Hotel Es di Swedia Mirip Istana Es dalam Film Frozen



Hotel yang sepenuhnya dibangun dari es dan salju kembali dibuka di Laplandia, Swedia untuk musim dingin ini. Pengalaman menginap di kawasan Arktik ini menawarkan sensasi unik yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Hotel yang dikenal sebagai Icehotel 36 terletak di Jukkasjarvi, sekitar 200 kilometer di utara Lingkar Arktik. Setiap tahun, struktur hotel dibangun dari balok es yang dipanen dari Sungai Torne ketika musim dingin tiba, dan perlahan mencair kembali saat musim semi.

Para tamu dapat tidur di atas balok-balok es yang dikelilingi karya seni salju berkilauan, yang diciptakan oleh 33 seniman dari 12 negara. Icehotel memiliki luas sekitar 2.800 meter persegi, dengan 12 suite bertema seni, ruang utama, aula upacara, instalasi artistik, serta bioskop yang seluruhnya terbuat dari es dan salju. Bagi tamu yang ingin malam lebih hangat, tersedia 28 kabin hangat dengan tarif mulai 1.656 SEK atau sekitar Rp 2,5 juta per malam.

Bacaan Lainnya

Salah satu daya tarik unik tahun ini adalah piano grand berukuran nyata dari es yang bisa dimainkan oleh pengunjung. Suite-suite ini memiliki tema berbeda, seperti “Sweep Me Off My Feet” yang memberikan sensasi tidur “di tengah badai”, atau “Soap Bubbles” yang membawa tamu tersesat dalam dunia mimpi.

Selain hotel yang beku, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas khas musim dingin. Mulai dari tur mobil salju untuk melihat Cahaya Utara (Northern Lights), kereta luncur anjing, ritual sauna tradisional, hingga makan malam di alam terbuka di sekitar api unggun. Restoran hotel juga menyajikan menu empat kursus khas Arktik dengan bahan lokal seperti daging rusa, buah berry cloudberry, dan ikan roe. Beberapa hidangan bahkan disajikan di atas blok es.

Menurut informasi yang diperoleh, pengalaman menginap di hotel es ini memberi sensasi musim dingin yang tak terlupakan. Tamu dapat menggunakan fasilitas tidur termal dan akses ke area hangat untuk mandi dan bersantai. Creative Director Icehotel, Luca Roncoroni, mengatakan bahwa kerja keras tim seniman dan pembangun memungkinkan hotel siap menyambut tamu tepat waktu. Ia sangat bangga kepada semua yang berkontribusi dalam ICEHOTEL 36. Beberapa seniman telah berpengalaman bertahun-tahun, sementara yang baru membawa ide segar dan semangat positif sehingga semuanya selesai tepat waktu.

Setiap musim, struktur Icehotel yang semu ini perlahan mencair saat suhu meningkat. Hal ini menjadikan pengalaman bermalamnya bersifat sementara. Namun, seni beku yang terus berubah setiap tahun membuat hotel ini menjadi salah satu daya tarik utama di Arktik bagi wisatawan internasional. Dengan kombinasi seni, teknologi, dan alam, Icehotel 36 tetap menjadi destinasi yang menarik bagi para pecinta petualangan dan penggemar seni.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *