kita bersyukur. Ini hanya anugerah Tuhan,” katanya pelan.
Ci Hoa lahir di Manado pada 28 Juni 1952. Ia merupakan anak tunggal dan tidak memiliki saudara.
Sejak 2023, ia tinggal di Panti Werda Ranomuut.
Dalam kesehariannya, Ci Hoa dikenal sebagai jemaat Gereja Kristus Manado di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Wenang.
Ia punya keluarga di area Manado namun sudah jarang ketemu.
Ia sebelumnya tinggal sendiri di wilayah Karame.
Setelah rumahnya dijual, ia kemudian masuk ke panti Werdha.
Hingga kini, Ci Hoa masih menjalani perawatan medis di RSUD Manado. (Pet/Art/Fer/Ind)
Baca Berita Lainnya di: Google News
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya







