Eliano Reijnders dulu tidak dilirik Shin Tae-yong, kini jadi pemain serba bisa andalan Bojan Hodak di Persib

Pemain Persib Bandung, Eliano Reijnders, dapat dikatakan menjadi pemain yang mampu mengisi banyak posisi di setiap lini Maung Bandung musim ini.

Sebelumnya, pemain asal Belanda itu tidak dilirik oleh mantan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, karena kemampuannya.

Bacaan Lainnya

Kini di Persib, sang juru taktik Bojan Hodak pun mengaku senang karena pemain Timnas Indonesia ini mampu menjalankan perannya dengan baik meski ditempatkan di bukan posisi aslinya.

Sudah dua laga berturut-turut, adik kandung dari Tijjani Reijnders ini bermain sebagai gelandang bertahan bagi Persib Bandung dengan penampilan yang maksimal.

Eliano bermain sebagai gelandang jangkar saat Persib berhadapan dengan Bhayangkara FC dan PSM Makassar dalam dua laga terakhir Pangeran Biru di tahun 2025.

Di posisi gelandang bertahan, Eliano tampil menggantikan peran sang kapten, Marc Klok.

Arsitek Persib berkebangsaan Kroasia itu pun senang dan percaya mengandalkan Eliano bermain sebagai gelandang nomor 6 yang bertugas mengamankan lini tengah.

Hodak menyebut Eliano tampil lebih agresif dan spartan karena dipengaruhi dirinya bermain di hadapan publik sendiri yang menambah dorongan semangat untuk sang pemain.

“Saya pikir, ketika bermain di hadapan suporter dengan stadion yang penuh, setiap pemain akan selalu mencoba memberikan yang terbaik,” ujar Hodak dilansir dari laman resmi ileague.id.

“Mungkin dia terlihat lebih agresif dan itu normal, karena dia mencoba untuk meraih kemenangan,” tambah pelatih asal Kroasia tersebut.

Terlebih, menurut Hodak, setiap pemain pasti ingin meraih tiga poin dan itu normal ketika sang pemain tampil lebih percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri.

Pemain berusia 25 tahun ini sebenarnya sudah pernah tampil di banyak posisi saat dirinya membela Timnas Indonesia dalam berbagai turnamen internasional.

Eliano, yang memiliki posisi asli sebagai bek kanan, juga pernah tampil sebagai sayap kanan di Timnas Indonesia era pelatih Patrick Kluivert.

Di kepelatihan sebelumnya bersama Shin Tae Yong, mantan pemain PEC Zwolle ini juga beberapa kali tampil sebagai full bek di sisi kiri pertahanan Garuda.

Dengan demikian, Eliano praktis menjadi pemain serba bisa yang dapat menjalankan tugas bertahan dan menyerang dengan sama baiknya untuk tim nasional maupun klubnya.

Bukan tidak mungkin, pemain bertinggi badan 168 sentimeter ini dapat diandalkan kapan pun oleh Bojan Hodak di Persib Bandung untuk mengisi posisi-posisi lainnya jika dinilai punya kualitas yang mumpuni.

Saat dikonfirmasi mengenai perasaannya bermain di posisi baru, Eliano mengaku tidak keberatan dan menikmati tugas yang diberikan pelatihnya tersebut.

“Ya saya menikmati semuanya (posisi baru sebagai gelandang bertahan),” jelas Eliano.

“Jadi ketika pelatih membutuhkan saya, saya akan bermain di sana.”

“Saya juga senang karena sekarang kami berada di urutan pertama di papan klasemen, kami harus terus melanjutkannya,” pungkasnya.

Fleksibilitas yang ditunjukkan Eliano memberikan opsi tambahan bagi Hodak dalam menyusun strategi di setiap pertandingan Persib Bandung.

Kemampuan adaptasinya yang cepat di berbagai posisi menjadikannya aset berharga bagi tim yang sedang berjuang mempertahankan posisi puncak klasemen.

Keberadaan pemain seperti Eliano tentu memberikan solusi taktis bagi Persib saat menghadapi lawan-lawan tangguh di kompetisi Super League musim ini.

Kehadiran pemain serba bisa juga memudahkan Hodak untuk melakukan rotasi pemain tanpa harus khawatir kualitas permainan tim akan menurun drastis.

Saat ini, Eliano Reijnders dan kawan-kawan dipastikan menutup tahun 2025 dengan berada di posisi puncak klasemen sementara Super League dengan koleksi 34 poin hasil dari 15 pertandingan yang dilakoni.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *