PR JABAR– Sekolah Intelejensia yang terletak di Jalan A.H. Nasution Nomor 242, Kota Bandung, kini menjadi salah satu tempat pendidikan yang diminati oleh masyarakat Bandung.
Sekolah ini didirikan oleh Yayasan Inteligensia yang mengelola jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.
Lembaga Pendidikan Intelejensia didirikan oleh pasangan suami istri, Hendri Setiawan S. dan Neneng Sunengsih, yang memiliki pengalaman bertahun-tahun sebagai guru di tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi.
Pasangan suami istri ini juga tercatat sebagai konsultan pendidikan, bimbingan belajar, serta direktur laboratorium psikologi di Kota Bandung.
Sebagai Pembina Yayasan Inteligensia, Hendri menyampaikan bahwa sebelum dimulainya pendidikan di bidang inteligensia, setiap anak akan terlebih dahulu diuji di Laboratorium Psikologi Inteligensia.
“Maka baik bakat akademik maupun bakat nonakademik dapat teridentifikasi secara langsung sejak masuk sekolah,” katanya, baru-baru ini.
Selain itu, bakatnya akan diarahkan, dipelihara, dan dikembangkan sesuai dengan jurusan sekolahnya hingga menjadi seorang pakar dalam bidangnya, sedangkan kelemahannya akan diperhatikan agar tidak menjadi titik lemah dalam menjalani pendidikannya.
Hendri juga percaya bahwa di bidang apa pun, bakat siswa, jika diteliti dan dikembangkan, akan menjadi alat keberhasilan bagi anak tersebut di masa depan.
Namun, keberhasilan ini akan berjalan dengan baik jika dasar agama yang kuat dan dasar akhlak yang baik telah terbiasa dan menjadi budaya sejak anak-anak belajar di SD dan SMP.
“Kami berharap anak-anak mampu menggali bakatnya, mengantisipasi kelemahannya, cerdas dalam agama, serta cerdas dalam berakhlak,” katanya.
Fasilitas Lengkap
Ia menjelaskan, perbedaan lembaganya dengan sekolah lain terletak pada fokus pada pengembangan kecerdasan akademik, agama, dan akhlak.
Hendri mengungkapkan perbedaan antara sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan yang belum.
Misalnya, menurutnya, ketika seorang anak memperoleh nilai ujian yang rendah tetapi tidak merasa cemas, atau ingin menghadapi ujian namun enggan menghafal, hal ini menunjukkan bahwa aspek akademik belum berkembang.
“Siswa SMA ditanya ke mana ingin kuliah, jawabannya bisa ke mana saja. Artinya budaya akademik belum terbentuk. Siswa yang sudah SMA seharusnya memiliki target, jika belum maka berarti budaya akademik belum berkembang,” katanya.
Ia menambahkan, anak yang terlambat dalam berdoa namun tidak merasa cemas menunjukkan bahwa pendidikan agamanya belum tertanam dengan baik.
Demikian pula ketika anak masih mencontek saat ujian, hal tersebut menunjukkan bahwa aspek akhlaknya belum berkembang menjadi sebuah budaya.
“Anak yang sering mencontek saat ujian, cenderung lebih mungkin melakukan korupsi di masa depan. Jika ketidakjujuran tidak dicegah, suatu hari nanti dia akan melakukannya kembali,” ujar Hendri.
Fasilitas Sekolah Inteligensia sangat lengkap. Mulai dari area parkir yang luas, ruang terbuka untuk anak yang besar dilengkapi dengan taman yang menarik.
Area olahraga yang tersedia mencakup lapangan futsal, lapangan basket, meja tenis, serta bulu tangkis.
Terdapat 100 ruang belajar, yang didukung oleh laboratorium IPA, laboratorium komputer, laboratorium Bahasa, serta laboratorium Psikologi yang dilengkapi dengan ruang tesnya.
Ruang seni khusus, ruang perpustakaan serta ruang bimbingan konseling dan kesehatan sekolah, ruang guru, dan ruang tamu yang dilengkapi dengan ruang rapat.
Area aula cukup luas dan dilengkapi dengan ruang bioskop khusus serta ruang multifungsi. Selanjutnya, fasilitas kebersihan juga memadai, terdapat banyak toilet, tempat berwudhu, serta 40 kamar mandi.
Tempat ibadah semakin lengkap berkat kehadiran Masjid Inteligensia. Selain itu, terdapat area kantin yang luas yang dilengkapi dengan ruang istirahat bagi siswa.
Secara keseluruhan, bangunan sekolah dibagi menjadi tiga bagian yaitu gedung SD, SMP, dan SMA. Setiap ruang kelas sudah dilengkapi dengan AC, tempat penyimpanan siswa, serta puluhan kamera pengawas yang beroperasi 24 jam dan tersebar di area luar ruangan.
Guru dan staf pendidikan lainnya juga dikenal peduli terhadap siswa serta bekerja dengan profesional.
Selain itu, untuk mendukung pendidikan akademik yang berkualitas dan sikap siswa yang berintegritas, Sekolah Inteligensia menyediakan Laboratorium Psikologi serta Bimbingan Belajar Inteligensia sebagai fasilitas belajar bagi siswa Inteligensia maupun non-siswa Inteligensia.
Menurut Hendri, keberhasilan Sekolah Inteligensia tidak terlepas dari sistem pendidikan yang baik, fasilitas yang memadai, guru-guru yang berkualitas, serta kolaborasi yang erat dengan orang tua siswa.
Ia menjelaskan bahwa banyak siswa Intelegensia yang berhasil meraih prestasi, baik dalam bidang akademik, nonakademik, maupun yang berkaitan dengan agama Islam. Prestasi ini diraih di berbagai tingkat, mulai dari tingkat kota, provinsi, nasional hingga internasional.
“Sekolah Inteligensia telah membuktikan bahwa jika anak memiliki target masuk ke UPI, UNPAD, ITB, dan PTN favorit lainnya di Indonesia, maka tempatnya adalah di Inteligensia. Selain itu, jika ingin anak memiliki dasar agama yang kuat serta akhlak yang baik, maka tempatnya juga di Sekolah Inteligensia, yaitu sekolah khusus yang fokus pada tujuan masuk perguruan tinggi papan atas,” tegasnya.






