Di Balik Jadwal Sibuk, Ada Ibu yang Menantikan Kabar
Hari ini tepatnya tanggal 22 Desember 2025, diperingati sebagai Hari Ibu dan menjadi momen yang cocok untuk berintrospeksi sebagai seorang anak, yang bersamaan dengan bulan Rajab, bulan yang membuka pintu kebaikan meskipun kebaikan tersebut kecil sekalipun sebelum Ramadan tiba.
Pada kesempatan ini kita bisa merenung kembali masa kecil dulu, bagaimana perjuangan ibu membawa kita sampai sekarang. Meskipun lelah secara fisik, senyumnya selalu memberi semangat agar kita tidak terjatuh di tengah tantangan hidup yang tidak selalu indah seperti yang kita bayangkan. Ibu selalu menyisihkan waktunya untuk memastikan kita dalam kondisi baik tanpa pernah menghiraukan kondisi jasmani dan rohaninya sendiri demi kebahagiaan anaknya tanpa kekurangan apa pun.
Meskipun memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan, ibu adalah sosok yang luar biasa dalam hati. Tidak ada wanita mulia di dunia ini selain dia yang telah berjuang untuk kita sejak mengandung hingga membesarkan kita hingga akhirnya kita mampu berjalan sendiri. Meski sebelumnya tidak memiliki keberanian dan bahkan penuh ketakutan, berkat kekuatan kata-katanya, kini kita mampu melihat dunia dengan senyum yang menawan.
Namun, ketika kita berhasil dan sibuk bekerja, seringkali kita lupa untuk memprioritaskan hal-hal penting. Pekerjaan yang mengharuskan kita menjadi profesional dan menghasilkan yang terbaik kadang membuat kita terlalu fokus sehingga tidak sempat berhubungan dengan orang tua kita yang masih ada. Fokus pada pekerjaan ini akhirnya membuat kita kelelahan, dan pikiran kita seolah melupakan kehadiran ibu, hanya mengingatnya ketika kita benar-benar membutuhkannya.
Jika kehidupan kita lebih mengutamakan seseorang yang penting dalam hidup kita, maka meskipun sibuk kita tetap mudah merasa ingin menanyakan kabar mereka. Jika kita memperhatikan waktu, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas?, berapa lama kita berkomunikasi dengan rekan kerja?, berapa lama kita chatting dengan teman hingga lupa waktu?, berapa lama kita menghabiskan waktu untuk berlibur?, dan seterusnya.
Namun, menghubungi nomor ibu terasa sangat sulit seolah menghadapi tantangan yang tidak mampu diatasi. Sementara pekerjaan yang sulit pun dapat diselesaikan dalam waktu yang telah direncanakan. Sementara hanya membuang waktu sehari dari 24 jam saja terasa berat.
Pahamilah bahwa orang tua kita masih mampu berdiri sendiri. Mereka tidak bermaksud merepotkan dan tidak mengharapkan semua biaya yang dikeluarkan kembali. Bahkan terkadang ada rasa malu jika kebutuhannya harus dipenuhi sementara tubuhnya masih kuat untuk mencari nafkah sendiri. Permintaan mereka sering kali sederhana, hanya ingin memastikan semua anaknya sehat. Dengan mendengarkan suara mereka, hati orang tua akan merasa bahagia karena anak-anak yang telah dibesarkan dan kini tinggal jauh di tempat lain tetap dalam keadaan baik-baik saja.
Oleh karena itu, luangkan waktu yang ada untuk memastikan kondisi orang tua kita selama mereka masih berada di dunia ini. Tidak perlu waktu yang lama untuk menghubungi, cukup beberapa menit saja dan kuota yang kita miliki. Suara serta doa mereka senantiasa terlantunkan untuk membawa keberhasilan dalam menyambut masa depan anaknya. Karena doa mereka dapat membantu kita melewati badai apapun. Karena doa mereka memberi kita rasa hidup setiap hari.
Sementara masih ada kesempatan, mari kita hubungi untuk memastikan kondisi ibu atau bapak kita dalam keadaan baik. Jika ada kelebihan rezeki, kita bisa bantu meringankan beban mereka agar di usia tua tidak terlalu berat bekerja dan tidak perlu menunggu sampai sakit. Dengan bantuan yang kita berikan, setidaknya menjadi bekal untuk menjalani hidup di masa tuanya yang sudah tidak sekuat dulu. Perhatian kita menjadi harapan bagi orang tua yang tidak pernah disampaikan langsung kepada anaknya.







