https://mediahariini.com.CO.ID – JAKARTA.Perusahaan Jantra Grupo Indonesia Tbk terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan papan atas di sektor otomotif, khususnya dalam bidang perawatan bagian bawah kendaraan.
Emiten dengan kode saham KAQIini secara konsisten memperluas jaringan bengkel serta perdagangan suku cadang guna memenuhi permintaan pasar dalam negeri yang terus berkembang.
Secara historis, jejak bisnis yang kini menjadi bagian dari KAQI dimulai sejak tahun 2016. Pusat perhatian bisnis pada awalnya adalah perdagangan suku cadang, perawatan, serta perbaikan kendaraan di berbagai lokasi penting.
Seiring berjalannya waktu, KAQI melakukan perubahan dalam pengelolaan keuangan dan struktur organisasi. Puncaknya, perusahaan memutuskan untuk terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Dana segar yang diperoleh dari penawaran umum saham pertama langsung dialokasikan untuk mempercepat ekspansi bisnis secara agresif.
Kepala Keuangan Jantra Grupo Indonesia, Dodon Tri Koeswardana, menyampaikan bahwa tingkat realisasi penggunaan dana IPO sudah sangat mencolok hingga akhir tahun ini.
Sebagian besar dana digunakan untuk pengeluaran modal ataucapital expenditure (Capex)untuk pembangunan infrastruktur fisik. Pada November 2025, dana IPO yang telah digunakan KAQI mencapai Rp 47,32 miliar atau 95,46%.
Sebanyak Rp 21 miliar dari dana IPO digunakan untuk membeli tanah operasional. Selain itu, KAQI juga menyalurkan dana sebesar Rp 12,8 miliar untuk pembangunan bengkel baru di lima kota besar, yaitu Bandung, Bekasi, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.
Kemudian, sekitar Rp 6,1 miliar dialokasikan kepada anak perusahaan sebagai modal kerja. Dodon menyatakan bahwa sisa dana yang tersedia juga digunakan untuk pembelian peralatan operasional guna mendukung pembukaan cabang-cabang baru.
” Dana IPO yang tersisa dalam kas perusahaan sebesar Rp 2,3 miliar dan direncanakan akan dicairkan hingga tahun 2028,” kata Dodon tidak lama yang lalu.
Dari segi operasional, perluasan fisik ini sejalan dengan peningkatan jumlah kendaraan yang ditangani. Hingga Oktober 2025, KAQI mencatat telah melayani lebih dari 144.000 unit kendaraan secara keseluruhan sejak tahun 2017.
Pengembangan cabang dan peningkatan kemampuan teknis telah berdampak signifikan terhadap jumlah pelanggan. Saat ini, KAQI memiliki 16 jaringan bengkel yang tersebar di seluruh pulau Jawa dan Bali.
Melalui jaringan bengkel tersebut, KAQI mampu menghasilkan pendapatan hingga September 2025.
Namun demikian, laba bersih mengalami sedikit penurunan karena beban operasional yang tinggi dari pembukaan cabang-cabang baru yang belum berjalan secara optimal.
Dodon menjelaskan bahwa cabang baru biasanya hanya mencapai tingkat penggunaan sebesar 40 persen pada tahun pertama, kemudian naik menjadi 40% hingga 50% pada tahun kedua setelah beroperasi, dan mencapai titik optimal di tahun ketiga.
“Cabang baru memerlukan waktu untuk berkembang secara bertahap, dan mulai mencapai kapasitas hampir optimal pada tahun ketiga,” tambah Dodon.
Untuk mengevaluasi kondisi keuangan setiap cabang, KAQI menetapkan standar ekonomi yang ketat untuk setiap pembukaan cabang baru. Titik impas operasional per cabang ditentukan pada kisaran pendapatan Rp 300 juta hingga Rp 400 juta per bulan.
“Standar pendapatan yang ditargetkan untuk setiap cabang baru adalah Rp 600 juta per bulan,” katanya.
Dodon mengatakan kinerja cabang baru yang dibuka sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Dari enam cabang terbaru, tiga cabang yang memiliki kinerja keuangan terbaik adalah cabang Surabaya, Bandung, dan Bekasi.
Melihat tahun 2026, KAQI telah menyiapkan rencana ekspansi tambahan guna menjaga laju pertumbuhan. Pusat perhatian pengembangan jaringan tetap akan berada di Jawa dan Bali yang memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi.
“Target internal pembukaan cabang pada tahun 2026 adalah tujuh lokasi baru, tetapi masih menunggu persetujuan dari Dewan Komisaris,” ujar Dodon.
Pengembangan ke luar Pulau Jawa akan dilakukan secara terbatas sambil menunggu kesiapan sistem manajemen dan fasilitas pendukung. Oleh karena itu, KAQI memerlukan dana pengembangan sebesar Rp 50 miliar.
“Untuk pendanaan ekspansi pada tahun 2026, dana internal perusahaan masih dalam kondisi baik,” katanya.
Kepala Eksekutif Jantra Grupo Indonesia, Imam Sujono, menambahkan bahwa strategi perluasan cabang serta peningkatan kemampuan teknis telah memberikan dampak nyata terhadap jumlah pelanggan.
Imam menyebut tahun 2025 sebagai tahap dasar, di mana dilakukan investasi besar-besaran terhadap aset tetap dan sumber daya manusia. KAQI telah melakukan pemindahan kantor cabang di Jakarta dan Yogyakarta ke lokasi yang lebih representatif.
“Investasi dalam aset tetap yang signifikan mencapai Rp 97,4 miliar per kuartal ketiga tahun 2025 untuk pengembangan cabang, renovasi, alat kerja, dan peralatan bengkel,” ujarnya.
Tidak hanya itu, KAQI telah menyiapkan beberapa strategi utama guna mempertahankan laju pertumbuhan perusahaan. Salah satu prioritas utamanya adalah digitalisasi sistem dokumen dan administrasi yang terhubung secara integritas.real-time antar cabang.
Imam menjelaskan bahwa KAQI baru saja menyelesaikan program tersebut.benchmarkingke Jepang pada November 2025 guna mempelajari standar prosedur operasional bengkel yang modern. Hasil kunjungan studi banding ini akan diterapkan untuk meningkatkan kemampuan teknisi serta efektivitas kerja di seluruh jaringan bengkel KAQI.
