, PARINGIN– Bantuan logistik berupa sembako, pakaian, selimut hingga makanan dan obat-obatan serta alas lantai terus disalurkan kepada warga terdampak banjir bandang di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Halong, Minggu (28/12/2025).
Di Kecamatan Tebing Tinggi, khususnya warga Desa Tebing Tinggi, Simpang Bumbuan, Mayanau, Sungsum dan Juuh mendatangi posko utama di Kecamatan Tebing Tinggi untuk mendapatkan bantuan. Mereka membawa sembako dan pakaian untuk digunakan.
Selain itu warga juga tetap berada di rumah menunggu bantuan disalurkan ke masing-masing individu.
Baik Pemkab Balangan, TNI dan Polri serta relawan secara bersamaan menyalurkan bantuan tersebut. Beberapa di antar ke posko induk, sebagian juga langsung menyasar rumah warga yang terdampak.
Pantauan Bpost Online di lapangan, selama dua hari pasca banjir bandang atau surutnya air, warga juga disibukkan dengan bersih-bersih lumpur sisa banjir, baik di jalan maupun di rumah, bahkan lumpur menempel pada perabotan serta merusak barang-barang elektronik warga.
Warga juga nampak pasrah, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan parah, dimana bagian rumah mereka ada yang miring dan hampir ambruk.
Bantuan berupa pakaian dan makanan langsung diserbu, mereka mencari pakaian layak yang muat dan nyaman untuk digunakan, baik untuk orang dewasa hingga anak-anak. Begitu juga makanan berupa nasi bungkus untuk makan pagi dan siang.
Kendati terlihat lelah, warga terdampak tetap tersenyum di tengah musibah ini. Mereka juga gotong royong untuk melakukan pembersihan perlengkapan masing-masing, terutama mencuci pakaian dan perlengkapan rumah lainnya.
Baju yang basah dan kotor tak terindahkan lagi dikenakan. Mereka fokus untuk pembersihan. Jika tak selesai seluruh rumah dibersihkan, sebagian pun tetap dikerjakan, setidaknya ada ruang dan tempat untuk tidur dan istirahat.
Anak-anak juga tetap bermain di tengah musibah yang melanda, tentunya mereka juga tak lepas dari pengawasan orangtua, meski rumah mereka masih basah pasca pembersihan.
Warga terdampak, Rusli dibantu menantunya juga berfokus untuk membersihkan rumah pasca banjir. Lumpur sudah bersih di lantai, namun lantai masih basah dan sudah digunakan untuk tempat istirahat.
Kaca rumah bagian depan Rusli habis pecah dihantam banjir bandang tersebut. Tak terelakan pula barang-barang di dalamnya yang hilang, larut di bawa arus.
Saat kejadian kata Rusli, ketinggian air sudah mencapai leher orang dewasa saat di dalam rumah. Kejadiannya juga begitu cepat, bahkan saat pukul 06.00 wita, Sabtu (27/12/2025) ia melihat air sungai masih belum meluap. Lalu setelah ditinggal untuk membuat kopi, air sudah masuk ke lantai rumah, kemudian lekas pula meninggi, merendam semua barang yang tak sempat diselamatkan.
Rusli yang usianya sudah 60 tahun, menyelamatkan diri dengan menaiki tangga di dinding rumahnya. Sementara keluarga yang lain sempat ia bangunkan dan pergi ke atap.
Rusli menyaksikan langsung bagaimana naiknya air sungai begitu cepat, pasalnya ia berada di belakang rumah yang tepat menghadap ke sungai.
Tak dipungkuri, bangunan rumah Rusli mengalami kerusakan akibat terjangan banjir tersebut. Bukan hanya sekadar kaca yang pecah, melainkan tiang-tiang rumah yang miring. Ia pun dijanjikan oleh Pemkab Balangan untuk mendapat bantuan perbaikan bangunan tempat tinggalnya.
Di sisi lain, bantuan pembersihan juga dilakukan oleh jajaran TNI dan Polri, khususnya untuk tempat ibadah dan fasilitas publik, baik itu sekolah hingga jalan raya. Bahkan warga yang meminta rumah mereka dibersihkan juga turut dibantu.
Pasca banjir ini pula, Bupati Balangan, Abdul Hadi bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Balangan meninjau lokasi. Mereka memastikan Pemkab Balangan hadir untuk masyarakat dan melakukan pendataan kerusakan rumah warga serta fasilitas umum lainnya, seperti jembatan, drainase, jalan dan tempat ibadah.
(/isti rohayanti)







