Galodo susulan di Koto Panjang Agam terjadi 30 menit setelah hujan Minggu siang

Ringkasan Berita:

  • Hujan deras mengguyur Kampuang Pisang, Nagari Koto Panjang, Agam sebelum terjadi galodo atau banjir bandang Minggu (28/12/2025).
  • Aliran galodo awalnya masih kecil sebelum akhirnya membesar seiring hujan yang terus turun
  • Kawasan Kelok Ambatam memang sudah beberapa kali dilanda galodo sejak kejadian serupa pada akhir November 2025

Hujan deras yang mengguyur Kampuang Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat sejak siang hari menjadi pemicu terjadinya banjir bandang atau galodo susulan, Minggu (28/12/2025).

Bacaan Lainnya

Hujan mulai turun sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung cukup intens di kawasan tersebut. 

Sekitar 30 menit setelah hujan mengguyur, galodo mulai muncul di Kelok Ambatam, jalur penghubung menuju Panta, Matur, Lawang hingga Maninjau.

Warga Kampuang Pisang, Afrinora, mengatakan aliran galodo awalnya masih kecil sebelum akhirnya membesar seiring hujan yang terus turun.

“Setengah jam setelah hujan deras, galodo mulai terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Awalnya kecil, lalu membesar sejak pukul 14.00 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu sore.

Menurut Afrinora, galodo susulan berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB

Intensitasnya kali ini lebih besar dibanding galodo susulan sebelumnya.

Ia menjelaskan, kawasan Kelok Ambatam memang sudah beberapa kali dilanda galodo sejak kejadian serupa pada akhir November 2025. 

Setiap hujan turun, material dari perbukitan kembali terbawa ke badan jalan.

“Galodo susulan memang sering terjadi setiap hujan, tapi yang hari ini skalanya cukup besar,” katanya.

Kendaraan Roda 2 Bisa Lewat

Akibat galodo, jalan di Kelok Ambatam, Kampuang Pisang terputus.

Namun, kendaraan roda kata Afrinora masih bisa melaluinya. 

Hanya saja, kondisi jalan masih licin dan beberapa kendaraan harus dibantu warga sekitar untuk mengangkatnya.

“Kondisi jalan saat ini putus total , kecuali kendaraan roda dua. Kalau mobil tidak bisa lewat sama sekali,” terangnya.

Selain jalan putus total, terdapat satu mobil terjebak karena banjir bandang yang terjadi di Kampuang Pisang.

 “Tetapi penumpang dan sopir sudah berhasil diselamatkan warga secara bersama-sama,” kata Afrinora.

Untuk saat sekarang ujar Afrinora, kondisi di daerah tersebut masih hujan dan mobil yang sempat terjebak belum berhasil dievakuasi.

Selain membantu pengendara yang melintas menggunakan roda dua, warga juga membersihkan material longsor bersama-sama.

“Tak ada rumah yang terdampak akibat galodo kali ini, hanya jalan putus dan satu mobil terjebak,” tambahnya.

Longsor Juga Terjadi di Maninjau

Masih di Kabupaten Agam, longsor kembali terjadi di Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasar, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Minggu (28/12/2025) siang.

Hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Hujan yang rutin turun menyebabkan tanah di sekitar sungai labil dan memicu longsor. 

Kondisi itu diperparah dengan meningkatnya debit air Sungai Muaro Pisang.

Material longsor kemudian terbawa arus sungai yang meluap dan mengalir hingga ke area permukiman warga.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, membenarkan peristiwa tersebut. 

Ia mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

“Benar, hari ini sekitar pukul 14.30 WIB terjadi longsor dan debit air Sungai Muaro Pisang juga meningkat,” ujar Roza saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (28/12/2025) pukul 15.34 WIB.

Menurut Roza, longsor dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. 

Debit air sungai yang meluap membuat material longsoran terbawa arus menuju permukiman warga.

“Selain longsor, debit air sungai juga meluap, sehingga material longsor terbawa dan mengarah ke permukiman warga,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan masyarakat, hujan masih berlangsung di lokasi kejadian hingga Minggu sore.

“Data hujan tercatat terjadi sejak 23, 25, 27, hingga 28 Desember 2025,” pungkas Roza.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *