DLH Kota Batu catat penurunan sampah tahun 2025, pengelolaan berbasis masyarakat menguat

.CO- Upaya pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Batu mulai menunjukkan hasil. Sepanjang 2025, timbulan sampah tercatat menurun signifikan seiring penguatan pengurangan sampah dari sumber serta perubahan sistem pengelolaan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Bacaan Lainnya

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mencatat total volume timbulan sampah sepanjang 2025 mencapai 44.178,87 ton per tahun. Angka tersebut menurun tajam dibandingkan 2024 yang berada di kisaran 52.910,59 ton per tahun.

Penurunan ini menjadi salah satu indikator capaian kinerja DLH sekaligus pijakan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan pada 2026.

Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari penguatan strategi pengurangan sampah sejak dari hulu serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

“Pengelolaan sampah di Kota Batu terus kami arahkan agar tidak lagi bertumpu pada penimbunan di landfill. Fokus kami saat ini adalah pengolahan harian dan pengurangan sampah sejak dari sumber,” ujar Dian.

Ia menjelaskan, sejak 2024 hingga 2025 pengelolaan sampah di TPA telah menerapkan sistem one day process tanpa penimbunan. Pola ini berbeda dengan kondisi pada 2022, ketika sampah masih ditimbun di sel aktif. Kebijakan tersebut dinilai efektif menekan beban lingkungan sekaligus memperpanjang usia TPA.

Dari sisi kinerja, capaian pengurangan sampah pada 2025 tercatat sebesar 57,1 persen, sementara tingkat penanganan sampah mencapai 30,95 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan 2024, ketika pengurangan sampah baru berada di angka 25,59 persen.

“Target pengurangan sampah tahun 2025 sebesar 30 persen berhasil kami lampaui dengan realisasi 30,95 persen. Ini menandakan kesadaran masyarakat mulai terbentuk, meskipun penanganan sampah masih perlu terus diperkuat,” kata Dian.

Upaya pengurangan sampah tersebut ditopang oleh keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) berbasis masyarakat. Hingga 2025, Kota Batu memiliki 21 TPS3R dengan rata-rata pengelolaan sampah mencapai 44,42 ton per hari.

Jumlah ini meningkat dibandingkan 2024 yang hanya memiliki 19 TPS3R dengan kapasitas rata-rata 31,07 ton per hari. Seluruh TPS3R tersebut ditetapkan melalui surat keputusan kepala desa atau lurah sebagai bagian dari desentralisasi pengelolaan sampah.

Selain TPS3R, DLH Kota Batu juga mengoptimalkan peran Bank Sampah Induk (BSI) eLHa yang melayani instansi pemerintah, sekolah, Bank Sampah Unit (BSU), hingga masyarakat perorangan.

Sepanjang 2025, rata-rata sampah yang terkelola melalui BSI mencapai 0,047 ton per hari. Sementara itu, jumlah BSU terus bertambah menjadi 232 unit yang tersebar di desa dan kelurahan dengan nasabah dari masyarakat umum.

Pengelolaan sampah juga diperkuat melalui Komunitas Usaha Daur Ulang (KUDU) serta sektor pengepul. Hingga 2025, tercatat satu komunitas daur ulang dengan 25 anggota aktif serta 20 pengepul resmi yang ditetapkan melalui surat keputusan kepala dinas.

Komitmen pengelolaan sampah turut ditegaskan Wali Kota Batu, Nurochman. Ia menilai persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan melalui kebijakan yang konsisten serta sinergi lintas sektor.

“Persoalan sampah adalah komitmen kami. Dengan langkah yang tepat, konsisten, dan kolaborasi seluruh pihak, masalah ini dapat diselesaikan secara bertahap,” tegas Nurochman.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak, termasuk kolaborasi dengan program pembangunan layanan lokal, agar sistem pengelolaan sampah yang dibangun mampu memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mendorong penguatan kampanye pengelolaan sampah yang dimulai dari tingkat rumah tangga.

Menurutnya, sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik melalui pemilahan sejak sumber, pengolahan yang tepat, serta dukungan ekosistem hilir yang berkelanjutan.

“Jika sampah dipilah dan dikelola dengan benar, bukan hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Heli.

Di luar aspek teknis, DLH Kota Batu juga mencatat sejumlah capaian penghargaan lingkungan sepanjang 2025, di antaranya Sekolah Adiwiyata di berbagai tingkatan, Program Kampung Iklim (Proklim) untuk Desa Tulungrejo dan Torongrejo, Eco Pesantren, serta predikat Desa dan Kelurahan Berseri.

Menghadapi 2026, Dian menegaskan DLH Kota Batu akan memfokuskan percepatan pengelolaan sampah melalui peningkatan partisipasi masyarakat, desentralisasi pengelolaan, serta penguatan sarana dan prasarana pendukung.

“Kami akan terus menggencarkan sosialisasi, pendampingan teknis, peningkatan kapasitas, serta kampanye edukasi agar pengelolaan sampah benar-benar menjadi budaya bersama,” pungkasnya.(Gus)***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *