,SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut ada pergerakan orang masuk ke Jawa Tengah mencapai 8,6 juta jiwa dalam masa liburan natal dan tahun baru mulai tanggal 23 sampai 31 Desember.
Mobilitas warga dari luar Jawa Tengah ini memberikan dampak bagi sektor pariwisata dan hotel.
“Iya betul, pergerakan warga ke Jawa Tengah memberikan pengaruh okupansi hotel yang mana tingkat keterisian hotel mencapai 90 persen sampai 100 persen,” ujar Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Bambang Mintosih kepada Tribun, Kamis (1/1/2026).
Pria yang akrab disapa Benk ini merinci, jumlah hotel baik bintang maupun non bintang di Jawa Tengah mencapai 3.254 hotel.
Dari ribuan hotel itu tingkat hunian atau keterisian hotel mencapai 96 persen sampai 100 persen.
Angka ini terjadi saat liburan nataru mulai tanggal 23-30 Desember 2025.
Sementara untuk liburan malam tahun baru pada 31 Desember tingkat keterisian hotel hanya mencapai 90 sampai dengan 94 persen.
“Iya momen nataru lebih ramai dibandingkan dengan perayaan malam tahun baru,” ucapnya.
Adanya penurunan okupansi hotel pada malam tahun baru terjadi karena ada beberapa faktor.
Benk mengungkap, kebijakan larangan kembang api di seluruh wilayah Jawa Tengah menjadi salah satu pemicu menurunnya orang untuk berlibur.
Penyebab lainnya, faktor cuaca yang mana ketika menjelang malam tahu sudah diprediksi akan turun hujan. “Jadi keterisian hotel hanya ramai di pusat kota. Sebaliknya hotel-hotel yang berada di kawasan wisata air atau pegunungan cenderung menurun,” katanya.
Pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Pegiat Wisata Jawa Tengah ini membandingkan dengan malam perayaan tahun baru 2025. Kala itu, tingkat okupansi hotel di Jawa Tengah mencapai 100 persen.
“Tahun kemarin cuacanya asik, tidak ada bencana jadi bisa 100 persen,” paparnya.
Benk berharap, Pemerintah Jawa Tengah pada momen liburan selanjutnya bisa berkontribusi dalam meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan.
Berhubung kunjungan wisatawan ke Jateng didominasi asal Jakarta yang mencapai 54 persen maka pemerintah bisa memberikan sejumlah diskon seperti potongan biaya transportasi.
“Waktu cuti juga perlu diberi waktu agak lama agar wisatawan tidak terburu-buru,” ungkapnya.
Menurut Benk, langkah ini perlu dilakukan agar Jawa Tengah bisa memanfaatkan peluang pergerakan warga selama liburan tersebut.
“Ingat kita juga bersaing dengan daerah lain seperti Jogja untuk menarik para wisatawan agar mau berkunjung ke Jateng,” terangnya.
Pantauan Malam Tahun Baru
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pergerakan orang yang masuk ke Jawa Tengah selama libur Natal dan Tahun Baru dari 20-31 Desember 2025 mencapai 8,6 juta jiwa. Angka ini diprediksi akan bertambah selama Operasi Lilin Candi yang akan berakhir pada 5 Januari 2026 mendatang.
“Angka kunjungan ini hampir mirip dari prediksi Kementerian Perhubungan yang mencapai 8,7 juta jiwa,” bebernya dalam keterangan tertulis.
Ia menyebut, pada malam pergantian tahun baru, setidaknya ada 101 tempat perayaan di Jawa Tengah.
Dari 35 kabupaten/kota di wilayahnya, sebanyak 17 kabupaten/kota menyelenggarakan car free night (CFN).
Selama libur Nataru ada kejadian menonjol berupa kecelakaan tunggal bus Cahaya Trans di lingkar tol Krapyak yang menewaskan 16 penumpang pada Senin, 22 Desember 2025.
Prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait curah hujan tinggi pada Natal dan Tahun Baru telah diantisipasi oleh pemerintah Jawa Tengah.
Namun, Luthfi bersyukur tidak ada kejadian bencana selama momen tersebut.
“Sampai saat ini tidak ada kejadian menonjol terkait bencana longsor dan banjir,” terangnya.
Ia mengatakan, dalam pengamanan Nataru melibatkan sekitar 10.112 personel TNI dan Polri serta ditambah personel dari Satpol PP dan instansi terkait lainnya yang bertugas.
Mereka tersebar di pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan, serta di gereja-gereja, objek wisata, dan jalur-jalur rawan kemacetan.
“Terima kasih kepada Kapolda dan Pangdam serta seluruh stakeholder yang telah memberikan pelayanan masyarakat selama libur Nataru. Semoga Jawa Tengah tetap kondusif agar semua kegiatan berjalan lancar,” tandasnya. (Iwn)







