Ringkasan Berita:
- UP PKB Cilincing telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan fisik hingga uji coba jalan terhadap mobil MBG yang menabrak gerbang dan siswa.
- Sistem pengereman dimulai dari pedal rem, kemudian menuju tangki reservoir minyak rem, dan tidak mengalami kekurangan.
- Polisi menyatakan bahwa kecelakaan terjadi secara murni karena kesalahan manusia, yaitu Adi yang mengemudi dalam keadaan kurang tidur.
https://mediahariini.com, KOJA –Dinas Perhubungan telah melakukan uji coba mobil operasional pengangkut makanan bergizi gratis (MBG) yang menabrak gerbang dan siswa SDN Kalibaru 01, Jakarta Utara.
Mobil itu dikemudikan oleh Adi Irawan. Adi sebelumnya mengakui bahwa kendaraannya berjalan sendiri sebelum menabrak gerbang dan para siswa.
Kepala Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Cilincing, Dardi Wahyudi menyampaikan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan fisik hingga uji jalan terhadap mobil tahun 2023 tersebut.
Kemarin kita telah melakukan pemeriksaan secara fisik maupunroad testterhadap kendaraan tersebut. Dari sistem pengereman, kita dapat melihat dari rem pedal, kemudian ke tangki reservoir untuk minyak rem, tidak ada kekurangan,” kata Dardi di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025).
Ia menekankan bahwa semua saluran rem hidrolik berfungsi dengan baik dan tidak ditemukan adanya kebocoran.
Rem depan cakram dan rem belakang tromol berfungsi dengan baik.
“Maka tidak ada kebocoran pada selang-selang, baik yang menghubungkan bagian depan kiri-kanan maupun belakang kiri-kanan. Jadi kondisi kendaraan untuk sistem pengereman utama dalam keadaan baik. Untuk kondisi rem parkir, kami juga mencoba dalam keadaan yang baik,” jelasnya.
Meskipun sebelumnya tersangka Adi mengakui bahwa mobilnya terasa bergerak sendiri sesaat sebelum kecelakaan.
Rekaman kamera pengawas juga menunjukkan bahwa kendaraan pernah berhenti di depan gerbang sekolah sebelum tiba-tiba melaju lebih cepat menuju para siswa yang sedang mengikuti kegiatan literasi pagi.
Adi mengklaim rem mobilnya tidak berfungsi ketika ia ingin memarkirkan kendaraannya.
“Nah, di sana saya biasanya menunggu di bawah turunan itu. Setelah itu tiba-tiba mobilnya agak sulit dikendalikan. Saat saya menginjak rem tidak berfungsi. Baru bisa setelah sudah sampai di tempat (di halaman sekolah),” kata Adi dalam video yang viral.
Namun, temuan dari Dinas Perhubungan serta hasil penyelidikan polisi menunjukkan tidak ada masalah teknis pada kendaraan tersebut.
Polisi menegaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi secara murni karena kesalahan manusia, yaitu Adi yang mengemudi dalam keadaan kurang tidur.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz sebelumnya menyampaikan, Adi baru tidur sekitar pukul 04.00 WIB dan sudah kembali berkendara sejak pukul 05.30 WIB.
“Pada saat mengemudikan kendaraan, tersangka dalam keadaan yang tidak sehat. Kurangnya istirahat menyebabkan ketidakfokusan, sehingga berujung pada kejadian mematikan di SDN 01,” ujar Erick.
Uji urine Adi terhadap alkohol menunjukkan hasil yang negatif.
Berdasarkan berkas perkara, Adi secara resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah 1 x 24 jam kejadian, dengan dugaan pelanggaran Pasal 360 KUHP terkait kelalaian yang menyebabkan luka parah.
Mobil MBG sebelumnya menabrak gerbang sekolah sebelum melanjutkan perjalanan ke lapangan di mana para siswa duduk berbaris untuk mengikuti kegiatan literasi, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 06.30 WIB.
Sebanyak 21 siswa serta satu guru mengalami cedera, di mana 12 korban masih dalam perawatan di RSUD Cilincing dan RSUD Koja.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Kesalahan Manusia, Dishub Mengatakan Mobil yang Menabrak Puluhan Siswa SD di Jakut Layak Digunakan







