Isi Artikel
Harga Kebutuhan Pokok di Bengkalis Mulai Turun, Warga Bersyukur
Di pasar Terubuk Bengkalis, harga kebutuhan pokok mulai menunjukkan penurunan. Salah satu yang paling terasa adalah harga cabai merah, yang sebelumnya sempat melonjak tajam. Kini, warga kembali bisa membeli cabai segar dengan harga yang lebih terjangkau.
Ibu rumah tangga seperti Mawarti dari Desa Kelapapati mengungkapkan bahwa ia kini bisa membeli cabai merah dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan beberapa pekan lalu. Ia bahkan memborong setengah kilogram cabai merah saat berbelanja pada Minggu (21/12) pagi.
“Kali ini saya beli setengah kilo, sedangkan kemarin hanya mampu membeli seperempat saja,” ujarnya. Menurut Mawarti, harga cabai merah sebelumnya mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Hal itu membuatnya lebih hati-hati dalam berbelanja.
“Karena harganya fluktuatif, saya hanya membeli dua hari sekali. Kalau beli banyak nanti stok di rumah akan habis cepat,” tambahnya.
Meskipun belum sepenuhnya normal, harga cabai merah kini dinilai lebih masuk akal untuk dibeli. Mawarti menyebutkan bahwa harga tersebut masih bisa turun lagi, sehingga ia memutuskan untuk membeli dalam jumlah yang cukup besar.
Harga cabai merah yang kini berada di kisaran Rp 70 ribu per kilogram juga disampaikan oleh Dedi, seorang pedagang sayur di Pasar Terubuk. Ia menjelaskan bahwa harga tersebut berlaku untuk cabai merah asal Medan. Sementara cabai merah dari Bukit Tinggi masih dijual dengan harga Rp 90 ribu per kilogram.
“Cabai Sumbar juga turun dari sebelumnya Rp 110 ribu menjadi Rp 90 ribu,” tambah Dedi.
Menurut Dedi, stok cabai merah hingga pekan ini masih aman. Bahkan dari Medan, pasokan hampir setiap hari masuk ke pasar. Ia sendiri mengambil stok dua hari sekali.
Dedi memperkirakan bahwa harga cabai merah sebesar Rp 70 ribu per kilogram akan bertahan hingga Natal. Alasannya karena stok yang cukup stabil dari daerah penghasil yang mulai memasuki musim panen.
Selain cabai merah, beberapa kebutuhan pokok lainnya juga tetap stabil. Contohnya cabai hijau yang harganya masih bertahan di Rp 50 ribu per kilogram. Bawang merah dan bawang putih juga cenderung stabil.
“Bawang merah Jawa sekarang Rp 50 ribu, turun sejak dua hari lalu. Sebelumnya Rp 55 ribu,” jelas Dedi. Sementara bawang putih masih stabil di harga Rp 35 ribu per kilogram.
Harga Ayam Stabil, Tapi Ayam Kampung Masih Mahal
Sementara itu, Adri, seorang pedagang ayam di pasar Terubuk, mengatakan bahwa harga ayam potong masih stabil di Rp 35 ribu per kilogram. Harga tersebut sudah bertahan selama sepekan setelah sebelumnya sempat naik menjadi Rp 36 ribu.
“Ayam potong masih Rp 35 ribu, sejak turun pekan kemarin stabil di harga segitu,” ujar Adri.
Namun, harga ayam kampung masih tinggi, yaitu sekitar Rp 75 ribu per kilogram. Harga tersebut sudah berlangsung beberapa pekan terakhir. Menurut Adri, hal ini disebabkan oleh stok yang terbatas. Pihaknya hanya mengambil ayam kampung dari peternak lokal di Bengkalis.
“Stoknya payah, masyarakat yang jual ke kita tidak banyak. Serta mereka menawarkan harga yang tinggi per kilogramnya sekitar 60 ribu rupiah lebih,” tandasnya.
Penurunan Harga Memberi Kelegaan bagi Warga
Penurunan harga cabai merah dan stabilnya harga kebutuhan pokok lainnya memberikan kelegaan bagi warga Bengkalis. Meski belum sepenuhnya normal, harga yang lebih terjangkau membantu meringankan beban pengeluaran keluarga.
Warga seperti Mawarti mengatakan bahwa meskipun harga cabai merah masih relatif mahal, mereka tetap membelinya karena sambal menjadi bagian dari kebutuhan harian. Dengan harga yang lebih rendah, mereka bisa membeli dalam jumlah yang lebih banyak tanpa khawatir terhadap fluktuasi harga.







