Isi Artikel
Situasi Bencana di Sumatra Barat dan Dampak pada Kompetisi Sepak Bola
Bencana alam yang melanda Sumatra Barat memicu duka mendalam bagi masyarakat setempat. Namun, situasi ini tidak membuat otoritas kompetisi sepak bola Indonesia, I.League, luluh dalam menjalankan tugasnya. Semen Padang FC, salah satu klub sepak bola di daerah tersebut, mengajukan permohonan untuk menukar status pertandingan menjadi laga tandang terlebih dahulu melawan Persija Jakarta. Permohonan ini diajukan karena kondisi Kota Padang dan Stadion H. Agus Salim masih terdampak parah akibat bencana.
Namun, permohonan tersebut ditolak oleh I.League. Penolakan ini juga didukung oleh Persija Jakarta, yang memicu reaksi keras dari Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic. Antonic menyampaikan kekecewaannya terhadap prioritas antara rasa kemanusiaan dan kewajiban bermain di tengah krisis.
Semen Padang dijadwalkan menjamu Persija di Stadion H. Agus Salim dalam lanjutan Super League pada Senin (22/12/2025) nanti. Selain duka masyarakat, Gubernur Sumatra Barat juga telah mengeluarkan keputusan tentang perpanjangan status tanggap darurat bencana terhitung mulai tanggal 9 hingga 22 Desember 2025.
Antonic mengungkapkan kekecewaannya atas situasi yang terjadi. Ia menyoroti pentingnya menjaga rasa kemanusiaan dalam melihat mana yang lebih penting antara hidup atau sepak bola. Ia menyampaikan bahwa dirinya sebagai manusia sedikit kecewa jika ada orang yang memaksa timnya bermain di Padang, meskipun situasi di sekitar lapangan sangat buruk.
“Jangan lupa, 10 kilometer dari lapangan tempat kita bertanding, ada banyak rumah rusak dan banyak orang meninggal dunia,” ujarnya dengan pilu. Ia juga mengingatkan bahwa saat melawan Persik, situasi di Padang lebih parah, dengan beberapa pemain yang rumahnya rusak tetapi tetap diwajibkan bermain.
Antonic menambahkan bahwa sekarang para pemain lebih fokus pada keluarga daripada urusan sepak bola. Ia berharap semoga semua bisa selesai dan kehidupan bisa kembali normal.
Surat Permohonan Tukar Kandang dari Semen Padang
Semen Padang lewat surat tertanggal 6 Desember 2025 yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Kabau Sirah SP, Hermawan Ardiyanto, dan ditujukan kepada Direktur Kompetisi I.League secara resmi telah meminta perubahan di mana status pertandingan ditukar menjadi laga kandang dulu untuk Persija.
“Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mengubah status pertandingan tersebut menjadi laga tandang di kandang Persija Jakarta pada putaran pertama Super League 2025-2026 dan laga kandang di Stadion H. Agus Salim pada putaran kedua,” demikian isi surat permohonan tersebut.
Permohonan ini diajukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi Kota Padang serta area sekitar Stadion Haji Agus Salim yang saat ini masih terdampak bencana alam. Kondisi pascabencana tersebut menyebabkan terganggunya kesiapan infrastruktur, keamanan, kenyamanan, serta kelayakan pelaksanaan pertandingan sesuai standar operasional yang ditetapkan oleh PT Liga Indonesia Baru dan PSSI.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kelancaran kompetisi, keamanan, serta keselamatan seluruh pihak termasuk ofisial, perangkat pertandingan, dan suporter, perubahan status pertandingan ini dianggap sebagai langkah yang paling tepat dan bertanggung jawab.
Balasan ILeague Menolak Permintaan Semen Padang
Namun, surat itu dibalas oleh I.League pada 8 Desember 2025 dengan sebuah penolakan. “Menindaklanjuti surat Semen Padang FC perihal permohonan perubahan status pertandingan tanggal 6 Desember 2025, bersama ini kami sampaikan bahwa setelah melalui proses pertimbangan dan koordinasi dengan stakeholder terkait, permohonan yang dimaksud tidak dapat kami kabulkan,” demikian balasan I.League lewat Manajer Umum Operasi Kompetisi, Ronny Suhatril.
Oleh karena itu, I.League meminta kepada klub Semen Padang FC untuk tetap melaksanakan pertandingan melawan Persija Jakarta pada tanggal 22 Desember 2025 di Stadion H. Agus Salim, Padang, sesuai jadwal yang telah ditetapkan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna kelancaran pelaksanaan kompetisi Super League 2025-2026.
Balasan Persija Juga Menolak
Penolakan juga diberikan oleh Persija lewat surat mereka sendiri yang ditujukan pada I.League pada tanggal 9 Desember 2025. Persija berargumen tidak bisa menjadi tuan rumah laga melawan Semen Padang pada 22 Desember karena Jakarta International Stadium (JIS) belum siap dipakai.
“Sampai tanggal surat ini dikeluarkan, Jakarta International Stadium, stadion yang menjadi homebase Persija Jakarta, masih dalam tahap proses pemeliharaan rumput sebagai bentuk persiapan agar laga kandang Persija selanjutnya dapat terselenggara secara optimal sehingga belum dapat digunakan pada tanggal 22 Desember 2025,” ungkap Persija.
Lebih lanjut, Persija juga menyatakan mereka telah “terusir” dari JIS karena sedang diperbaiki dalam dua dari tiga laga kandang terakhirnya. Mereka terpaksa menggelar laga kandang melawan PSBS Biak pada 31 Oktober 2025 dan Persik Kediri pada 20 November 2025 di Stadion Manahan, Solo.
Karena alasan tersebut, Persija menilai kondisi mereka sangat tidak ideal untuk bertukar status pertandingan kandang dan tandang terutama untuk pertandingan pada gameweek 15 tanggal 22 Desember 2025. Di mana saat ini, akibat dari keterbatasan dan ketersediaan venue tersebut, Persija Jakarta bahkan masih harus mencari alternatif stadion untuk menjadi tuan rumah pada pertandingan gameweek 8 melawan Bhayangkara FC pada tanggal 29 Desember 2025 dan gameweek 16 melawan Persijap Jepara pada 3 Januari 2026.
Data Korban Jiwa Akibat Bencana
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, korban tewas akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bertambah menjadi 1.053 jiwa per Selasa (16/12/2025).
“Data per tanggal 16 Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di tiga provinsi itu sebanyak 1.053 jiwa,” ujar Muhari dalam jumpa pers virtual, Selasa.
Muhari menyampaikan, total korban meninggal dunia bertambah 23 jiwa dari hari sebelumnya. Sebab, di Aceh Tamiang ditemukan 17 korban tewas, di Aceh Utara ada 1 korban tewas, dan 5 korban tewas di Tapanuli Tengah.
Muhari merinci, kini secara akumulasi terdapat 449 korban tewas berasal dari Aceh, 360 jiwa dari Sumatera Utara, dan 244 jiwa dari Sumatera Barat. Sementara itu, 200 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana di Sumatera.
“Korban hilang yang masih dalam proses pencarian hari ini berkurang 6 nama, menjadi 200 orang. Aceh 31, Sumut 79, dan Sumbar 90 jiwa. Pengungsi total 606.040 jiwa,” imbuh Muhari.







