– Bayangkan air minum yang jernih yang selama ini dikonsumsi oleh Sahabat dan keluarga ternyata mengandung bakteri di dalamnya.
Bakteri berbahaya ini tentu saja bisa mengancam kesehatan keluarga, terutama anak-anak yang sistem imunnya masih dalam proses perkembangan.
Hal ini juga menunjukkan bahwa air yang tampak jernih belum tentu benar-benar aman untuk dikonsumsi.
Mari langsung saja simak beberapa fakta mengenai kontaminasi bakteri dalam air minum serta pengaruhnya terhadap perkembangan anak berikut ini!
Apakah Air Minum Bisa Terkontaminasi Bakteri?
Air yang tampak jernih belum selalu aman dari berbagai jenis pencemaran, termasuk pencemaran bakteri berbahaya.
Air minum dapat tercemar oleh kuman karena berbagai hal, seperti sumber air atau proses pengolahan air yang tidak sesuai dengan aturan, pencemaran dari limbah rumah tangga, saluran pembuangan yang bocor, atau cara menyimpan air yang tidak bersih.
Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Info Kesehatan pada tahun 2015 mengungkapkan bahwa kualitas bakteriologis air minum di depot air minum isi ulang (DAMIU) di wilayah Oepoi, Kota Kupang, tidak memenuhi standar. Ditemukan 40% atau sekitar 10 DAMIU terkontaminasi bakteri Coliform dan 20% DAMIU terkontaminasi bakteri E. coli.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari situs resmiUNICEF, disebutkan bahwa sekitar 70% dari 20.000 sumber air minum rumah tangga yang diperiksa di Indonesia diketahui terkontaminasi oleh limbah tinja.
Di mana, juga disebutkan bahwa pencemaran air berkontribusi pada penyebaran penyakit diare yang menjadi penyebab utama kematian anak-anak.
Dampak pencemaran bakteri pada air minum terhadap kesehatan anak
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Journal of Tropical Medicine and Hygiene pada tahun 2020, anak-anak yang tinggal di daerah dengan kualitas air minum yang berisiko sangat tinggi memiliki peluang 2,6 kali lebih besar untuk menjadi pembawa bakteri berbahaya dibandingkan anak-anak yang mengonsumsi air dengan risiko rendah.
Maknanya, semakin buruk kualitas air yang dikonsumsi, semakin tinggi kemungkinan tubuh si Kecil membawa dan menyebarluaskan bakteri yang menyebabkan penyakit.
Temuan penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya memastikan air minum keluarga benar-benar aman dari segi mikrobiologis, bukan hanya terlihat bersih.
Penelitian yang dilakukan di Kota Palangka Raya dan diterbitkan dalam Jurnal Riset Mahasiswa pada tahun 2023 menemukan bahwa sumber air minum serta kualitas air dari segi bakteriologis berkaitan langsung dengan kejadian diare pada anak-anak.
Semakin menurun kualitas air yang diminum, semakin tinggi pula kemungkinan anak mengalami masalah pencernaan seperti diare.
Untuk bayi dan anak-anak, diare bukanlah penyakit yang bisa dianggap remeh. Kondisi ini dapat memicu dehidrasi serta mengurangi kekebalan tubuh, yang akhirnya berdampak pada perkembangan fisik dan mental mereka.
Selanjutnya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal CONTAGION: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health pada tahun 2023 menemukan keterkaitan penting antara kualitas air minum rumah tangga dengan kejadian stunting pada anak berusia 6–59 bulan di Deli Serdang, Sumatera Utara.
Anak-anak yang meminum air yang terkontaminasi memiliki risiko lebih besar mengalami kekurangan gizi dan perkembangan yang terganggu.
Berikut adalah beberapa versi parafraze dari kalimat tersebut: 1. Inilah alasan mengapa Sahabat perlu memastikan air minum keluarga telah melalui pengujian yang ketat agar terhindar dari berbagai kotoran bakteri. 2. Berikut ini merupakan alasan mengapa penting bagi Sahabat untuk memastikan air minum keluarga telah melewati proses pengujian yang ketat agar aman dari berbagai kontaminasi bakteri. 3. Ini adalah alasan mengapa Sahabat harus memastikan air minum keluarga telah diuji secara ketat agar bebas dari berbagai cemaran bakteri. 4. Berikut adalah alasan mengapa Sahabat perlu memastikan air minum keluarga telah melalui pengujian yang ketat sehingga aman dari berbagai jenis bakteri. 5. Inilah sebabnya penting bagi Sahabat untuk memastikan air minum keluarga telah melalui proses pengujian yang ketat agar terhindar dari berbagai kotoran bakteri.
Karena memilih air minum yang aman bukan hanya terkait dengan rasa, tetapi juga tentang perlindungan jangka panjang bagi keluarga.
(*)
