– Durian terkenal sebagai salah satu buah yang paling diminati di Indonesia dengan rasa yang manis dan aroma yang sangat khas. Gelar “raja buah” telah melekat kuat karena penggemarnya berasal dari berbagai kalangan.
Di balik popularitasnya, durian sering dikaitkan dengan berbagai mitos kesehatan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Mulai dari anggapan bahwa buah ini dapat meningkatkan kadar kolesterol hingga keyakinan berbahaya bahwa mengonsumsinya bersama alkohol bisa membahayakan kesehatan.
Dikutip dari halaman YouTube Kunci Sehat, tidak semua cerita mengenai durian berdasarkan bukti ilmiah. Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara mitos dan fakta agar konsumsi durian tetap aman dan bermanfaat bagi kesehatan.
1. Mengonsumsi air dari kulit durian untuk mencegah mabuk
Mitologi ini cukup umum diketahui oleh masyarakat, khususnya bagi yang merasa tidak nyaman setelah memakan durian. Banyak orang menganggap bahwa air yang diambil dari kulit durian mampu menetralisir efek “panas” durian di dalam tubuh.
Faktanya, manfaat tersebut tidak berasal dari kulit durian, tetapi dari air putih itu sendiri. Mengonsumsi air putih membantu tubuh tetap terjaga kelembapannya dan mendukung proses metabolisme, sehingga rasa tidak nyaman setelah mengonsumsi durian bisa berkurang tanpa perlu menggunakan kulitnya.
2. Manggis mampu mengurangi sifat panas buah durian
Beberapa orang menyarankan untuk mengonsumsi buah manggis setelah memakan durian agar tubuh tidak terasa panas. Keyakinan ini telah lama dipercaya dan dianggap sebagai pasangan alami antara kedua buah tersebut.
Namun hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan tersebut. Kebiasaan mengonsumsi durian dan manggis bersamaan lebih disebabkan karena musim panen keduanya sering berbarengan, bukan karena adanya efek penyeimbang panas secara medis.
3. Buah durian dapat menyebabkan kolesterol yang tinggi
Durian sering disebut sebagai penyebab kenaikan kolesterol karena rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut. Padahal, pandangan ini tidak sepenuhnya benar dan sering dipahami secara keliru.
Buah durian tidak memiliki kandungan kolesterol sama sekali. Sebaliknya, durian mengandung lemak tak jenuh tunggal yang bermanfaat untuk kesehatan jantung serta dilengkapi dengan vitamin C, vitamin B kompleks, serat, dan mineral yang berguna bagi tubuh.
4. Buah durian mampu meningkatkan hasrat seksual
Durian sering dijuluki sebagai buah yang memiliki sifat afrodisiak dan mampu membangkitkan hasrat seksual. Mitos ini didukung oleh beberapa penelitian pada hewan yang menunjukkan perubahan tertentu setelah mengonsumsi durian.
Namun, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan secara langsung bahwa durian mampu meningkatkan gairah seksual. Rasa hangat yang dirasakan setelah mengonsumsi durian lebih berkaitan dengan kenaikan suhu tubuh akibat proses metabolisme, bukan dampak dari hormon.
5. Buah durian aman dikonsumsi oleh penderita diabetes
Banyak orang mengira bahwa durian aman dikonsumsi oleh penderita diabetes selama dalam batas tertentu. Mitos ini perlu diperbaiki agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berbahaya.
Durian mengandung kadar gula dan kalori yang cukup besar, seperti sukrosa, fruktosa, serta glukosa. Karena itu, penderita diabetes atau orang dengan kadar gula darah tinggi sebaiknya mengurangi pengonsumsian durian dan lebih waspada.
6. Buah durian dapat memicu demam dan batuk
Banyak orang mengeluhkan demam atau pilek setelah mengonsumsi durian dalam jumlah besar. Hal ini menyebabkan durian sering dianggap sebagai buah yang “panas” dan berisiko bagi kesehatan.
Berdasarkan keterangan medis, buah durian tidak secara langsung menyebabkan demam atau batuk. Kenaikan suhu tubuh yang dirasakan hanya merupakan reaksi metabolisme alami, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
7. Mengonsumsi durian bersama dengan alkohol dapat menyebabkan dampak yang sangat berbahaya.
Kesamaan antara durian dan alkohol sering dianggap berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Mitos ini sangat menakutkan, sehingga banyak orang menghindari mengonsumsi keduanya secara bersamaan.
Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menggabungkan durian dengan alkohol bisa menyebabkan kematian. Namun, mengonsumsinya bersamaan tetap tidak disarankan karena berpotensi memicu masalah pencernaan seperti perut kembung dan peningkatan asam lambung.
Mengenali mitos dan fakta mengenai durian sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berdampak negatif terhadap kesehatan. Dengan data yang akurat, masyarakat bisa menikmati buah ini tanpa kekhawatiran berlebihan.
Meskipun kaya akan kandungan gizi dan manfaatnya, durian tetap sebaiknya dikonsumsi dengan bijak. Dengan cara makan yang tepat, buah ini bisa menjadi bagian dari kehidupan sehat tanpa menimbulkan efek buruk bagi tubuh.
