Gaya Hidup Sehat Gen Z: Kekuatan Digital dan Herbal dari Komix Herbal

– Jakarta, 18 Desember 2025.

PT Bintang Toedjoe kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pemahaman kesehatan kalangan muda melalui program edukasi Komix Herbal Goes to School. Kegiatan yang berlangsung selama bulan November hingga Desember 2025 ini ditujukan kepada siswa SMA/SMK di berbagai kota di Indonesia sebagai bagian dari upaya menciptakan Generasi Sehat, Generasi Herbal.

Bacaan Lainnya

Beberapa kota telah menjadi tempat pelaksanaan program, seperti Banjarmasin, Jambi, Tanjung Pinang, Padang, Banda Aceh, Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, hingga Mataram. Di masa depan, program ini akan terus dikembangkan ke berbagai wilayah lain di seluruh Indonesia.

Perkenalkan Tanaman Obat dan Pengobatan Mandiri Sejak Dini

Dengan tema “Generasi Sehat, Generasi Herbal: Saatnya Gen Z Mengenal Herbal!”, Komix Herbal Goes to School dirancang untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang kekayaan tanaman obat asli Indonesia, konsep swamedikasi yang benar, serta keterampilan literasi digital dalam memilah informasi kesehatan.

Kepala Humas PT Bintang Toedjoe, Zaini Ahsan Prahendra, menekankan betapa pentingnya pendidikan kesehatan sejak usia sekolah.

“Melalui Komix Herbal Goes to School, kami berharap mendekatkan manfaat tanaman obat Indonesia kepada generasi Z dengan cara yang sesuai dan mudah dipahami. Remaja perlu diberikan pengetahuan kesehatan sejak awal, termasuk bagaimana melakukan pengobatan mandiri secara benar dan memilih produk yang aman,” katanya.

Menurut Zaini, generasi muda yang mendapatkan pendidikan yang memadai akan berkembang menjadi masyarakat yang lebih sehat, kritis, serta bertanggung jawab dalam mengambil keputusan terkait kesehatan.

Libatkan Pakar Kesehatan dan Praktisi Media

Selama pelaksanaannya, program ini mengundang para ahli dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), lembaga kesehatan nasional, serta praktisi media.

Siswa diajak mempelajari potensi tanaman obat asli Indonesia sebagai bahan pengobatan tradisional, sambil mengerti arti pentingnya literasi digital dalam masa penyebaran informasi yang melimpah.

Dokter Muhammad Nafi’ Rizqi A, seorang dokter umum yang juga seorang kreator konten muda, menjelaskan bahwa swamedikasi bisa menjadi langkah awal dalam mengatasi masalah kesehatan yang ringan.

“Jika dilakukan dengan benar, swamedikasi bisa membantu mengurangi beban fasilitas kesehatan, terutama di wilayah yang akses layanannya tidak merata. Remaja perlu mengetahui cara memilih produk obat yang sesuai, aman, dan bertanggung jawab,” katanya.

Remaja Pintar Mengelola Obat dan Data Digital

Dalam acara talkshow, peserta diajarkan mengenai prinsip pengelolaan obat yang bertanggung jawab melalui panduan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dari IAI. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang metode CEK KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) dari BPOM untuk memastikan keamanan produk obat dan herbal.

Tidak hanya terkait kesehatan fisik, literasi digital juga menjadi perhatian utama. Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, Gen Z menghadapi ancaman penyebaran informasi palsu mengenai kesehatan melalui media sosial.

Materi literasi digital disampaikan agar siswa mampu mengecek keabsahan sumber informasi, memahami konten kesehatan yang didasarkan pada data, serta menyebarkan informasi dengan tanggung jawab, terutama di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Komitmen Jangka Panjang sebagai Agen Perubahan

Program Komix Herbal Goes to School telah beroperasi sejak akhir tahun 2024 dan akan terus dilaksanakan hingga 2026 sebagai wujud komitmen jangka panjang Komix Herbal dalam menciptakan Generasi Sehat, Generasi Herbal.

Dengan melibatkan siswa, tenaga kesehatan, dan pengusaha media, edukasi ini diharapkan memiliki dampak yang berkelanjutan, bukan hanya untuk peserta, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitar melalui penggunaan media sosial secara positif.

“Kami berharap program ini dapat membangkitkan kesadaran Gen Z dalam menerapkan pola hidup sehat, menggunakan bahan alami Indonesia dengan bijaksana, serta menjadi agen perubahan di sekitar mereka,” ujar Zaini Ahsan Prahendra.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *