Habis dalam 24 jam! Relawan Muhammadiyah Aceh bantu ekonomi warga dengan pemasaran cabai

Relawan Muhammadiyah dari Pos Koordinator Siaga Bencana Pimpinan Wilayah Muhammadiyah memiliki pendekatan khusus dan berbeda dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat yang terkena dampak bencana dengan mempromosikan hasil pertanian cabai dari dataran tinggi Gayo, Takengon, Aceh Tengah.

Enam ratus kilogram cabai berkualitas tinggi yang diangkut langsung dari Takengon ke Poskorwil Muhammadiyah laku terjual dengan cepat. Cabai ini dijual dalam lingkungan keluarga besar Muhammadiyah serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan warga sekitar, bahkan melalui pesan instan.

Bacaan Lainnya

Respon masyarakat, khususnya di lingkungan Muhammadiyah, sangat antusias. Dalam waktu kurang dari 24 jam, seluruh stok cabai habis terjual. Cabai yang berasal dari dataran tinggi Gayo selama ini dikenal memiliki kualitas terbaik dan tahan lama, sehingga tidak heran jika produk ini langsung diminati oleh warga, khususnya di lingkungan Muhammadiyah tersebut.

Seorang relawan, Resti Tazkirah, ketika diwawancarai menyampaikan bahwa inisiatif ini muncul dari kekhawatiran terhadap situasi para petani di daerah yang terkena bencana yang kesulitan menjual hasil pertanian mereka karena akses jalan terganggu.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan oleh relawan Muhammadiyah Aceh ini merupakan tindakan nyata dari Persyarikatan dalam mendukung pemulihan ekonomi yang juga harus terus berlangsung bersamaan dengan penanganan kemanusiaan.

“Melalui penjualan cabai ini, kami berharap para petani tetap memperoleh penghasilan yang pantas. Syukur, minat masyarakat sangat besar dan cabai ludes terjual dalam sehari,” kata Resti, Jumat 26 Desember 2025.

Resti menambahkan, gerakan ini bukan hanya tindakan sementara. Selain berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan pangan, program ini diharapkan dapat menghidupkan kembali perekonomian petani setempat yang sebelumnya terganggu akibat bencana.

Ia menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilanjutkan di masa depan. Ia bersama anggota relawan lainnya berkomitmen untuk menyelenggarakan program bantuan yang tidak hanya berhenti pada pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak, tetapi juga fokus pada aspek perekonomian yang berkelanjutan bagi warga tersebut.

“Insyaallah, ini akan menjadi pola pemberdayaan yang terus kami kembangkan, agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga bangkit dan mandiri secara ekonomi,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa menyambut positif inisiatif kreatif para relawan Muhammadiyah yang menunjukkan pendekatan inovatif serta kepedulian nyata dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat yang terkena dampak bencana.

“Inisiatif yang dijalankan ini tidak hanya mengurangi beban saudara-saudara kita, tetapi juga menjadi contoh teladan bagi berbagai komponen masyarakat untuk turut bertindak dan berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Semangat kerja sama, kepedulian terhadap sesama, serta dukungan terhadap petani setempat merupakan kunci pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah yang terkena dampak bencana. Nilai-nilai ini terus kita tingkatkan bersama, agar Muhammadiyah selalu hadir memberikan manfaat dan solusi bagi umat serta bangsa,” katanya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *