Film animasi pendek 3D karya pelajar SMKN 4 Kota Malang ramaikan gelar karya pembelajaran

Ringkasan Berita:

  • Pelajar SMKN 4 Kota Malang kembali menunjukkan kreativitas karya melalui kegiatan Gelar Karya Pembelajaran (GKP) ke-8 yang digelar di lapangan sekolah selama tiga hari mulai tanggal 17 sampai 19 Desember 2025
  • Mengusung tema ‘Show Your Skill Shape the Future’, ajang ini menjadi wadah bagi para siswa dari berbagai jurusan untuk memamerkan hasil pembelajaran berbasis proyek

, MALANG – Siswa-siswi SMKN 4 Kota Malang kembali menunjukkan kreativitas karya melalui kegiatan Gelar Karya Pembelajaran (GKP) ke-8 yang digelar di lapangan sekolah selama tiga hari mulai tanggal 17 sampai 19 Desember 2025.

Bacaan Lainnya

Mengusung tema ‘Show Your Skill Shape the Future’, ajang ini menjadi wadah bagi para siswa dari berbagai jurusan untuk memamerkan hasil pembelajaran berbasis proyek.

Ada 36 stand yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Semuanya merupakan karya dari siswa dari berbagai jurusan, seperti Teknik Grafika, RPL, TKJ, Animasi, Mekatronika, DKV, Perhotelan dan jurusan lainnya.

Salah satu yang mencuri perhatian datang dari Jurusan Animasi SMKN 4 Malang.

Melalui pendekatan Project Based Learning, siswa menampilkan karya berupa film animasi pendek berdurasi 15–30 detik yang menggabungkan teknik animasi 2D dan 3D.

Sufiq Rafisah Gusti, siswa kelas X Jurusan Animasi SMKN 4 Kota Malang, menjelaskan bahwa karya yang ditampilkan merupakan hasil kerja kelompok yang terdiri dari sembilan siswa.

Setiap siswa diwajibkan membuat satu film animasi pendek dengan tema besar misi bersama.

“Total ada sembilan film animasi. Setiap anggota harus membuat satu film, tapi kami tetap saling membantu dalam proses pengerjaannya,” ujar Sufiq saat ditemui , Jumat (19/12/2025).

Menariknya, tema yang diangkat dalam film animasi tersebut tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga edukatif.

Beberapa karya mengangkat isu gaya hidup berkelanjutan hingga cerita rakyat Nusantara, yang dikemas dalam visual animasi modern.

Sufiq sendiri mengangkat cerita tentang seorang anak bernama Benny yang kesulitan dalam memindahkan komputer dari ruangan satu ke ruangan yang lain.

Dalam film tersebut, tokoh utama berinisiatif membantu memindahkan komputer ke ruangan lain sebagai bentuk kepedulian dan kerja sama.

Butuh waktu sekitar enam bulan bagi Sufiq dalam proses pembuatan film animasi ini. Meskipun lama, namun ia cukup bangga.

Karena mampu menciptakan sebuah film pendek, meskipun baru mengenal dunia animasi digital.

“Kesulitannya ada di menggambar dan modeling objek.”

“Saya sebelumnya belum pernah pakai Blender (perangkat lunak) jadi harus belajar dari awal.”

“Ada objek yang mudah dibuat, tapi ada juga yang cukup sulit,” jelasnya.

Meski penuh tantangan, proses tersebut justru menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.

Mereka saling berbagi ilmu dan membantu satu sama lain agar seluruh film animasi dapat diselesaikan sesuai target.

“Selain film, kami juga membuat stiker, gantungan kunci hingga baju.”

“Lalu juga kami sediakan sebuah gambar animasi di stand agar teman-teman kami yang mampir di booth bisa mewarnai dengan bebas,” ucapnya.

Kepala SMKN 4 Kota Malang, Dr Drs Gunawan Dwiyono S ST MPd menjelaskan, bahwa yang melatarbelakangi gelar karya para siswa ini karena sistem pembelajaran di kelas sudah dirancang berbasis kebutuhan industri.

Seluruh jurusan di SMKN 4 Malang telah menggunakan kurikulum industri dan menjalin kerja sama langsung dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Proses pembelajaran di SMKN 4 Kota Malang diawali dari kerja sama dengan industri.”

“Kurikulumnya kurikulum industri untuk semua jurusan, sehingga pembelajaran yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” jelas Gunawan.

Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan mentoring langsung dari industri, kemudian hasil pembelajaran diwujudkan dalam bentuk produk atau karya yang dipamerkan melalui GKP.

Menurutnya, pameran ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga dan meningkatkan motivasi belajar siswa.

“Kegiatan ini kami rancang agar anak-anak bangga dengan proses belajar yang menyenangkan.”

“Acaranya juga digelar waktu ada pengambilan rapor, jadi orang tua juga bisa melihat langsung hasil karya putra-putrinya,” ungkapnya.

Selain dipamerkan secara langsung, karya siswa juga didokumentasikan dalam bentuk digital.

Seluruh karya diunggah melalui media sosial Grafi Karsa, yang menjadi etalase kreativitas siswa SMKN 4 Kota Malang.

Tak hanya itu, siswa juga diwajibkan melakukan presentasi di hadapan guru lintas mata pelajaran.

Dari proses presentasi tersebut, guru dapat menilai performa, kesungguhan, hingga proses perjuangan siswa dalam menghasilkan sebuah produk.

“Guru-guru bisa melihat langsung kemampuan, sikap, dan kesungguhan siswa.”

“Bahkan industri juga memberikan surat keterangan bahwa siswa sudah menguasai okupasi tertentu sesuai bidangnya,” katanya.

Gelar Karya Pembelajaran ini rutin dilaksanakan setiap semester, sehingga dalam satu tahun digelar dua kali.

Pada setiap pelaksanaannya, sekolah juga memberikan penghargaan kepada karya terbaik, yang semakin memacu semangat dan kreativitas siswa.

“Dengan adanya awarding atau penghargaan, anak-anak semakin termotivasi untuk berkarya dan mengembangkan potensi mereka,” tandasnya.

Pos terkait