Pengalaman Pertama Menggunakan Saldo E-Wallet Kompassiana
Hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan bagi saya, karena telah melihat putri saya menempuh profesi gizi. Proses belajarnya memakan waktu selama 12 bulan setelah menyelesaikan pendidikan S1 di bidang gizi. Ia masuk jalur regular sebagai mahasiswa murni, karena ada sebagian mahasiswa yang sudah bekerja baik di rumah sakit, puskesmas, bahkan ada yang sudah menjadi dosen.
Namun, kali ini bukanlah fokus cerita saya tentang profesi gizi. Yang ingin saya bagikan adalah rasa syukur saya saat bisa memanfaatkan saldo E-Wallet dari Kompassiana. Jujur saja, sejak kehadiran cucu tercinta, saya jarang muncul di Kompassiana. Ini mungkin menjadi alasan klasik, he he. Padahal dulu saya berkomitmen untuk menulis dua artikel dalam seminggu.
Efeknya juga membuat saya jarang membeli bakso, he he, karena biasanya bisa menggunakan Go Pay dari E-Wallet. Meskipun hanya cukup untuk satu mangkok bakso, namun lumayan juga jika ditabung sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.
Nah, karena jarang melihat tabungan saldo E-Wallet dari Kompassiana, maka tabungan tersebut terabaikan. Namun hari ini saya merasa bangga dan bersyukur banget ternyata akomodasi saat menghadiri sumpah profesi putri saya, saya bayarkan menggunakan saldo E-Wallet yang saya dapatkan dari Kompassiana.
Perjalanan Menggunakan Saldo E-Wallet
Pada hari itu, saya naik kereta dari Bojonegoro menuju Surabaya. Sesampai di Surabaya, saya melanjutkan perjalanan ke Malang menggunakan Bus jurusan terminal Arjosari. Tiba di terminal, saya menuju hotel dengan Go-Car. Untuk pertama kalinya saya memanfaatkan saldo E-Wallet untuk aplikasi Gojek.
Esok paginya, dari hotel menuju lokasi sumpah profesi di Samantha Krida Universitas Brawijaya, saya menggunakan saldo E-Wallet lagi. Ga-Car menjadi pilihan saya. Alhamdulillah, lumayan tidak harus merogoh kocek di dompet.
Setelah acara selesai, saya memesan Go-Car untuk belanja oleh-oleh di Singasari. Alhamdulillah, saldo masih ada. Dan yang terakhir, saat menuju Stasiun Kereta Api Turi, saya ambil Go-Car lagi. Sehingga dua hari berturut-turut saya memakai jasa Go-Car cukup dengan saldo E-Wallet yang saya peroleh dari Kompassiana.
Rasa Syukur dan Harapan
Alhamdulillah, rasanya semakin bangga dengan Kompassiana. Ternyata, walaupun hanya semangkuk bakso jika ditabung bisa bermanfaat saat kita membutuhkan. Dan ini pengalaman pertama saya menggunakan E-Wallet Kompassiana. Rezeki yang tak pernah terduga.
Bagi saya, tujuan menulis di Kompassiana adalah untuk menyalurkan hobi, sekaligus sebagai celengan artikel jika ingin menerbitkan buku. Ada dua buku yang sudah terbit dari hasil menabung di Kompassiana. Salah satunya saat menuliskan genre pendidikan yang berisi tentang metode-metode pembelajaran yang sudah saya terapkan di kelas.
Dengan berjalannya waktu, ternyata pihak admin memberikan reward bagi siapa saja yang sudah menjadi ketetapannya. Saya sendiri juga tidak pernah tahu bagaimana cara admin menghitung dan menominalkan K-Reward. Itu mungkin menjadi rahasia besar admin. He he.
Harapan saya setiap bulan selalu ada, walaupun hanya semangkuk bakso. Jika ada ya alhamdulillah anggap saja dapat bonus menulis. Jika tidak mendapatkan juga tidak apa-apa, toh bukan tujuan utama teman-teman di sini.
Demikianlah keseruan cerita saya saat pertama kalinya menggunakan saldo E-Wallet Kompassiana. Terima kasih Admin, semoga ke depan Kompassiana semakin kaya, sukses dan murah hati sehingga saya bisa menabung setiap bulan di E-Wallet.
Semoga sehat selalu, semoga bermanfaat.







