Cuaca ekstrem yang melanda Jawa Barat kembali menjadi perhatian serius, terutama menjelang akhir tahun. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan potensi hujan lebat hingga sangat deras di sejumlah wilayah, termasuk daerah pesisir dan dataran tinggi. Ancaman ini dipicu oleh dinamika atmosfer regional, termasuk pengaruh tidak langsung siklon tropis di selatan Indonesia.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir, longsor, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir Jawa Barat. Masyarakat Bandung Raya dan sekitarnya diminta untuk meningkatkan kewaspadaan agar aktivitas akhir tahun tetap aman. BMKG memperkirakan cuaca ekstrem akan berlangsung antara 19 hingga 25 Desember 2025 dengan intensitas hujan yang bervariasi dari sedang hingga sangat lebat.
Baca Juga: Teras Cihampelas Akan Dibongkar Tahun 2026, Warga Bandung Bisa Tetap Nikmati Bagian Favorit Ini
Periode ini disebut sebagai fase rawan bencana hidrometeorologi karena bertepatan dengan puncak aktivitas musim hujan. Wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, menegaskan bahwa cuaca saat ini bersifat sangat dinamis dan bisa berubah cepat. Ia menyebut masyarakat tidak perlu panik namun harus disiplin dalam mengantisipasi potensi bencana yang menyertai hujan ekstrem.
“Cuaca bersifat dinamis, kami meminta masyarakat tetap tenang dan waspada serta melakukan langkah antisipatif terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Teguh Rahayu.
Berdasarkan pengamatan BMKG, pola angin di Jawa Barat menunjukkan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif. Wilayah utara Jawa Barat mengalami hembusan angin dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 30 knot. Sementara itu wilayah selatan Jawa Barat mencatat kecepatan angin antara 10 hingga 25 knot dengan arah pergerakan serupa.





